Seputar Kaltim

    Cegah Anemia Sejak Dini, Dinkes Kutim Bagikan Tablet Tambah Darah untuk Remaja

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    16 Agustus 2025 pukul 11:55 WITA

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur (Dinkes Kutim) rutin membagikan Tablet Tambah Darah (TTD) kepada para remaja guna mencegah anemia sejak dini. 

    Program ini bertujuan untuk mencegah anemia serta kekurangan zat besi yang bisa berdampak pada kesehatan jangka panjang, termasuk saat masa kehamilan kelak. 

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kutim, Sumarno menjelaskan program ini tidak hanya menyasar siswa SMA, tetapi seluruh remaja yang berada di Kutim.

    “Harapannya dengan diberikan tablet tambah darah, anak-anak menjadi sehat dan terhindar dari kekurangan zat besi,” jelas Sumarno.

    Ia menambahkan konsumsi TTD ini juga menjadi investasi kesehatan untuk masa depan. “Kalau mereka nanti sudah berkeluarga, harapannya bisa melahirkan anak yang sehat karena tidak mengalami anemia sejak remaja,” ujarnya.

    Ia menjelaskan untuk mekanisme distribusi, Dinkes bekerja sama dengan Puskesmas di seluruh Kutim. TTD disalurkan ke sekolah-sekolah melalui petugas puskesmas yang bertugas pada program kesehatan usia reproduktif.

    “Semua anak remaja diberikan untuk yang sudah menjadi calon pengantin (catin) akan dilakukan pemeriksaan kadar Hemoglobin (Hb) lebih lanjut,” terang Sumarno.

    Terkait dosis, tablet diberikan setiap hari, tetapi jika hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar Hb rendah, maka kasus tersebut akan dilaporkan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

    Untuk memastikan tablet dikonsumsi secara rutin, Dinkes melakukan pemantauan melalui para guru di sekolah.

    “Kami melakukan penyuluhan terlebih dahulu agar anak-anak paham manfaatnya. Harapannya mereka sadar bahwa ini penting untuk kesehatan mereka sendiri,” katanya.

    Meski sudah berjalan cukup lama, program ini tetap menghadapi tantangan. Salah satunya adalah efek samping seperti rasa mual yang bisa timbul setelah mengonsumsi tablet.

    “Obat ini ada efek sampingnya karena itu, penyuluhan penting dilakukan sebelum pemberian. Kami edukasi dulu agar anak-anak tidak takut minum tablet tambah darah,” jelasnya.

    Program ini juga tidak hanya menyasar kawasan perkotaan. Daerah-daerah pedalaman di Kutim turut menjadi sasaran distribusi.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Cegah Anemia Sejak Dini, Dinkes Kutim Bagikan Tablet Tambah Darah untuk Remaja

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    16 Agustus 2025 pukul 11:55 WITA

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur (Dinkes Kutim) rutin membagikan Tablet Tambah Darah (TTD) kepada para remaja guna mencegah anemia sejak dini. 

    Program ini bertujuan untuk mencegah anemia serta kekurangan zat besi yang bisa berdampak pada kesehatan jangka panjang, termasuk saat masa kehamilan kelak. 

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kutim, Sumarno menjelaskan program ini tidak hanya menyasar siswa SMA, tetapi seluruh remaja yang berada di Kutim.

    “Harapannya dengan diberikan tablet tambah darah, anak-anak menjadi sehat dan terhindar dari kekurangan zat besi,” jelas Sumarno.

    Ia menambahkan konsumsi TTD ini juga menjadi investasi kesehatan untuk masa depan. “Kalau mereka nanti sudah berkeluarga, harapannya bisa melahirkan anak yang sehat karena tidak mengalami anemia sejak remaja,” ujarnya.

    Ia menjelaskan untuk mekanisme distribusi, Dinkes bekerja sama dengan Puskesmas di seluruh Kutim. TTD disalurkan ke sekolah-sekolah melalui petugas puskesmas yang bertugas pada program kesehatan usia reproduktif.

    “Semua anak remaja diberikan untuk yang sudah menjadi calon pengantin (catin) akan dilakukan pemeriksaan kadar Hemoglobin (Hb) lebih lanjut,” terang Sumarno.

    Terkait dosis, tablet diberikan setiap hari, tetapi jika hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar Hb rendah, maka kasus tersebut akan dilaporkan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

    Untuk memastikan tablet dikonsumsi secara rutin, Dinkes melakukan pemantauan melalui para guru di sekolah.

    “Kami melakukan penyuluhan terlebih dahulu agar anak-anak paham manfaatnya. Harapannya mereka sadar bahwa ini penting untuk kesehatan mereka sendiri,” katanya.

    Meski sudah berjalan cukup lama, program ini tetap menghadapi tantangan. Salah satunya adalah efek samping seperti rasa mual yang bisa timbul setelah mengonsumsi tablet.

    “Obat ini ada efek sampingnya karena itu, penyuluhan penting dilakukan sebelum pemberian. Kami edukasi dulu agar anak-anak tidak takut minum tablet tambah darah,” jelasnya.

    Program ini juga tidak hanya menyasar kawasan perkotaan. Daerah-daerah pedalaman di Kutim turut menjadi sasaran distribusi.

    (Sf/Lo)