Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Kaltim, Dasmiah. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui program pendidikan gratis atau yang biasa disebut Gratispol, untuk Mahasiswa Luar Daerah resmi ditetapkan sebanyak 691 penerima beasiswa untuk tahun anggaran ini.
Keputusan ini diambil setelah ketersediaan kuota tidak terpenuhi penuh, memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang memenuhi syarat standar minimal.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Kaltim, Dasmiah, menjelaskan bahwa alokasi awal beasiswa luar daerah ditargetkan untuk 863 orang.
Namun, karena hanya 691 pendaftar yang memenuhi syarat, Pemprov memutuskan untuk memberikan bantuan kepada seluruh mahasiswa tersebut demi memastikan anggaran terserap dan akses pendidikan tidak terhambat.
"Kami berikan beasiswa kepada hampir semua yang memenuhi syarat," kata Dasmiah di Samarinda, Senin (24/11/2025).
"Ketentuan minimal yang harus dipenuhi adalah memiliki IPK 3,35 dan kuliah di Perguruan Tinggi dengan Akreditasi minimal B (Baik). Banyak juga yang tidak kita terima karena akreditasinya masih di bawah B," lanjutnya dengan lebar.
Meskipun program ini pada mulanya memiliki aspirasi untuk memprioritaskan mahasiswa yang berkuliah di 10 kampus terbaik di Indonesia, realisasi tahun ini menunjukkan perluasan jangkauan ke puluhan universitas terkemuka lainnya, memastikan lebih banyak anak Kaltim mendapat bantuan stimulan.
Penerima beasiswa tersebar di berbagai kampus favorit nasional. Universitas Brawijaya memimpin dengan 45 penerima, diikuti Universitas Hasanuddin (38), dan Universitas Gadjah Mada (30).
Selain itu, bantuan juga menjangkau mahasiswa di berbagai jenjang, mulai dari S1 hingga S3, di berbagai institusi termasuk Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), hingga Politeknik Kesehatan.
Penyaluran beasiswa ini mencerminkan komitmen Pemprov Kaltim untuk mendukung mahasiswa di luar daerah, melengkapi program Pendidikan Gratis yang diselenggarakan untuk mahasiswa yang menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi dalam wilayah Kaltim.
Dasmiah menambahkan, bagi mahasiswa yang belum mendaftar, kesempatan beasiswa di periode ini sudah ditutup. Pencairan akan segera dilakukan. Namun, Pemprov menggarisbawahi bahwa kebijakan seleksi akan berubah di masa depan.
"Tahun depan (2026), seleksi akan dilakukan secara ketat karena anggaran untuk luar daerah sangat terbatas," tegas Dasmiah.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Kaltim, Dasmiah. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui program pendidikan gratis atau yang biasa disebut Gratispol, untuk Mahasiswa Luar Daerah resmi ditetapkan sebanyak 691 penerima beasiswa untuk tahun anggaran ini.
Keputusan ini diambil setelah ketersediaan kuota tidak terpenuhi penuh, memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang memenuhi syarat standar minimal.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Kaltim, Dasmiah, menjelaskan bahwa alokasi awal beasiswa luar daerah ditargetkan untuk 863 orang.
Namun, karena hanya 691 pendaftar yang memenuhi syarat, Pemprov memutuskan untuk memberikan bantuan kepada seluruh mahasiswa tersebut demi memastikan anggaran terserap dan akses pendidikan tidak terhambat.
"Kami berikan beasiswa kepada hampir semua yang memenuhi syarat," kata Dasmiah di Samarinda, Senin (24/11/2025).
"Ketentuan minimal yang harus dipenuhi adalah memiliki IPK 3,35 dan kuliah di Perguruan Tinggi dengan Akreditasi minimal B (Baik). Banyak juga yang tidak kita terima karena akreditasinya masih di bawah B," lanjutnya dengan lebar.
Meskipun program ini pada mulanya memiliki aspirasi untuk memprioritaskan mahasiswa yang berkuliah di 10 kampus terbaik di Indonesia, realisasi tahun ini menunjukkan perluasan jangkauan ke puluhan universitas terkemuka lainnya, memastikan lebih banyak anak Kaltim mendapat bantuan stimulan.
Penerima beasiswa tersebar di berbagai kampus favorit nasional. Universitas Brawijaya memimpin dengan 45 penerima, diikuti Universitas Hasanuddin (38), dan Universitas Gadjah Mada (30).
Selain itu, bantuan juga menjangkau mahasiswa di berbagai jenjang, mulai dari S1 hingga S3, di berbagai institusi termasuk Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), hingga Politeknik Kesehatan.
Penyaluran beasiswa ini mencerminkan komitmen Pemprov Kaltim untuk mendukung mahasiswa di luar daerah, melengkapi program Pendidikan Gratis yang diselenggarakan untuk mahasiswa yang menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi dalam wilayah Kaltim.
Dasmiah menambahkan, bagi mahasiswa yang belum mendaftar, kesempatan beasiswa di periode ini sudah ditutup. Pencairan akan segera dilakukan. Namun, Pemprov menggarisbawahi bahwa kebijakan seleksi akan berubah di masa depan.
"Tahun depan (2026), seleksi akan dilakukan secara ketat karena anggaran untuk luar daerah sangat terbatas," tegas Dasmiah.
(Sf/Rs)