Seputar Fakta

    Seputar Kaltim

    Cegah Isu Negatif Kelapa Sawit, PWI Gelar Workshop Jurnalistik di Balikpapan 

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Workshop Jurnalistik PWI digelar di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Kamis (25/7/2024). Peranan kepala sawit lebih dominan di Kaltim.

    Balikpapan - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bersama PWI Kaltim yang bekerjasama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menggelar workshop jurnalistik PWI di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Kamis (25/7/2024).

    Workshop tersebut mengangkat tema, tinjauan tantangan implementasi kebijakan FPKM di Kaltim terhadap potensi pengembangan ekonomi daerah.

    Dalam sambutan, Ketua Umum PWI Pusat, Hendry CH Bangun mengatakan, bahwa sawit adalah bagian yang tak terpisahkan dari para wartawan dan warga Indonesia. Mengingat sebagian besar perekonomian nasional berasal dari kelapa sawit.

    "Saya kira begitu banyak batu bara barangkali memilki nilai ekspor yang lebih besar. Tetapi masyarakat yang terlibat dan umumnya di pedesaan, kehidupannya lebih banyak dari kelapa sawit," jelas Hendry. 

    Lanjutnya, sejak awal berkerjasama dengan GAPKI, berita negatif mengenai kelapa sawit lebih besar yakni 70 persen. Sementara positifnya hanya mencapai 30 persen.

    Seperti diketahui, beberapa waktu lalu beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Internasional selalu berkampanye negatif terhadap kepala sawit dengan alasan lingkungan.

    "Tetapi baru belakangan ini, kami ketahui motifnya juga ekonomi. Mengapa? Karena kelapa sawit ini kalau dibandinkan dengan produk mereka itu sangat kalah jauh dengan kelapa sawit. Ketika kalah bersaing, barulah muncul isu-isu negatif yang memojokkan seputar kelapa sawit, yang sayangnya banyak dari kita mengikuti saja," terangnya.

    Tempat yang sama, Ketua PWI Kaltim, Abdurahman Amin menambahkan, Workshop jurnalistik ini menjadi bagian penting untuk menambah kemampuan dan wawasan teman-teman jurnalis, khususnya di Kaltim.

    Apalagi kata dia, Kaltim termasuk posisi strategis ketika berbicara isu sawit. Dimana sawit ini termasuk yang paling banyak menyokong Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim, selain batu bara.

    "Tapi harus diakui teman-teman jurnalis ini belum sensitif terhadap isu-isu sawit, khususnya di Kaltim. Jadi kegiatan-kegiatan seperti ini memang harus dilakukan secara masif," ungkapnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Cegah Isu Negatif Kelapa Sawit, PWI Gelar Workshop Jurnalistik di Balikpapan 

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Workshop Jurnalistik PWI digelar di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Kamis (25/7/2024). Peranan kepala sawit lebih dominan di Kaltim.

    Balikpapan - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bersama PWI Kaltim yang bekerjasama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menggelar workshop jurnalistik PWI di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Kamis (25/7/2024).

    Workshop tersebut mengangkat tema, tinjauan tantangan implementasi kebijakan FPKM di Kaltim terhadap potensi pengembangan ekonomi daerah.

    Dalam sambutan, Ketua Umum PWI Pusat, Hendry CH Bangun mengatakan, bahwa sawit adalah bagian yang tak terpisahkan dari para wartawan dan warga Indonesia. Mengingat sebagian besar perekonomian nasional berasal dari kelapa sawit.

    "Saya kira begitu banyak batu bara barangkali memilki nilai ekspor yang lebih besar. Tetapi masyarakat yang terlibat dan umumnya di pedesaan, kehidupannya lebih banyak dari kelapa sawit," jelas Hendry. 

    Lanjutnya, sejak awal berkerjasama dengan GAPKI, berita negatif mengenai kelapa sawit lebih besar yakni 70 persen. Sementara positifnya hanya mencapai 30 persen.

    Seperti diketahui, beberapa waktu lalu beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Internasional selalu berkampanye negatif terhadap kepala sawit dengan alasan lingkungan.

    "Tetapi baru belakangan ini, kami ketahui motifnya juga ekonomi. Mengapa? Karena kelapa sawit ini kalau dibandinkan dengan produk mereka itu sangat kalah jauh dengan kelapa sawit. Ketika kalah bersaing, barulah muncul isu-isu negatif yang memojokkan seputar kelapa sawit, yang sayangnya banyak dari kita mengikuti saja," terangnya.

    Tempat yang sama, Ketua PWI Kaltim, Abdurahman Amin menambahkan, Workshop jurnalistik ini menjadi bagian penting untuk menambah kemampuan dan wawasan teman-teman jurnalis, khususnya di Kaltim.

    Apalagi kata dia, Kaltim termasuk posisi strategis ketika berbicara isu sawit. Dimana sawit ini termasuk yang paling banyak menyokong Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim, selain batu bara.

    "Tapi harus diakui teman-teman jurnalis ini belum sensitif terhadap isu-isu sawit, khususnya di Kaltim. Jadi kegiatan-kegiatan seperti ini memang harus dilakukan secara masif," ungkapnya.

    (Sf/Rs)