Cari disini...
Seputar Kaltim
Kapolres PPU, AKBP Supriyanto saat melakukan pengecekan logistik Pilkada di gudang penyimpanan KPU PPU.(Dok : Syafruddin)
Penajam – Kepolisian Resor (Polres) Penajam Paser Utara (PPU) melakukan penjagaan ketat terhadap logistik yang akan digunakan saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 27 November 2024.
Penjagaan ini dilakukan di gudang penyimpanan Komisi Pemilihan Umum (KPU) PPU untuk memastikan bahwa tidak ada potensi terjadinya kecurangan.
Kapolres PPU, AKBP Supriyanto mengatakan telah mengerahkan personel sebanyak 33 orang dengan memiliki shift yang berbeda-beda.
Di mana setiap 11 personel ditugaskan untuk menjaga pada pagi, sore dan malam guna memastikan logistik Pilkada berupa surat suara, botol tinta, kabel ties, segel stiker hologram dan bilik suara.
“Setelah KPU menerima kiriman 1.172 bilik suara, 590 kotak suara, 586 botol tinta, 1.758 kabel ties, 14.157 segel stiker hologram dan 284.178 surat suara, kami pun melakukan penjagaan dan pengawasan secara bergantian,” ucap AKBP Supriyanto.
Selain mengawasi, dirinya juga secara teliti melakukan pengecekan berbagai item logistik yang akan digunakan pada hari pemungutan suara. Beberapa item penting yang diperiksa seperti kotak suara, bilik suara, surat suara, tinta dan perlengkapan lainnya.
“Saat pengecekan, kita memberikan perhatian khusus terhadap prosedur penyimpanan dan pengamanan logistik Pilkada. Ini penting karena menyangkut keamanan dan kelengkapan logistik untuk mencegah potensi kecurangan serta masalah teknis yang dapat mengganggu jalannya Pilkada,” ungkap AKBP Supriyanto.
Polres PPU juga siap mengamankan semua tahapan Pilkada dengan mengerahkan ratusan personel, guna meminimalisir kerawanan yang mungkin timbul, terutama saat pemungutan suara.
“Jadi kami bakal mengerahkan 433 personel itu akan disebar ke 293 Tempat Pemilihan Suara (TPS) untuk memastikan proses pencoblosan berjalan aman dan kondusif,” ujarnya.
AKBP Supriyanto mengaku, terdapat 283 TPS statusnya rawan dan 10 TPS statusnya sangat rawan, dimana TPS itu terbagi di empat Daerah Pemilihan (Dapil) yang berada di Kecamatan Waru, Babulu, Penajam dan Sepaku.
“Untuk jumlah personel yang bersiaga di masing-masing TPS itu, kita sesuai dengan tingkat kerawanan TPS,” tandasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kapolres PPU, AKBP Supriyanto saat melakukan pengecekan logistik Pilkada di gudang penyimpanan KPU PPU.(Dok : Syafruddin)
Penajam – Kepolisian Resor (Polres) Penajam Paser Utara (PPU) melakukan penjagaan ketat terhadap logistik yang akan digunakan saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 27 November 2024.
Penjagaan ini dilakukan di gudang penyimpanan Komisi Pemilihan Umum (KPU) PPU untuk memastikan bahwa tidak ada potensi terjadinya kecurangan.
Kapolres PPU, AKBP Supriyanto mengatakan telah mengerahkan personel sebanyak 33 orang dengan memiliki shift yang berbeda-beda.
Di mana setiap 11 personel ditugaskan untuk menjaga pada pagi, sore dan malam guna memastikan logistik Pilkada berupa surat suara, botol tinta, kabel ties, segel stiker hologram dan bilik suara.
“Setelah KPU menerima kiriman 1.172 bilik suara, 590 kotak suara, 586 botol tinta, 1.758 kabel ties, 14.157 segel stiker hologram dan 284.178 surat suara, kami pun melakukan penjagaan dan pengawasan secara bergantian,” ucap AKBP Supriyanto.
Selain mengawasi, dirinya juga secara teliti melakukan pengecekan berbagai item logistik yang akan digunakan pada hari pemungutan suara. Beberapa item penting yang diperiksa seperti kotak suara, bilik suara, surat suara, tinta dan perlengkapan lainnya.
“Saat pengecekan, kita memberikan perhatian khusus terhadap prosedur penyimpanan dan pengamanan logistik Pilkada. Ini penting karena menyangkut keamanan dan kelengkapan logistik untuk mencegah potensi kecurangan serta masalah teknis yang dapat mengganggu jalannya Pilkada,” ungkap AKBP Supriyanto.
Polres PPU juga siap mengamankan semua tahapan Pilkada dengan mengerahkan ratusan personel, guna meminimalisir kerawanan yang mungkin timbul, terutama saat pemungutan suara.
“Jadi kami bakal mengerahkan 433 personel itu akan disebar ke 293 Tempat Pemilihan Suara (TPS) untuk memastikan proses pencoblosan berjalan aman dan kondusif,” ujarnya.
AKBP Supriyanto mengaku, terdapat 283 TPS statusnya rawan dan 10 TPS statusnya sangat rawan, dimana TPS itu terbagi di empat Daerah Pemilihan (Dapil) yang berada di Kecamatan Waru, Babulu, Penajam dan Sepaku.
“Untuk jumlah personel yang bersiaga di masing-masing TPS itu, kita sesuai dengan tingkat kerawanan TPS,” tandasnya.
(Sf/By)