Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama Disdikbud Kukar, Eryadi. (Foto:M.anshori/seputarfakta.com).
Tenggarong - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan pelaksanaan project penguatan profil Pelajar Pancasila yang menyasar seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kukar.
Pelaksanaan kegiatan diikuti oleh siswa dan siswi SMP serta MTS se-Kukar dan berlangsung selama dua hari, 31 Oktober hingga 1 November 2023.
Kepala Bidang Sekolah Menegah Pertama Disdikbud Kukar, Eryadi mengatakan pelaksanaan project penguatan profil pelajar Pancasila menargetkan seluruh siswa-siswi SMP negeri dan swasta.
"Untuk kepala sekolah dan guru sudah kami berikan materi, sekarang menyasar siswa-siswi," kata Eryadi. Jumlah SMP Negeri yang ditargetkan sebanyak 109 dan untuk Sekolah Swastanya ada 48 sekolah.
"Jadi untuk gelombang pertama sudah dilaksanakan di 40 sekolah dan kini gelombang kedua juga diikuti 40 sekolah. Sedangkan gelombang ketiga Insya Allah akan selesai semua," ungkapnya.
Kegiatan ini, kata dia, diharapkan agar kekerasan maupun perundungan (bullying) di sekolah dapat diminimalisir. Sebab dapat mempengaruhi dan menggangu kejiwaan peserta didik.
"Harapan kita agar kekerasan, perundungan maupun bullying di sekolah, mudah-mudahan tidak terjadi karena berpengaruh sekali terhadap kejiwaan peserta didik kita," harapnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama Disdikbud Kukar, Eryadi. (Foto:M.anshori/seputarfakta.com).
Tenggarong - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan pelaksanaan project penguatan profil Pelajar Pancasila yang menyasar seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kukar.
Pelaksanaan kegiatan diikuti oleh siswa dan siswi SMP serta MTS se-Kukar dan berlangsung selama dua hari, 31 Oktober hingga 1 November 2023.
Kepala Bidang Sekolah Menegah Pertama Disdikbud Kukar, Eryadi mengatakan pelaksanaan project penguatan profil pelajar Pancasila menargetkan seluruh siswa-siswi SMP negeri dan swasta.
"Untuk kepala sekolah dan guru sudah kami berikan materi, sekarang menyasar siswa-siswi," kata Eryadi. Jumlah SMP Negeri yang ditargetkan sebanyak 109 dan untuk Sekolah Swastanya ada 48 sekolah.
"Jadi untuk gelombang pertama sudah dilaksanakan di 40 sekolah dan kini gelombang kedua juga diikuti 40 sekolah. Sedangkan gelombang ketiga Insya Allah akan selesai semua," ungkapnya.
Kegiatan ini, kata dia, diharapkan agar kekerasan maupun perundungan (bullying) di sekolah dapat diminimalisir. Sebab dapat mempengaruhi dan menggangu kejiwaan peserta didik.
"Harapan kita agar kekerasan, perundungan maupun bullying di sekolah, mudah-mudahan tidak terjadi karena berpengaruh sekali terhadap kejiwaan peserta didik kita," harapnya.
(Sf/By)