Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua Percasi Kalimantan Timur, Akhmad Reza Fachlevi. (Foto:M.Anshori/Seputarfakta.com).
Tenggarong - Sebanyak 99 pecatur dari berbagai daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) mengikuti kejuaraan bertajuk Kutai Kartanegara Open Chess 2023, yang diselenggarakan oleh Pengprov Percasi Kaltim di Rumah Besar, Kecamatan Tenggarong, Kukar, Sabtu (12/8/2023).
Kejuaraan yang berlangsung sehari ini dibuka langsung Ketua Percasi Kaltim, Akhmad Reza Fachlevi.
Reza mengatakan melalui open turnamen ini diharapkan akan muncul atlet baru yang nantinya bisa diseleksi untuk persiapan kejuaraan caro yang bergengsi, seperti level Nasional.
"Kejuaraan ini dilakukan untuk mencari bibit bibit atlet di Kaltim dan menjalin silaturahmi sesama player catur," kata Reza Fahlevi.
Pihaknya sangat mendukung adanya kejuaraan ini, sehingga akan muncul pecatur-pecatur yang bisa menjadi atlet Kaltim ke depannya.
"Ini salah satu olahraga yang banyak di gemari oleh masyarakat, mulai dari tingkat rt, desa, kelurahan, kecamatan, bahkan ada atlet kita yang sudah menghasilkan di Pon Papua 2021 kemarin,"ungkapnya.
Reza berharap turnamen tersebut akan dilanjutkan ke daerah-daerah lain. "Kemudian nanti Insya Allah akan dilaksanakan di setiap kecamatan di Kukar," ucapnya.
Diketahui, turnamen tersebut rutin dilakukan setiap tahun. "Karena tekad dan niat, kalau bisa di 2024 itu akan diadakan lagi," tutupnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua Percasi Kalimantan Timur, Akhmad Reza Fachlevi. (Foto:M.Anshori/Seputarfakta.com).
Tenggarong - Sebanyak 99 pecatur dari berbagai daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) mengikuti kejuaraan bertajuk Kutai Kartanegara Open Chess 2023, yang diselenggarakan oleh Pengprov Percasi Kaltim di Rumah Besar, Kecamatan Tenggarong, Kukar, Sabtu (12/8/2023).
Kejuaraan yang berlangsung sehari ini dibuka langsung Ketua Percasi Kaltim, Akhmad Reza Fachlevi.
Reza mengatakan melalui open turnamen ini diharapkan akan muncul atlet baru yang nantinya bisa diseleksi untuk persiapan kejuaraan caro yang bergengsi, seperti level Nasional.
"Kejuaraan ini dilakukan untuk mencari bibit bibit atlet di Kaltim dan menjalin silaturahmi sesama player catur," kata Reza Fahlevi.
Pihaknya sangat mendukung adanya kejuaraan ini, sehingga akan muncul pecatur-pecatur yang bisa menjadi atlet Kaltim ke depannya.
"Ini salah satu olahraga yang banyak di gemari oleh masyarakat, mulai dari tingkat rt, desa, kelurahan, kecamatan, bahkan ada atlet kita yang sudah menghasilkan di Pon Papua 2021 kemarin,"ungkapnya.
Reza berharap turnamen tersebut akan dilanjutkan ke daerah-daerah lain. "Kemudian nanti Insya Allah akan dilaksanakan di setiap kecamatan di Kukar," ucapnya.
Diketahui, turnamen tersebut rutin dilakukan setiap tahun. "Karena tekad dan niat, kalau bisa di 2024 itu akan diadakan lagi," tutupnya.
(Sf/By)