Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Satpol PP Balikpapan Boedi Liliono saat diwawancarai awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Di bulan suci ramadan, dugaan eksploitasi anak di bawah umur semakin marak terjadi, khususnya di Kota Balikpapan. Hal ini terlihat di beberapa pusat keramaian, terutama di kawasan pasar ramadan dan kafe.
Sejumlah anak-anak diduga dimanfaatkan untuk menjajakan berbagai dagangannya, mulai dari jualan tisu, kerupuk hingga sampai mengemis. Tentu ini menjadi perhatian semua pihak, dalam hal ini dinas terkait.
"Seharusnya anak-anak seperti itu tidak diperbolehkan untuk dijadikan alat untuk mencari uang," ucap Kepala Satpol PP Balikpapan Boedi Liliono kepada awak media, Jum'at (22/3/2024).
Sebagai tindak lanjut, kata dia, pihaknya akan melakukan penyisiran di lokasi-lokasi keramaian guna menertibkan aktivitas tersebut, termasuk mengamankan penarik gerobak sampah yang diduga sering membawa anak-anak.
"Kami melakukan pencarian sambil menertibkan kegiatan-kegiatan malam yang melanggar aturan," jelasnya.
Selain fokus pada pencarian eksploitasi anak, Satpol PP juga akan mengawasi penarik gerobak sampah yang beroperasi di wilayah tersebut. Menurutnya, penertiban akan mengacu pada peraturan daerah yang berlaku.
"Pembinaan akan diberikan kepada pelaku agar tidak mengulangi lagi perbuatannya," terangnya.
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi praktik eksploitasi anak dan menjaga Kota Balikpapan sebagai lingkungan yang aman dan layak untuk anak-anak.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Satpol PP Balikpapan Boedi Liliono saat diwawancarai awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Di bulan suci ramadan, dugaan eksploitasi anak di bawah umur semakin marak terjadi, khususnya di Kota Balikpapan. Hal ini terlihat di beberapa pusat keramaian, terutama di kawasan pasar ramadan dan kafe.
Sejumlah anak-anak diduga dimanfaatkan untuk menjajakan berbagai dagangannya, mulai dari jualan tisu, kerupuk hingga sampai mengemis. Tentu ini menjadi perhatian semua pihak, dalam hal ini dinas terkait.
"Seharusnya anak-anak seperti itu tidak diperbolehkan untuk dijadikan alat untuk mencari uang," ucap Kepala Satpol PP Balikpapan Boedi Liliono kepada awak media, Jum'at (22/3/2024).
Sebagai tindak lanjut, kata dia, pihaknya akan melakukan penyisiran di lokasi-lokasi keramaian guna menertibkan aktivitas tersebut, termasuk mengamankan penarik gerobak sampah yang diduga sering membawa anak-anak.
"Kami melakukan pencarian sambil menertibkan kegiatan-kegiatan malam yang melanggar aturan," jelasnya.
Selain fokus pada pencarian eksploitasi anak, Satpol PP juga akan mengawasi penarik gerobak sampah yang beroperasi di wilayah tersebut. Menurutnya, penertiban akan mengacu pada peraturan daerah yang berlaku.
"Pembinaan akan diberikan kepada pelaku agar tidak mengulangi lagi perbuatannya," terangnya.
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi praktik eksploitasi anak dan menjaga Kota Balikpapan sebagai lingkungan yang aman dan layak untuk anak-anak.
(Sf/Rs)