Seputar Kaltim

    Cegah ISPA di Tengah Ancaman Asap Kebakaran, 3.850 Masker Dibagikan ke Warga Bontang

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    08 September 2026 pukul 14:25 WITA

    Pembagian 3.850 masker di Bontang untuk cegas dampak kesehatan kemarau. (Foto: Prokompim Bontang)

    Bontang - Ancaman asap kebakaran di tengah musim kemarau membuat masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan perlu mewaspadai gangguan pernapasan. Sebanyak 3.850 masker dibagikan kepada warga di Simpang Lampu Merah Bontang Baru, Senin (7/9/2026).

    Pembagian masker dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bontang dengan menyasar pengendara yang melintas. Sebanyak 3.500 masker medis dan 350 masker kain dibagikan dalam kegiatan tersebut.

    Masker itu merupakan bantuan dari PMI Pusat untuk daerah dalam menghadapi kondisi yang dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, termasuk paparan asap kebakaran dan kualitas udara yang menurun.

    Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM Pemkot Bontang, Lukman, mengatakan penggunaan masker penting bagi masyarakat yang tetap beraktivitas di luar ruangan saat kondisi udara kurang sehat.

    “Ini merupakan langkah antisipasi agar masyarakat terlindungi dari paparan asap maupun udara yang kurang sehat, khususnya di tengah musim kemarau,” ujar Lukman.

    Potensi asap menjadi perhatian karena kondisi kemarau membuat lahan dan vegetasi lebih mudah terbakar. Angin kencang juga dapat mempercepat penyebaran api sehingga kebakaran berpotensi menghasilkan asap yang berdampak ke lingkungan sekitar.

    Meski titik kebakaran di wilayah administratif Bontang masih tergolong minim dibandingkan daerah sekitar, masyarakat tetap diminta mewaspadai munculnya titik api baru.

    Lukman menyoroti kebiasaan membakar sampah sebagai salah satu aktivitas yang berisiko memicu kebakaran saat kondisi kering. Api yang awalnya kecil dapat merambat apabila terkena angin dan menjalar ke area yang mudah terbakar.

    “Jangan membakar sampah, sekecil apa pun,” tegas Lukman.

    Selain berpotensi memicu kebakaran, pembakaran sampah juga menghasilkan asap yang dapat langsung terhirup masyarakat di sekitar lokasi. Karena itu, pencegahan sumber asap dinilai tidak kalah penting dibandingkan penggunaan masker untuk mengurangi paparan.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Cegah ISPA di Tengah Ancaman Asap Kebakaran, 3.850 Masker Dibagikan ke Warga Bontang

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    08 September 2026 pukul 14:25 WITA

    Pembagian 3.850 masker di Bontang untuk cegas dampak kesehatan kemarau. (Foto: Prokompim Bontang)

    Bontang - Ancaman asap kebakaran di tengah musim kemarau membuat masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan perlu mewaspadai gangguan pernapasan. Sebanyak 3.850 masker dibagikan kepada warga di Simpang Lampu Merah Bontang Baru, Senin (7/9/2026).

    Pembagian masker dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bontang dengan menyasar pengendara yang melintas. Sebanyak 3.500 masker medis dan 350 masker kain dibagikan dalam kegiatan tersebut.

    Masker itu merupakan bantuan dari PMI Pusat untuk daerah dalam menghadapi kondisi yang dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, termasuk paparan asap kebakaran dan kualitas udara yang menurun.

    Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM Pemkot Bontang, Lukman, mengatakan penggunaan masker penting bagi masyarakat yang tetap beraktivitas di luar ruangan saat kondisi udara kurang sehat.

    “Ini merupakan langkah antisipasi agar masyarakat terlindungi dari paparan asap maupun udara yang kurang sehat, khususnya di tengah musim kemarau,” ujar Lukman.

    Potensi asap menjadi perhatian karena kondisi kemarau membuat lahan dan vegetasi lebih mudah terbakar. Angin kencang juga dapat mempercepat penyebaran api sehingga kebakaran berpotensi menghasilkan asap yang berdampak ke lingkungan sekitar.

    Meski titik kebakaran di wilayah administratif Bontang masih tergolong minim dibandingkan daerah sekitar, masyarakat tetap diminta mewaspadai munculnya titik api baru.

    Lukman menyoroti kebiasaan membakar sampah sebagai salah satu aktivitas yang berisiko memicu kebakaran saat kondisi kering. Api yang awalnya kecil dapat merambat apabila terkena angin dan menjalar ke area yang mudah terbakar.

    “Jangan membakar sampah, sekecil apa pun,” tegas Lukman.

    Selain berpotensi memicu kebakaran, pembakaran sampah juga menghasilkan asap yang dapat langsung terhirup masyarakat di sekitar lokasi. Karena itu, pencegahan sumber asap dinilai tidak kalah penting dibandingkan penggunaan masker untuk mengurangi paparan.

    (Sf/Lo)