Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris dalam ajang Musda VI Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Bontang. (Foto: Prokompim Bontang)
Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mulai memperkuat kebijakan pendidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif bagi pelajar.
Salah satu langkah yang disebut Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, yakni penerapan pembatasan penggunaan telepon genggam atau HP di sekolah selama jam belajar.
Hal tersebut disampaikan Agus Haris saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) VI Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Bontang di Auditorium Taman 3D, Minggu (20/9/2026).
Agus Haris mengatakan pembatasan penggunaan HP merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung proses pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.
Selain kebijakan tersebut, Pemkot Bontang juga menjalankan sejumlah program pendidikan lainnya, di antaranya bantuan keuangan bagi mahasiswa serta pembagian seragam sekolah gratis kepada pelajar.
Menurutnya, berbagai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Bontang untuk menghadapi tantangan masa depan.
“Ini merupakan upaya memberikan pendampingan kepada masyarakat serta melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan,” ujar Agus Haris.
Agus Haris menyebut pembinaan generasi muda juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi Bontang Sentosa 2045 dan Indonesia Emas 2045.
Dalam kesempatan tersebut, ia menilai PPI memiliki peran dalam membentuk karakter generasi muda. Anggota PPI dinilai telah mendapatkan pembinaan melalui kedisiplinan, kekompakan dan semangat kebangsaan.
Ia berharap Musda VI PPI Kota Bontang dapat menghasilkan program kerja yang sejalan dengan arah pembangunan daerah serta memperkuat kontribusi organisasi dalam pembinaan pemuda.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris dalam ajang Musda VI Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Bontang. (Foto: Prokompim Bontang)
Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mulai memperkuat kebijakan pendidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif bagi pelajar.
Salah satu langkah yang disebut Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, yakni penerapan pembatasan penggunaan telepon genggam atau HP di sekolah selama jam belajar.
Hal tersebut disampaikan Agus Haris saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) VI Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Bontang di Auditorium Taman 3D, Minggu (20/9/2026).
Agus Haris mengatakan pembatasan penggunaan HP merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung proses pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.
Selain kebijakan tersebut, Pemkot Bontang juga menjalankan sejumlah program pendidikan lainnya, di antaranya bantuan keuangan bagi mahasiswa serta pembagian seragam sekolah gratis kepada pelajar.
Menurutnya, berbagai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Bontang untuk menghadapi tantangan masa depan.
“Ini merupakan upaya memberikan pendampingan kepada masyarakat serta melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan,” ujar Agus Haris.
Agus Haris menyebut pembinaan generasi muda juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi Bontang Sentosa 2045 dan Indonesia Emas 2045.
Dalam kesempatan tersebut, ia menilai PPI memiliki peran dalam membentuk karakter generasi muda. Anggota PPI dinilai telah mendapatkan pembinaan melalui kedisiplinan, kekompakan dan semangat kebangsaan.
Ia berharap Musda VI PPI Kota Bontang dapat menghasilkan program kerja yang sejalan dengan arah pembangunan daerah serta memperkuat kontribusi organisasi dalam pembinaan pemuda.
(Sf/Lo)