Seputar Kaltim

    Cegah Bahaya Judi Online, Wabup Kutim Dukung Kreativitas Pelajar dalam Lomba Videografi

    Penulis:Rusdianto
    07 Oktober 2025 pukul 10:32 WITA

    Wakil Bupati Kutim. Mahyunadi. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, mengingatkan pentingnya melindungi generasi muda di tengah kemajuan teknologi digital.

    Ia menyampaikan saat ini banyak hal yang dapat merusak generasi muda seperti narkoba, pergaulan bebas, radikalisme, hoaks, kejahatan siber, hingga judi online.

    Menurut Mahyunadi, judi online kini menjadi masalah serius dan bahkan sudah menyebabkan kasus bunuh diri di kalangan remaja.

    “Ini harus jadi perhatian kita semua. Judi online sangat berbahaya, bahkan sudah memicu remaja sampai bunuh diri. Maka dari itu, kegiatan positif seperti ini harus terus didukung,” ujar Mahyunadi Senin (6/10/2025).

    Dalam lomba tersebut, para pelajar menampilkan berbagai karya kreatif yang mengangkat isu sosial dan pentingnya kepedulian di masyarakat. Mahyunadi mengaku bangga melihat semangat pelajar yang berani menyuarakan hal-hal positif.

    Ia berharap lomba seperti ini bisa digelar setiap tahun dan menjadi agenda tetap Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutim. Ia juga mengusulkan agar hadiah untuk para pemenang ditingkatkan.

    “Saya minta ke Kesbangpol supaya kegiatan ini diadakan lagi tahun depan, dan jadi agenda rutin. Kalau bisa, hadiah juara satu jangan cuma Rp7 juta, tapi naik jadi di atas Rp10 juta,” katanya.

    Mahyunadi menambahkan, semakin besar nilai hadiah, maka semakin tinggi pula nilai kegiatan ini bagi peserta dan masyarakat. Ia juga mendorong agar kegiatan ke depan melibatkan lebih banyak pihak.

    “Kalau hadiahnya besar, anak-anak makin semangat. Kita jangan pelit sama anak-anak yang mau berkreasi,” tambahnya.

    Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan visi pembangunan Kutim, yaitu mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, kreatif, dan tahan terhadap pengaruh buruk.

    Kegiatan ini diharapkan terus dilaksanakan agar anak-anak muda punya ruang positif untuk berekspresi dan berkembang.

    Di sisi lain, Kepala Badan Kesbangpol Kutim, Tejo Yuwono, menjelaskan bahwa lomba videografi kewaspadaan ini merupakan kegiatan baru yang pertama kali dilaksanakan oleh Kesbangpol tahun ini. Lomba ini merupakan sebuah inovasi dari Kesbangpol, yang selama ini jarang bersentuhan dengan kegiatan seperti ini.

    “Insya Allah, atas imbauan dari Pak Wakil Bupati, kegiatan ini akan menjadi agenda rutin Kesbangpol ke depannya. Ini adalah langkah baru yang positif dan inovatif untuk melibatkan generasi muda dalam hal-hal yang bermanfaat,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Cegah Bahaya Judi Online, Wabup Kutim Dukung Kreativitas Pelajar dalam Lomba Videografi

    Penulis:Rusdianto
    07 Oktober 2025 pukul 10:32 WITA

    Wakil Bupati Kutim. Mahyunadi. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, mengingatkan pentingnya melindungi generasi muda di tengah kemajuan teknologi digital.

    Ia menyampaikan saat ini banyak hal yang dapat merusak generasi muda seperti narkoba, pergaulan bebas, radikalisme, hoaks, kejahatan siber, hingga judi online.

    Menurut Mahyunadi, judi online kini menjadi masalah serius dan bahkan sudah menyebabkan kasus bunuh diri di kalangan remaja.

    “Ini harus jadi perhatian kita semua. Judi online sangat berbahaya, bahkan sudah memicu remaja sampai bunuh diri. Maka dari itu, kegiatan positif seperti ini harus terus didukung,” ujar Mahyunadi Senin (6/10/2025).

    Dalam lomba tersebut, para pelajar menampilkan berbagai karya kreatif yang mengangkat isu sosial dan pentingnya kepedulian di masyarakat. Mahyunadi mengaku bangga melihat semangat pelajar yang berani menyuarakan hal-hal positif.

    Ia berharap lomba seperti ini bisa digelar setiap tahun dan menjadi agenda tetap Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutim. Ia juga mengusulkan agar hadiah untuk para pemenang ditingkatkan.

    “Saya minta ke Kesbangpol supaya kegiatan ini diadakan lagi tahun depan, dan jadi agenda rutin. Kalau bisa, hadiah juara satu jangan cuma Rp7 juta, tapi naik jadi di atas Rp10 juta,” katanya.

    Mahyunadi menambahkan, semakin besar nilai hadiah, maka semakin tinggi pula nilai kegiatan ini bagi peserta dan masyarakat. Ia juga mendorong agar kegiatan ke depan melibatkan lebih banyak pihak.

    “Kalau hadiahnya besar, anak-anak makin semangat. Kita jangan pelit sama anak-anak yang mau berkreasi,” tambahnya.

    Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan visi pembangunan Kutim, yaitu mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, kreatif, dan tahan terhadap pengaruh buruk.

    Kegiatan ini diharapkan terus dilaksanakan agar anak-anak muda punya ruang positif untuk berekspresi dan berkembang.

    Di sisi lain, Kepala Badan Kesbangpol Kutim, Tejo Yuwono, menjelaskan bahwa lomba videografi kewaspadaan ini merupakan kegiatan baru yang pertama kali dilaksanakan oleh Kesbangpol tahun ini. Lomba ini merupakan sebuah inovasi dari Kesbangpol, yang selama ini jarang bersentuhan dengan kegiatan seperti ini.

    “Insya Allah, atas imbauan dari Pak Wakil Bupati, kegiatan ini akan menjadi agenda rutin Kesbangpol ke depannya. Ini adalah langkah baru yang positif dan inovatif untuk melibatkan generasi muda dalam hal-hal yang bermanfaat,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)