Cari disini...
Seputar Kaltim
Aktivitas gotong royong di Kecamatan Kuaro (Dok. Polsek Kuaro)
Tanah Grogot - Angisipasi bencana banjir dilakukan oleh Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kuaro dengan mengadakan gotong royong membersihkan selokan, Jumat (3/1/2025).
Kapolsek Kuaro, IPTU Andi Ferial mengatakan pembersihan selokan dilakukan agar tidak ada lagi saluran air tersumbat yang bisa berdampak terjadinya banjir.
Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan kewajiban atau tanggung jawab bersama, sehingga diharapkan masyarakat turut aktif menjaga kebersihan selokan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif menjaga selokan tetap bersih agar terhindar dari banjir,” kata IPTU Andi Ferial.
Camat Kuaro, Finandar Astaman mengatakan gotong royong uang dilakukan sebagai bentuk kepedulian, utamanya untuk kenyamanan dan keselamatan bersama.
Lewat budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia, diharapkan bisa terus berlangsung dan berdampak terhadap kebersihan lingkungan yang terjaga.
“Kegiatan ini memberikan segudang manfaat. Semoga saja budaya ini tetap lestari dan terus dilaksanakan,” kata Finandar.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Aktivitas gotong royong di Kecamatan Kuaro (Dok. Polsek Kuaro)
Tanah Grogot - Angisipasi bencana banjir dilakukan oleh Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kuaro dengan mengadakan gotong royong membersihkan selokan, Jumat (3/1/2025).
Kapolsek Kuaro, IPTU Andi Ferial mengatakan pembersihan selokan dilakukan agar tidak ada lagi saluran air tersumbat yang bisa berdampak terjadinya banjir.
Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan kewajiban atau tanggung jawab bersama, sehingga diharapkan masyarakat turut aktif menjaga kebersihan selokan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif menjaga selokan tetap bersih agar terhindar dari banjir,” kata IPTU Andi Ferial.
Camat Kuaro, Finandar Astaman mengatakan gotong royong uang dilakukan sebagai bentuk kepedulian, utamanya untuk kenyamanan dan keselamatan bersama.
Lewat budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia, diharapkan bisa terus berlangsung dan berdampak terhadap kebersihan lingkungan yang terjaga.
“Kegiatan ini memberikan segudang manfaat. Semoga saja budaya ini tetap lestari dan terus dilaksanakan,” kata Finandar.
(Sf/By)