Seputar Kaltim

    Cegah Korupsi Sejak Dini, Disdikbud Paser Integrasikan Nilai Antikorupsi ke Pembelajaran

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    21 Agustus 2026 pukul 16:11 WITA

    Lomba gerak jalan dan yel-yel antikorupsi Disdikbud Paser. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser berupaya memperkuat karakter generasi muda dengan mengintegrasikan nilai-nilai antikorupsi ke dalam kegiatan fisik dan kreatif.

    Langkah tersebut salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan lomba gerak jalan dan yel-yel antikorupsi yang melibatkan pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga menengah.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Paser, M Yunus Syam menyebut meskipun dalam kondisi efisiensi, pihaknya tetap melaksanakan kegiatan lomba itu agar tidak mengecewakan anak-anak yang telah melakukan persiapan sejak awal semester mereka masuk sekolah.

    "Di awal semester mereka sudah latihan. Makanya kita tidak bisa membatalkan pelaksanaan lomba gerak jalan dan yel-yrl antikorupsi ini agar tidak mengecewakan mereka," kata M Yunus Syam, Jumat (21/8/2026).

    Ia menambahkan, perlombaan yel-yel antikorupsi yang dilaksanakan itu merupakan inisiatif jajaran Inspektorat. Hal tersebut ditujukan untuk mengenalkan pencegahan korupsi sejak usia dini secara menyenangkan.

    Selain itu, pendidikan antikorupsi pada dasarnya telah menjadi bagian dari kurikulum harian di sekolah. Materi edukasi karakter tersebut disampaikan secara terintegrasi melalui berbagai mata pelajaran yang sudah ada.

    "Dalam mata pelajaran agama, PPKN dan IPS, juga sudah masuk materi antikorupsi," tambahnya.

    Meski dilaksanakan di tengah kebijakan efisiensi anggaran, komitmen untuk menjaga semangat belajar dan berkreasi para siswa tetap menjadi prioritas utama. Kegiatan itu menjadi bentuk apresiasi atas latihan intensif yang telah dilakukan para peserta didik sejak awal semester.

    Antusiasme peserta terlihat dari luasnya jangkauan wilayah asal para peserta yang mendaftar. Peserta tidak hanya berasal dari kawasan perkotaan seperti Tanah Grogot, tetapi juga menjangkau wilayah terluar.

    Kontingen dari Kecamatan Batu Engau tercatat sebagai peserta dengan jarak tempuh terjauh yang turut memeriahkan acara.

    Selain kelompok pelajar, ajang ini juga menyedot perhatian dari kategori umum. Keterlibatan sektor publik menunjukkan besarnya dukungan terhadap kampanye integritas tersebut.

    Kategori umum itu diikuti oleh jajaran guru, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga kelompok swadaya masyarakat.

    "Partisipasi aktif berbagai elemen warga memperluas jangkauan pesan antikorupsi khususnya di wilayah Paser,” tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Cegah Korupsi Sejak Dini, Disdikbud Paser Integrasikan Nilai Antikorupsi ke Pembelajaran

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    21 Agustus 2026 pukul 16:11 WITA

    Lomba gerak jalan dan yel-yel antikorupsi Disdikbud Paser. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser berupaya memperkuat karakter generasi muda dengan mengintegrasikan nilai-nilai antikorupsi ke dalam kegiatan fisik dan kreatif.

    Langkah tersebut salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan lomba gerak jalan dan yel-yel antikorupsi yang melibatkan pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga menengah.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Paser, M Yunus Syam menyebut meskipun dalam kondisi efisiensi, pihaknya tetap melaksanakan kegiatan lomba itu agar tidak mengecewakan anak-anak yang telah melakukan persiapan sejak awal semester mereka masuk sekolah.

    "Di awal semester mereka sudah latihan. Makanya kita tidak bisa membatalkan pelaksanaan lomba gerak jalan dan yel-yrl antikorupsi ini agar tidak mengecewakan mereka," kata M Yunus Syam, Jumat (21/8/2026).

    Ia menambahkan, perlombaan yel-yel antikorupsi yang dilaksanakan itu merupakan inisiatif jajaran Inspektorat. Hal tersebut ditujukan untuk mengenalkan pencegahan korupsi sejak usia dini secara menyenangkan.

    Selain itu, pendidikan antikorupsi pada dasarnya telah menjadi bagian dari kurikulum harian di sekolah. Materi edukasi karakter tersebut disampaikan secara terintegrasi melalui berbagai mata pelajaran yang sudah ada.

    "Dalam mata pelajaran agama, PPKN dan IPS, juga sudah masuk materi antikorupsi," tambahnya.

    Meski dilaksanakan di tengah kebijakan efisiensi anggaran, komitmen untuk menjaga semangat belajar dan berkreasi para siswa tetap menjadi prioritas utama. Kegiatan itu menjadi bentuk apresiasi atas latihan intensif yang telah dilakukan para peserta didik sejak awal semester.

    Antusiasme peserta terlihat dari luasnya jangkauan wilayah asal para peserta yang mendaftar. Peserta tidak hanya berasal dari kawasan perkotaan seperti Tanah Grogot, tetapi juga menjangkau wilayah terluar.

    Kontingen dari Kecamatan Batu Engau tercatat sebagai peserta dengan jarak tempuh terjauh yang turut memeriahkan acara.

    Selain kelompok pelajar, ajang ini juga menyedot perhatian dari kategori umum. Keterlibatan sektor publik menunjukkan besarnya dukungan terhadap kampanye integritas tersebut.

    Kategori umum itu diikuti oleh jajaran guru, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga kelompok swadaya masyarakat.

    "Partisipasi aktif berbagai elemen warga memperluas jangkauan pesan antikorupsi khususnya di wilayah Paser,” tutupnya.

    (Sf/Lo)