Seputar Kaltim

    Cegah Konflik di Desa, Kesbangpol Kutim Kembangkan Aplikasi Pemantau

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Kesbangpol Kutim, Tejo Yuwono. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutai Timur (Kutim) sedang mengembangkan aplikasi untuk mendeteksi dini potensi konflik di desa dan kecamatan. Aplikasi ini akan berisi data yang terus diperbarui setiap bulan, berdasarkan hasil survei langsung di lapangan.

    Kepala Kesbangpol Kutim, Tejo Yuwono, mengatakan aplikasi ini bertujuan untuk memetakan tingkat kerawanan konflik di tiap wilayah. Dengan aplikasi ini, masyarakat atau pihak terkait bisa melihat desa mana saja yang terindikasi rawan konflik hanya dengan sekali klik.

    "Aplikasinya bisa diakses lewat HP. Semua diarahkan ke situ. Tahun depanlah kita pastikan bisa digunakan," ujar Tejo.

    Ia menambahkan, setiap bulan tim Kesbangpol turun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan dan memperbarui data. Pengumpulan tersebut mencakup kasus kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual terhadap anak, hingga penyalahgunaan narkoba.

    "Sekarang ini kasus yang paling banyak muncul adalah pelecehan anak dan narkoba," tambahnya.

    Selain itu, infrastruktur juga jadi salah satu penilaian. Daerah yang sulit diakses atau jalannya rusak bisa meningkatkan potensi konflik.

    "Infrastruktur juga menjadi indikator. Jadi ketika infrastruktur di suatu tempat kurang baik, tingkat kerawanan konfliknya masih cukup tinggi. Itu bisa memicu kerawanan konflik juga,” jelasnya.

    Tejo juga mengatakan tantangan ke depan adalah bagaimana semua pihak bisa bekerja sama.

    "Semuanya harus sinergi. Tapi soal bisa atau tidaknya bersinergi, itu tergantung pimpinan yang bisa mengarahkan," pungkasnya.

    Aplikasi ini direncanakan akan resmi diluncurkan tahun depan, dan diharapkan bisa membantu pemerintah daerah mencegah konflik di tengah masyarakat sejak awal.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Cegah Konflik di Desa, Kesbangpol Kutim Kembangkan Aplikasi Pemantau

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Kesbangpol Kutim, Tejo Yuwono. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutai Timur (Kutim) sedang mengembangkan aplikasi untuk mendeteksi dini potensi konflik di desa dan kecamatan. Aplikasi ini akan berisi data yang terus diperbarui setiap bulan, berdasarkan hasil survei langsung di lapangan.

    Kepala Kesbangpol Kutim, Tejo Yuwono, mengatakan aplikasi ini bertujuan untuk memetakan tingkat kerawanan konflik di tiap wilayah. Dengan aplikasi ini, masyarakat atau pihak terkait bisa melihat desa mana saja yang terindikasi rawan konflik hanya dengan sekali klik.

    "Aplikasinya bisa diakses lewat HP. Semua diarahkan ke situ. Tahun depanlah kita pastikan bisa digunakan," ujar Tejo.

    Ia menambahkan, setiap bulan tim Kesbangpol turun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan dan memperbarui data. Pengumpulan tersebut mencakup kasus kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual terhadap anak, hingga penyalahgunaan narkoba.

    "Sekarang ini kasus yang paling banyak muncul adalah pelecehan anak dan narkoba," tambahnya.

    Selain itu, infrastruktur juga jadi salah satu penilaian. Daerah yang sulit diakses atau jalannya rusak bisa meningkatkan potensi konflik.

    "Infrastruktur juga menjadi indikator. Jadi ketika infrastruktur di suatu tempat kurang baik, tingkat kerawanan konfliknya masih cukup tinggi. Itu bisa memicu kerawanan konflik juga,” jelasnya.

    Tejo juga mengatakan tantangan ke depan adalah bagaimana semua pihak bisa bekerja sama.

    "Semuanya harus sinergi. Tapi soal bisa atau tidaknya bersinergi, itu tergantung pimpinan yang bisa mengarahkan," pungkasnya.

    Aplikasi ini direncanakan akan resmi diluncurkan tahun depan, dan diharapkan bisa membantu pemerintah daerah mencegah konflik di tengah masyarakat sejak awal.

    (Sf/Rs)