Cari disini...
Seputar Kaltim
Petugas Disdamkartan Kutim menangani kebakaran rumah di Jalan A.W. Syahrani, Sangatta Utara. (Foto: Disdamkartan Kutim)
Sangatta - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kutai Timur (Kutim) mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi instalasi listrik di rumah. Imbauan tersebut disampaikan menyusul kebakaran yang menghanguskan satu unit rumah di Jalan A.W. Syahrani, Gang Hj Saka, Kecamatan Sangatta Utara.
Kepala Disdamkartan Kutim, Failu, melalui Kepala Seksi Pemadaman, Pengendali Operasi dan Komunikasi, Eko Purnomo, mengatakan pemeriksaan instalasi listrik secara berkala penting dilakukan untuk mengurangi risiko kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.
Menurutnya, warga perlu memastikan kabel listrik yang digunakan dalam kondisi baik, sesuai standar SNI, serta menghindari penggunaan stopkontak secara berlebihan karena dapat memicu korsleting.
"Kami sangat mengimbau masyarakat, khususnya di Sangatta Utara, untuk mengecek kembali kelaikan instalasi listrik di rumah. Pastikan penggunaan kabel sesuai standar SNI dan tidak ada penumpukan beban berlebih pada stopkontak, terutama saat ditinggal tidur malam hari," ujar Eko.
Ia menjelaskan, petugas menerima laporan kebakaran sekitar pukul 03.30 Wita dari seorang warga yang datang ke Pos Pendidikan. Setelah menerima informasi tersebut, Disdamkartan langsung mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit kendaraan suplai dari Pos Mako menuju lokasi.
Petugas Disdamkartan Kutim menangani kebakaran rumah di Jalan A.W. Syahrani, Sangatta Utara. (Foto: Disdamkartan Kutim)
Api yang membakar rumah berukuran sekitar 5 x 10 meter itu berhasil dipadamkan sebelum merembet ke bangunan lain. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp150 juta.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Disdamkartan mengimbau masyarakat rutin memeriksa instalasi listrik di rumah sebagai salah satu langkah mencegah terjadinya kebakaran.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Petugas Disdamkartan Kutim menangani kebakaran rumah di Jalan A.W. Syahrani, Sangatta Utara. (Foto: Disdamkartan Kutim)
Sangatta - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kutai Timur (Kutim) mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi instalasi listrik di rumah. Imbauan tersebut disampaikan menyusul kebakaran yang menghanguskan satu unit rumah di Jalan A.W. Syahrani, Gang Hj Saka, Kecamatan Sangatta Utara.
Kepala Disdamkartan Kutim, Failu, melalui Kepala Seksi Pemadaman, Pengendali Operasi dan Komunikasi, Eko Purnomo, mengatakan pemeriksaan instalasi listrik secara berkala penting dilakukan untuk mengurangi risiko kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.
Menurutnya, warga perlu memastikan kabel listrik yang digunakan dalam kondisi baik, sesuai standar SNI, serta menghindari penggunaan stopkontak secara berlebihan karena dapat memicu korsleting.
"Kami sangat mengimbau masyarakat, khususnya di Sangatta Utara, untuk mengecek kembali kelaikan instalasi listrik di rumah. Pastikan penggunaan kabel sesuai standar SNI dan tidak ada penumpukan beban berlebih pada stopkontak, terutama saat ditinggal tidur malam hari," ujar Eko.
Ia menjelaskan, petugas menerima laporan kebakaran sekitar pukul 03.30 Wita dari seorang warga yang datang ke Pos Pendidikan. Setelah menerima informasi tersebut, Disdamkartan langsung mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit kendaraan suplai dari Pos Mako menuju lokasi.
Petugas Disdamkartan Kutim menangani kebakaran rumah di Jalan A.W. Syahrani, Sangatta Utara. (Foto: Disdamkartan Kutim)
Api yang membakar rumah berukuran sekitar 5 x 10 meter itu berhasil dipadamkan sebelum merembet ke bangunan lain. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp150 juta.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Disdamkartan mengimbau masyarakat rutin memeriksa instalasi listrik di rumah sebagai salah satu langkah mencegah terjadinya kebakaran.
(Sf/Rs)