Seputar Kaltim

    Calon Tunggal Pilkada Bisa Turunkan Partisipasi Pemilih

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    12 Agustus 2024 pukul 11:50 WITA

    Sekretaris Bakesbangpol Samarinda, Miftahurrizqa. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Samarinda, Miftahurrizqa, mengungkapkan bahwa calon tunggal dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) dapat menjadi salah satu penyebab turunnya partisipasi pemilih. 

    Menurutnya, evaluasi terhadap tingkat partisipasi pemilih menunjukkan bahwa pilkada cenderung memiliki partisipasi yang lebih rendah dibandingkan dengan pemilihan umum.

    Miftah menjelaskan bahwa saat pemilu, dengan banyaknya calon, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan, yang menciptakan suasana yang lebih kompetitif dan panas dibandingkan dengan Pilkada. 

    Menurutnya, jumlah calon dalam Pilkada juga mempengaruhi antusiasme masyarakat. Ketika calon terbatas, masyarakat cenderung kehilangan motivasi untuk memilih karena tidak adanya perbandingan yang signifikan. 

    Tak hanya di Samarinda, ia juga melihat pengalaman di daerah lain menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat cenderung meningkat ketika jumlah calon banyak dibandingkan dengan situasi di mana hanya ada satu atau dua calon.

    “Dalam beberapa survei kecil-kecilan yang kami lakukan beberapa tahun lalu di kalangan mahasiswa, sekitar 64 persen mengungkapkan kurangnya kepercayaan pada calon pemimpin. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat masih meragukan dampak calon pemimpin terhadap kehidupan mereka,” kata Miftah.

    Untuk itu pihaknya terus berupaya dengan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, terutama pemilih pemula, terus dilakukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya Pilkada.

    Miftah menekankan bahwa hasil Pilkada akan memengaruhi arah pembangunan kota Samarinda selama lima tahun ke depan, seperti yang telah dirasakan dari kebijakan sebelumnya, termasuk penunjukan IKN di Kalimantan Timur.

    “Penting bagi masyarakat untuk mengenali visi, misi, dan rekam jejak calon kepala daerah untuk memastikan pilihan mereka berdampak positif bagi daerah,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Calon Tunggal Pilkada Bisa Turunkan Partisipasi Pemilih

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    12 Agustus 2024 pukul 11:50 WITA

    Sekretaris Bakesbangpol Samarinda, Miftahurrizqa. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Samarinda, Miftahurrizqa, mengungkapkan bahwa calon tunggal dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) dapat menjadi salah satu penyebab turunnya partisipasi pemilih. 

    Menurutnya, evaluasi terhadap tingkat partisipasi pemilih menunjukkan bahwa pilkada cenderung memiliki partisipasi yang lebih rendah dibandingkan dengan pemilihan umum.

    Miftah menjelaskan bahwa saat pemilu, dengan banyaknya calon, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan, yang menciptakan suasana yang lebih kompetitif dan panas dibandingkan dengan Pilkada. 

    Menurutnya, jumlah calon dalam Pilkada juga mempengaruhi antusiasme masyarakat. Ketika calon terbatas, masyarakat cenderung kehilangan motivasi untuk memilih karena tidak adanya perbandingan yang signifikan. 

    Tak hanya di Samarinda, ia juga melihat pengalaman di daerah lain menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat cenderung meningkat ketika jumlah calon banyak dibandingkan dengan situasi di mana hanya ada satu atau dua calon.

    “Dalam beberapa survei kecil-kecilan yang kami lakukan beberapa tahun lalu di kalangan mahasiswa, sekitar 64 persen mengungkapkan kurangnya kepercayaan pada calon pemimpin. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat masih meragukan dampak calon pemimpin terhadap kehidupan mereka,” kata Miftah.

    Untuk itu pihaknya terus berupaya dengan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, terutama pemilih pemula, terus dilakukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya Pilkada.

    Miftah menekankan bahwa hasil Pilkada akan memengaruhi arah pembangunan kota Samarinda selama lima tahun ke depan, seperti yang telah dirasakan dari kebijakan sebelumnya, termasuk penunjukan IKN di Kalimantan Timur.

    “Penting bagi masyarakat untuk mengenali visi, misi, dan rekam jejak calon kepala daerah untuk memastikan pilihan mereka berdampak positif bagi daerah,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)