Cari disini...
Seputar Kaltim
PKBI Kaltim laksanakan kegiatan Ramadan Ceria membagikan baju layak pakai. (Sf/Rs)
Samarinda - Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki cara unik dalam berbagi kebahagiaan di Ramadan 2025 ini.
Melalui program tahunan Ramadan Ceria, PKBI tidak membagikan makanan atau donasi uang, melainkan pakaian layak pakai.
Program ini diinisiasi Youth Center Cipta Ceria Etam, organisasi remaja di bawah naungan PKBI Kaltim.
Koordinator Youth Center Cipta Ceria Etam, Suparman Yulianto Sinamo, menjelaskan, Ramadan Ceria adalah kegiatan tahunan yang selalu dinanti.
"Kami memilih berbagi pakaian layak pakai karena kami ingin memberikan sesuatu yang berbeda dan lebih bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama untuk menyambut Idulfitri," ujar Suparman, Sabtu (22/3/2025).
Kegiatan Ramadan Ceria tahun ini merupakan kali kedelapan yang diadakan oleh PKBI Kaltim.
Sejak pagi hingga sore, tepatnya pukul 08.00 hingga 16.00 WITA, masyarakat antusias mendatangi lokasi pembagian pakaian.
Panitia membuka dua sesi pembagian, yaitu sesi pagi (08.00-12.00 WITA) dan sesi siang (13.00-16.00 WITA) untuk mengakomodasi banyaknya penerima manfaat.
Guna memastikan pembagian tepat sasaran, PKBI Kaltim menyebarkan 400 kupon kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kupon-kupon tersebut didistribusikan melalui ketua RT di sekitar kantor PKBI, serta dibagikan langsung kepada penyapu jalanan dan pedagang kaki lima.
"Kami juga memberikan kupon kepada relawan PKBI untuk dibagikan kepada keluarga atau tetangga mereka yang membutuhkan," tambahnya.
Setiap kupon yang ditukarkan, penerima manfaat berhak mendapatkan 10 potong pakaian layak pakai.
Selain itu, mereka juga mendapatkan bonus 3 potong pakaian tambahan, yang terdiri dari jilbab, boneka, bantal bayi, atau seragam sekolah.
"Kami sangat bersyukur karena tahun ini banyak donasi jilbab, boneka, bantal bayi, dan seragam sekolah, sehingga kami bisa menambahkannya sebagai bonus," ungkapnya.
Proses pengumpulan pakaian layak pakai dilakukan melalui open donasi. Masyarakat dapat mengantarkan langsung pakaian mereka ke kantor PKBI atau meminta penjemputan, terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar area PKBI.
Setiap pakaian yang diterima disortir dengan teliti untuk memastikan kondisinya layak pakai. "Kami memisahkan pakaian yang masih bagus dan layak pakai dari pakaian yang sudah rusak atau kotor," jelasnya.
Pakaian yang layak pakai kemudian dilipat rapi dan dikelompokkan berdasarkan jenis dan ukuran.
Sri Jumiarti, salah satu penerima manfaat, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan pakaian yang diterimanya.
"Alhamdulillah, saya mendapatkan gamis yang bagus untuk dipakai saat Lebaran dan pengajian," ujarnya dengan wajah sumringah.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

PKBI Kaltim laksanakan kegiatan Ramadan Ceria membagikan baju layak pakai. (Sf/Rs)
Samarinda - Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki cara unik dalam berbagi kebahagiaan di Ramadan 2025 ini.
Melalui program tahunan Ramadan Ceria, PKBI tidak membagikan makanan atau donasi uang, melainkan pakaian layak pakai.
Program ini diinisiasi Youth Center Cipta Ceria Etam, organisasi remaja di bawah naungan PKBI Kaltim.
Koordinator Youth Center Cipta Ceria Etam, Suparman Yulianto Sinamo, menjelaskan, Ramadan Ceria adalah kegiatan tahunan yang selalu dinanti.
"Kami memilih berbagi pakaian layak pakai karena kami ingin memberikan sesuatu yang berbeda dan lebih bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama untuk menyambut Idulfitri," ujar Suparman, Sabtu (22/3/2025).
Kegiatan Ramadan Ceria tahun ini merupakan kali kedelapan yang diadakan oleh PKBI Kaltim.
Sejak pagi hingga sore, tepatnya pukul 08.00 hingga 16.00 WITA, masyarakat antusias mendatangi lokasi pembagian pakaian.
Panitia membuka dua sesi pembagian, yaitu sesi pagi (08.00-12.00 WITA) dan sesi siang (13.00-16.00 WITA) untuk mengakomodasi banyaknya penerima manfaat.
Guna memastikan pembagian tepat sasaran, PKBI Kaltim menyebarkan 400 kupon kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kupon-kupon tersebut didistribusikan melalui ketua RT di sekitar kantor PKBI, serta dibagikan langsung kepada penyapu jalanan dan pedagang kaki lima.
"Kami juga memberikan kupon kepada relawan PKBI untuk dibagikan kepada keluarga atau tetangga mereka yang membutuhkan," tambahnya.
Setiap kupon yang ditukarkan, penerima manfaat berhak mendapatkan 10 potong pakaian layak pakai.
Selain itu, mereka juga mendapatkan bonus 3 potong pakaian tambahan, yang terdiri dari jilbab, boneka, bantal bayi, atau seragam sekolah.
"Kami sangat bersyukur karena tahun ini banyak donasi jilbab, boneka, bantal bayi, dan seragam sekolah, sehingga kami bisa menambahkannya sebagai bonus," ungkapnya.
Proses pengumpulan pakaian layak pakai dilakukan melalui open donasi. Masyarakat dapat mengantarkan langsung pakaian mereka ke kantor PKBI atau meminta penjemputan, terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar area PKBI.
Setiap pakaian yang diterima disortir dengan teliti untuk memastikan kondisinya layak pakai. "Kami memisahkan pakaian yang masih bagus dan layak pakai dari pakaian yang sudah rusak atau kotor," jelasnya.
Pakaian yang layak pakai kemudian dilipat rapi dan dikelompokkan berdasarkan jenis dan ukuran.
Sri Jumiarti, salah satu penerima manfaat, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan pakaian yang diterimanya.
"Alhamdulillah, saya mendapatkan gamis yang bagus untuk dipakai saat Lebaran dan pengajian," ujarnya dengan wajah sumringah.
(Sf/By)