Cari disini...
Seputar Kaltim
Camat Samarinda Seberang, Aditya Koesprayogi saat diwawancara, Rabu (26/3/2025) malam. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bakal mengadakan festival ketupat di Kecamatan Samarinda Seberang. Rencana itu sebelumnya disampaikan oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) beberapa waktu lalu yang direncanakan terselenggara usai Hari Raya Idulfitri.
Sebagai tuan rumah, Camat Samarinda Seberang, Aditya Koesprayogi mengatakan bahwa dirinya tengah mempersiapkan beberapa hal sebelum festival itu dilaksanakan. Termasuk menangkap respons dari warga sekitar.
"Ini langkah awal kita. Nanti setelah lebaran, kita masih ukur waktu. Rencana awal tanggal 9 April menunggu waktu tepatnya, agar kita bisa menangkap antusias masyarakat momentum juga pas bertepatan dengan libur Idulfitri dsb," kata Aditya saat dikonfirmasi media ini usai Rapat Paripurna di DPRD Samarinda, Rabu (26/3/2025) malam.
Nantinya, festival itu akan dilaksanakan di Kampung Ketupat Samarinda Seberang.
Menurutnya, inisiasi kegiatan ini menjadi langkah yang tepat sebagai upaya meningkatkan pariwisata di Samarinda dengan potensi-potensi yang dimiliki. Selain wisata sejarah lewat makam La Mohang Daeng Mangkona, lewat festival ini Kampung Ketupat berpotensi menjadi destinasi wisata di masa mendatang.
Apalagi kata dia, sekitar 8 tahun yang lalu sudah berjalan kegiatan serupa namun sempat vakum. Sehingga, lewat festival ini pihaknya ingin menggaungkan potensi ini dengan merubah suasana dan peningkatan kapasitas.
Adanya rencana ini, ia menyebut respons masyarakat sekitar sangat positif. Selain memberi dampak dengan semakin dikenalnya Kampung Ketupat, tentu akan menimbulkan efek lainnya seperti perputaran ekonomi masyarakat sekitar yang meningkat.
Bahkan ia juga berencana ingin menambah item-item penjualan selain makanan seperti kaos. Selain itu ia juga tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa komunitas yang kerap berkegiatan di wilayah tersebut, salah satunya komunitas sepeda.
"Saya kemarin sudah komunikasi dengan beberapa pengusaha konveksi, kita minta coba lah membranding kaosnya seperti apa. Dengan komunitas sepeda juga kita ingin ada kerja samanya, semoga bisa melaksanakan disana," harapnya.
Sementara itu, ia juga menyebut masih terdapat beberapa sarana dan prasarana (sapras) yang perlu diperhatikan. Seperti lahan parkir yang masih minim untuk kendaraan roda empat, jembatan kayu dan beberapa sapras di kawasan dermaga.
Ia meyakini, dengan kolaborasi dari berbagai pihak, kegiatan ini akan terselenggara dengan sukses dan bisa menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Samarinda.
"Sarpras di area dermaga sudah cukup lama perlu ada modifikasi ada rebranding kampung ketupat seperti apa," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Camat Samarinda Seberang, Aditya Koesprayogi saat diwawancara, Rabu (26/3/2025) malam. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bakal mengadakan festival ketupat di Kecamatan Samarinda Seberang. Rencana itu sebelumnya disampaikan oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) beberapa waktu lalu yang direncanakan terselenggara usai Hari Raya Idulfitri.
Sebagai tuan rumah, Camat Samarinda Seberang, Aditya Koesprayogi mengatakan bahwa dirinya tengah mempersiapkan beberapa hal sebelum festival itu dilaksanakan. Termasuk menangkap respons dari warga sekitar.
"Ini langkah awal kita. Nanti setelah lebaran, kita masih ukur waktu. Rencana awal tanggal 9 April menunggu waktu tepatnya, agar kita bisa menangkap antusias masyarakat momentum juga pas bertepatan dengan libur Idulfitri dsb," kata Aditya saat dikonfirmasi media ini usai Rapat Paripurna di DPRD Samarinda, Rabu (26/3/2025) malam.
Nantinya, festival itu akan dilaksanakan di Kampung Ketupat Samarinda Seberang.
Menurutnya, inisiasi kegiatan ini menjadi langkah yang tepat sebagai upaya meningkatkan pariwisata di Samarinda dengan potensi-potensi yang dimiliki. Selain wisata sejarah lewat makam La Mohang Daeng Mangkona, lewat festival ini Kampung Ketupat berpotensi menjadi destinasi wisata di masa mendatang.
Apalagi kata dia, sekitar 8 tahun yang lalu sudah berjalan kegiatan serupa namun sempat vakum. Sehingga, lewat festival ini pihaknya ingin menggaungkan potensi ini dengan merubah suasana dan peningkatan kapasitas.
Adanya rencana ini, ia menyebut respons masyarakat sekitar sangat positif. Selain memberi dampak dengan semakin dikenalnya Kampung Ketupat, tentu akan menimbulkan efek lainnya seperti perputaran ekonomi masyarakat sekitar yang meningkat.
Bahkan ia juga berencana ingin menambah item-item penjualan selain makanan seperti kaos. Selain itu ia juga tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa komunitas yang kerap berkegiatan di wilayah tersebut, salah satunya komunitas sepeda.
"Saya kemarin sudah komunikasi dengan beberapa pengusaha konveksi, kita minta coba lah membranding kaosnya seperti apa. Dengan komunitas sepeda juga kita ingin ada kerja samanya, semoga bisa melaksanakan disana," harapnya.
Sementara itu, ia juga menyebut masih terdapat beberapa sarana dan prasarana (sapras) yang perlu diperhatikan. Seperti lahan parkir yang masih minim untuk kendaraan roda empat, jembatan kayu dan beberapa sapras di kawasan dermaga.
Ia meyakini, dengan kolaborasi dari berbagai pihak, kegiatan ini akan terselenggara dengan sukses dan bisa menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Samarinda.
"Sarpras di area dermaga sudah cukup lama perlu ada modifikasi ada rebranding kampung ketupat seperti apa," pungkasnya.
(Sf/Rs)