Seputar Kaltim

    Capaian Investasi PPU Baru Rp501,69 Miliar dari Target Rp3,3 Triliun, DPMPTSP Soroti Perlambatan IKN

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    27 Agustus 2026 pukul 13:47 WITA

    Kepala DPMPTSP Kabupaten PPU, Amrullah. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)


    Penajam - Target investasi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebesar Rp3,3 triliun pada 2026 masih jauh dari jangkauan. Hingga semester I, realisasi investasi baru mencapai Rp501,69 miliar atau 15,08 persen dari target tahunan.

    Angka tersebut merupakan akumulasi realisasi investasi periode Januari-Juni 2026. Sebelumnya, pada Triwulan I, investasi yang tercatat baru Rp136,19 miliar.

    Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) PPU, Amrullah, mengatakan capaian tersebut menunjukkan laju investasi daerah masih tertinggal dari target yang ditetapkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melalui Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

    "Realisasi sampai semester pertama baru Rp501,69 miliar, atau sekitar 15,08 persen dari target Rp3,3 triliun," kata Amrullah, Kamis (27/8/2026).

    Rendahnya capaian investasi salah satunya dipengaruhi perlambatan pembangunan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Aktivitas investasi yang berkaitan dengan pembangunan IKN selama ini menjadi salah satu penopang investasi di PPU.

    Di sisi lain, angka investasi yang tercatat juga masih dipengaruhi kepatuhan perusahaan dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). 

    Sejumlah perusahaan belum melaporkan kegiatan usahanya sehingga nilai investasinya belum tercatat dalam sistem.

    DPMPTSP PPU kemudian melakukan monitoring dan pendampingan agar perusahaan memenuhi kewajiban pelaporan tersebut.

    "Kami terus melakukan monitoring dan pendampingan terhadap perusahaan yang belum melaporkan LKPM. Mungkin  dengan upaya tersebut ada kenaikan sekitar 10 persen," ujarnya.

    Menurut Amrullah, sebagian perusahaan cenderung baru melaporkan perkembangan kegiatan usahanya menjelang akhir tahun. Pola pelaporan tersebut membuat realisasi investasi pada semester awal belum menjadi gambaran akhir capaian tahunan.

    Meski waktu pelaporan masih berjalan, Amrullah mengakui target Rp3,3 triliun tahun ini cukup berat untuk dicapai. 

    Catatan investasi PPU pada 2025 juga menunjukkan capaian yang masih jauh dari target.

    Pada 2025, realisasi investasi PPU tercatat Rp1,67 triliun atau 30,87 persen dari target Rp4,5 triliun. Kondisi itu berbeda dengan 2024 ketika realisasi investasi justru menembus Rp3,7 triliun, melampaui target Rp2,5 triliun.

    Untuk 2026, sektor jasa menjadi salah satu penyumbang investasi melalui Rumah Sakit Hermina dan Rumah Sakit Mayapada di kawasan IKN dengan nilai investasi Rp173,41 miliar.

    "Selain jasa yang berkaitan dengan proyek IKN, sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan juga menjadi sektor yang cukup potensial menyumbang investasi di PPU," tambahnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Capaian Investasi PPU Baru Rp501,69 Miliar dari Target Rp3,3 Triliun, DPMPTSP Soroti Perlambatan IKN

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    27 Agustus 2026 pukul 13:47 WITA

    Kepala DPMPTSP Kabupaten PPU, Amrullah. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)


    Penajam - Target investasi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebesar Rp3,3 triliun pada 2026 masih jauh dari jangkauan. Hingga semester I, realisasi investasi baru mencapai Rp501,69 miliar atau 15,08 persen dari target tahunan.

    Angka tersebut merupakan akumulasi realisasi investasi periode Januari-Juni 2026. Sebelumnya, pada Triwulan I, investasi yang tercatat baru Rp136,19 miliar.

    Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) PPU, Amrullah, mengatakan capaian tersebut menunjukkan laju investasi daerah masih tertinggal dari target yang ditetapkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melalui Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

    "Realisasi sampai semester pertama baru Rp501,69 miliar, atau sekitar 15,08 persen dari target Rp3,3 triliun," kata Amrullah, Kamis (27/8/2026).

    Rendahnya capaian investasi salah satunya dipengaruhi perlambatan pembangunan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Aktivitas investasi yang berkaitan dengan pembangunan IKN selama ini menjadi salah satu penopang investasi di PPU.

    Di sisi lain, angka investasi yang tercatat juga masih dipengaruhi kepatuhan perusahaan dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). 

    Sejumlah perusahaan belum melaporkan kegiatan usahanya sehingga nilai investasinya belum tercatat dalam sistem.

    DPMPTSP PPU kemudian melakukan monitoring dan pendampingan agar perusahaan memenuhi kewajiban pelaporan tersebut.

    "Kami terus melakukan monitoring dan pendampingan terhadap perusahaan yang belum melaporkan LKPM. Mungkin  dengan upaya tersebut ada kenaikan sekitar 10 persen," ujarnya.

    Menurut Amrullah, sebagian perusahaan cenderung baru melaporkan perkembangan kegiatan usahanya menjelang akhir tahun. Pola pelaporan tersebut membuat realisasi investasi pada semester awal belum menjadi gambaran akhir capaian tahunan.

    Meski waktu pelaporan masih berjalan, Amrullah mengakui target Rp3,3 triliun tahun ini cukup berat untuk dicapai. 

    Catatan investasi PPU pada 2025 juga menunjukkan capaian yang masih jauh dari target.

    Pada 2025, realisasi investasi PPU tercatat Rp1,67 triliun atau 30,87 persen dari target Rp4,5 triliun. Kondisi itu berbeda dengan 2024 ketika realisasi investasi justru menembus Rp3,7 triliun, melampaui target Rp2,5 triliun.

    Untuk 2026, sektor jasa menjadi salah satu penyumbang investasi melalui Rumah Sakit Hermina dan Rumah Sakit Mayapada di kawasan IKN dengan nilai investasi Rp173,41 miliar.

    "Selain jasa yang berkaitan dengan proyek IKN, sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan juga menjadi sektor yang cukup potensial menyumbang investasi di PPU," tambahnya.

    (Sf/Rs)