Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan Irfan Taufiq. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Beberapa waktu lalu sempat viral video aksi perundungan di SMP Negeri 13 Balikpapan. Mengenai hal itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan melakukan sejumlah evaluasi dan langkah-langkah preventif untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufiq mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan adalah memaksimalkan peran Tim Penanganan Pencegahan Kekerasan (TPPK) di setiap sekolah yang telah dibentuk.
“Kami mengumpulkan seluruh tenaga pendidikan di SMP Negeri 13 untuk membahas langkah-langkah konkret yang harus diambil guna mencegah perundungan dan bullying di sekolah,” ucap Irfan kepada awak media, Rabu (6/3/2024).
Ia menjelaskan, bahwa sebelum kejadian perundungan terjadi, pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipasi, termasuk membentuk TPPK di seluruh sekolah di Balikpapan dengan melibatkan masyarakat sekitar.
“Kami juga melibatkan siswa-siswi dari berbagai organisasi intra-sekolah seperti Osis dan Pramuka untuk bersama-sama menjaga keamanan di sekolah,” terangnya.
Di sisi lain, Irfan mengapresiasi langkah SMP Negeri 13 yang membuat ikrar atau janji siswa-siswi sebagai upaya untuk meningkatkan solidaritas di antara para pelajar.
“Upaya ini dapat membakar semangat para siswa untuk bersatu dan tidak membully sesama,” terangnya.
Bahkan ia memastikan kasus perundungan di SMP Negeri 13 telah ditangani pihak Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Balikpapan, dengan semua pihak yang terlibat menandatangani surat damai.
Namun, Irfan juga mengingatkan agar masyarakat berhenti mengirim video perundungan karena kasus tersebut sudah ditangani dan diselesaikan secara hukum.
“Saya juga mengajak guru dan tenaga pendidik di Kota Balikpapan untuk mengingatkan siswa-siswa agar bijak dalam menggunakan media sosial dan berhati-hati dalam menyebarkan konten yang dapat menimbulkan reaksi berlebihan,” tuturnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan Irfan Taufiq. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Beberapa waktu lalu sempat viral video aksi perundungan di SMP Negeri 13 Balikpapan. Mengenai hal itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan melakukan sejumlah evaluasi dan langkah-langkah preventif untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufiq mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan adalah memaksimalkan peran Tim Penanganan Pencegahan Kekerasan (TPPK) di setiap sekolah yang telah dibentuk.
“Kami mengumpulkan seluruh tenaga pendidikan di SMP Negeri 13 untuk membahas langkah-langkah konkret yang harus diambil guna mencegah perundungan dan bullying di sekolah,” ucap Irfan kepada awak media, Rabu (6/3/2024).
Ia menjelaskan, bahwa sebelum kejadian perundungan terjadi, pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipasi, termasuk membentuk TPPK di seluruh sekolah di Balikpapan dengan melibatkan masyarakat sekitar.
“Kami juga melibatkan siswa-siswi dari berbagai organisasi intra-sekolah seperti Osis dan Pramuka untuk bersama-sama menjaga keamanan di sekolah,” terangnya.
Di sisi lain, Irfan mengapresiasi langkah SMP Negeri 13 yang membuat ikrar atau janji siswa-siswi sebagai upaya untuk meningkatkan solidaritas di antara para pelajar.
“Upaya ini dapat membakar semangat para siswa untuk bersatu dan tidak membully sesama,” terangnya.
Bahkan ia memastikan kasus perundungan di SMP Negeri 13 telah ditangani pihak Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Balikpapan, dengan semua pihak yang terlibat menandatangani surat damai.
Namun, Irfan juga mengingatkan agar masyarakat berhenti mengirim video perundungan karena kasus tersebut sudah ditangani dan diselesaikan secara hukum.
“Saya juga mengajak guru dan tenaga pendidik di Kota Balikpapan untuk mengingatkan siswa-siswa agar bijak dalam menggunakan media sosial dan berhati-hati dalam menyebarkan konten yang dapat menimbulkan reaksi berlebihan,” tuturnya.
(Sf/Rs)