Cari disini...
Seputar Kaltim
Proses pencarian korban diduga diterkam buaya di Batu Engau. (Foto: Humas Polres Paser)
Tana Paser - Seorang petani bernama Handayani (59), warga Desa Sidomukti, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, dilaporkan hilang diduga diterkam buaya di anak Sungai Tabru, Areal Kebun MTBE 1 PT Pradiksi Gunatama, Desa Tabru Paser Damai, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (16/10/2026) sekira pukul 16.30 WITA. Saat itu, korban diketahui berada di tepi anak sungai untuk mencari umpan pancing.
Kejadian pertama kali diketahui oleh saksi bernama Yusman (50), warga Desa Tabru Paser Damai. Saksi saat itu sedang memberi makan ikan di kolam yang berjarak sekitar 30 meter dari lokasi kejadian.
Saksi mendengar suara teriakan minta tolong berulang kali dari arah tepi anak sungai. Saksi kemudian berteriak menanyakan kejadian tersebut dari kejauhan dan segera mencari sumber suara.
Setelah mengetahui adanya kejadian tersebut, saksi melaporkan insiden itu kepada petugas keamanan PT Pradiksi Gunatama. Laporan kemudian diteruskan ke pihak kepolisian.
Polsek Batu Engau menerima laporan awal mengenai peristiwa tersebut pada Minggu sore sekira pukul 18.00 WITA.
"Benar, kami menerima laporan warga diduga diterkam buaya pada Jumat sore," kata Kapolsek Batu Engkau, AKP Yudi Ismanto, Sabtu (17/10/2026).
Setelah mendapat laporan tersebut, pihaknya menurunkan petugas kelapangan yang tiba di lokasi pada pukul 18.00 WITA dan langsung berkoordinasi dengan pihak perusahaan serta warga setempat untuk melakukan tindakan pencarian.
"Petugas langsung menuju lokasi kejadian bersama personel piket begitu menerima laporan dari masyarakat untuk berkoordinasi dan memulai pencarian," tambahnya.
Pencarian korban dilakukan secara gabungan oleh Tim Polsek Batu Engau, tim keamanan PT Pradiksi Gunatama dan warga sekitar menggunakan sarana perahu milik warga.
Di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga milik korban. Barang bukti tersebut meliputi sebilah parang, satu unit sepeda motor, sepasang sandal jepit merk Swallow, serta alat pancing.
Upaya pencarian sempat dihentikan sementara pada pukul 21.00 WITA karena kondisi lokasi yang tidak memungkinkan dan mempertimbangkan faktor keselamatan tim.
"Upaya pencarian kemarin kami hentikan sementara pada pukul 21.00 WITA karena kondisi lokasi tidak memungkinkan dan mempertimbangkan keselamatan tim. Pencarian kembali dilanjutkan pada pagi tadi sekitar pukul 07.00 WITA," tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Proses pencarian korban diduga diterkam buaya di Batu Engau. (Foto: Humas Polres Paser)
Tana Paser - Seorang petani bernama Handayani (59), warga Desa Sidomukti, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, dilaporkan hilang diduga diterkam buaya di anak Sungai Tabru, Areal Kebun MTBE 1 PT Pradiksi Gunatama, Desa Tabru Paser Damai, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (16/10/2026) sekira pukul 16.30 WITA. Saat itu, korban diketahui berada di tepi anak sungai untuk mencari umpan pancing.
Kejadian pertama kali diketahui oleh saksi bernama Yusman (50), warga Desa Tabru Paser Damai. Saksi saat itu sedang memberi makan ikan di kolam yang berjarak sekitar 30 meter dari lokasi kejadian.
Saksi mendengar suara teriakan minta tolong berulang kali dari arah tepi anak sungai. Saksi kemudian berteriak menanyakan kejadian tersebut dari kejauhan dan segera mencari sumber suara.
Setelah mengetahui adanya kejadian tersebut, saksi melaporkan insiden itu kepada petugas keamanan PT Pradiksi Gunatama. Laporan kemudian diteruskan ke pihak kepolisian.
Polsek Batu Engau menerima laporan awal mengenai peristiwa tersebut pada Minggu sore sekira pukul 18.00 WITA.
"Benar, kami menerima laporan warga diduga diterkam buaya pada Jumat sore," kata Kapolsek Batu Engkau, AKP Yudi Ismanto, Sabtu (17/10/2026).
Setelah mendapat laporan tersebut, pihaknya menurunkan petugas kelapangan yang tiba di lokasi pada pukul 18.00 WITA dan langsung berkoordinasi dengan pihak perusahaan serta warga setempat untuk melakukan tindakan pencarian.
"Petugas langsung menuju lokasi kejadian bersama personel piket begitu menerima laporan dari masyarakat untuk berkoordinasi dan memulai pencarian," tambahnya.
Pencarian korban dilakukan secara gabungan oleh Tim Polsek Batu Engau, tim keamanan PT Pradiksi Gunatama dan warga sekitar menggunakan sarana perahu milik warga.
Di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga milik korban. Barang bukti tersebut meliputi sebilah parang, satu unit sepeda motor, sepasang sandal jepit merk Swallow, serta alat pancing.
Upaya pencarian sempat dihentikan sementara pada pukul 21.00 WITA karena kondisi lokasi yang tidak memungkinkan dan mempertimbangkan faktor keselamatan tim.
"Upaya pencarian kemarin kami hentikan sementara pada pukul 21.00 WITA karena kondisi lokasi tidak memungkinkan dan mempertimbangkan keselamatan tim. Pencarian kembali dilanjutkan pada pagi tadi sekitar pukul 07.00 WITA," tutupnya.
(Sf/Rs)