Cari disini...
Seputar Kaltim
Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Parlindungan Sihotang saat diwawancarai awak media di kantor DPRD Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Parlindungan Sihotang menyoroti maraknya aksi balapan liar di Kota Balikpapan.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sudah sering terjadi di kota-kota besar, bahkan menjadi rutinitas bagi anak muda setiap sabtu malam hingga minggu subuh.
"Seharusnya ini menjadi perhatian bersama, terutama pengawasan dari orang tua," ucap Parlindungan, Senin (22/1/2024).
Dikatakan, pengawasan itu dilakukan mulai dari memberikan arahan-arahan yang baik kepada anak hingga memberikan kegiatan yang bermanfaat.
Kemudian banyaknya anak-anak yang berkumpul hingga pagi juga menjadi perhatian ekstra. Pihak kepolisian dan pemerintah kota melalui instansi terkait juga harus rutin melakukan sweeping.
"Jadi ketika sudah di atas pukul 01.00 WITA, anak-anak yang berkumpul baiknya disuruh pulang ke rumah sebagai salah satu upaya pencegahan aksi balapan liar," akunya.
Namun, kata dia, jika upaya itu belum membuahkan hasil, maka pemerintah dan pihak kepolisian bisa mengarahkan ke tempat-tempat yang bisa memicu ardenali, contohnya mengikuti balapan di sirkuit resmi.
"Karena untuk menunjukkan bakat, mereka bisa mendaftarkan diri kepada komunitas yang menaungi langsung. Itulah yang dapat kami tanggapi," terangnya.
Soal fasilitas sirkuit, dijelaskan, sebelumnya ada sirkuit di kawasan Balikpapan Timur, tapi karena tidak dirawat sehingga terbengkalai.
Untuk itu, perlu adanya perhatian dari pemerintah kota. Ketika membangun sarana tertentu, maka harus memikirkan juga bagaimana perawatannya.
"Jadi semua itu harus dirawat, jangan membangun saja terus ditinggal. Apalagi tidak diarahkan warganya untuk menggunakan pasti sia-sia," paparnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Parlindungan Sihotang saat diwawancarai awak media di kantor DPRD Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Parlindungan Sihotang menyoroti maraknya aksi balapan liar di Kota Balikpapan.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sudah sering terjadi di kota-kota besar, bahkan menjadi rutinitas bagi anak muda setiap sabtu malam hingga minggu subuh.
"Seharusnya ini menjadi perhatian bersama, terutama pengawasan dari orang tua," ucap Parlindungan, Senin (22/1/2024).
Dikatakan, pengawasan itu dilakukan mulai dari memberikan arahan-arahan yang baik kepada anak hingga memberikan kegiatan yang bermanfaat.
Kemudian banyaknya anak-anak yang berkumpul hingga pagi juga menjadi perhatian ekstra. Pihak kepolisian dan pemerintah kota melalui instansi terkait juga harus rutin melakukan sweeping.
"Jadi ketika sudah di atas pukul 01.00 WITA, anak-anak yang berkumpul baiknya disuruh pulang ke rumah sebagai salah satu upaya pencegahan aksi balapan liar," akunya.
Namun, kata dia, jika upaya itu belum membuahkan hasil, maka pemerintah dan pihak kepolisian bisa mengarahkan ke tempat-tempat yang bisa memicu ardenali, contohnya mengikuti balapan di sirkuit resmi.
"Karena untuk menunjukkan bakat, mereka bisa mendaftarkan diri kepada komunitas yang menaungi langsung. Itulah yang dapat kami tanggapi," terangnya.
Soal fasilitas sirkuit, dijelaskan, sebelumnya ada sirkuit di kawasan Balikpapan Timur, tapi karena tidak dirawat sehingga terbengkalai.
Untuk itu, perlu adanya perhatian dari pemerintah kota. Ketika membangun sarana tertentu, maka harus memikirkan juga bagaimana perawatannya.
"Jadi semua itu harus dirawat, jangan membangun saja terus ditinggal. Apalagi tidak diarahkan warganya untuk menggunakan pasti sia-sia," paparnya.
(Sf/By)