Cari disini...
Seputar Kaltim
Direktur Utama Perumda AMDT, Abdul Rasyid.(Istimewa)
Penajam - Permasalahan air bersih menjadi persoalan serius bagi masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah Penajam Paser Utara (PPU).
Tahun ini, cakupan layanan air bersih di wilayah PPU baru menyentuh 13 dari 54 desa/kelurahan atau mencapai 38 persen saja.
Meski begitu, Perusahaan Umum Daerah Air Minum Danum Taka (Perumda AMDT) berkomitmen bakal meningkat cakupan layanan air bersih hingga 45 persen pada 2025 mendatang.
“Kalau untuk mencapai target kita 45 persen itu, setidaknya membutuhkan anggaran senilai Rp200 miliar. Sebab ada beberapa komponen yang menjadi perhatian kita, seperti unit utilitas perpipaan untuk menyediakan saluran pembuang air,” ucap Dirut Perumda AMDT, Abdul Rasyid.
Selain utilitas perpipaan, Perumda AMDT juga bakal melakukan perluasan embung dan bendung guna mendukung cadangan air bersih. Ini mengingat embung dan bendung merupakan salah satu sumber air bersih bagi masyarakat sekitar.
Namun, Perumda AMDT mengalami beberapa kendala dalam memberikan layanan air bersih kepada masyarakat, salah satunya adalah minimnya ketersediaan air baku. “Selain keterbatasan air baku, ada beberapa jaringan perpipaan yang belum tersedia untuk menjangkau masyarakat,” ungkapnya.
“Nilai anggaran yang kita asumsikan itu dialokasikan untuk pembangunan instalasi pengolahan baru di wilayah prioritas dan berdekatan dengan sumber air baku, seperti Kelurahan Jenebora dan wilayah sekitarnya, sekaligus meningkatkan kapasitas di unit Maridan dan Waru,” tambahnya.
Langkah ini dilakukan untuk mendukung program Bupati dan Wakil Bupati PPU terpilih yang menginginkan seluruh masyarakat bisa menikmati air bersih. “Perumda AMDT sebagai perusahaan milik daerah pasti mendukung visi dan misi dari kepala daerah terpilih, yaitu Pak Mudyat Noor-Abdul Waris Muin,” jelas Abdul Rasyid.
Untuk memastikan kondisi air tetap aman dikonsumsi masyarakat, Perumda AMDT rutin melakukan pembersihan air di Water Treatment Plant (WTP) enam bulan sekali.
“Ada beberapa unit Intalasi Pengolahan Air (IPA) yang kita bersihkan, yaitu unit Lawe-lawe dengan kapasitas 165 liter per detik, unit Babulu 10 liter per detik, unit Sotek 20 liter per detik, unit Waru 20 liter per detik, unit Maridan 10 liter per detik, unit Sepaku 30 liter per detik dan unit Ibu Kota Nusantara (IKN) 50 liter per detik,” tandasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Direktur Utama Perumda AMDT, Abdul Rasyid.(Istimewa)
Penajam - Permasalahan air bersih menjadi persoalan serius bagi masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah Penajam Paser Utara (PPU).
Tahun ini, cakupan layanan air bersih di wilayah PPU baru menyentuh 13 dari 54 desa/kelurahan atau mencapai 38 persen saja.
Meski begitu, Perusahaan Umum Daerah Air Minum Danum Taka (Perumda AMDT) berkomitmen bakal meningkat cakupan layanan air bersih hingga 45 persen pada 2025 mendatang.
“Kalau untuk mencapai target kita 45 persen itu, setidaknya membutuhkan anggaran senilai Rp200 miliar. Sebab ada beberapa komponen yang menjadi perhatian kita, seperti unit utilitas perpipaan untuk menyediakan saluran pembuang air,” ucap Dirut Perumda AMDT, Abdul Rasyid.
Selain utilitas perpipaan, Perumda AMDT juga bakal melakukan perluasan embung dan bendung guna mendukung cadangan air bersih. Ini mengingat embung dan bendung merupakan salah satu sumber air bersih bagi masyarakat sekitar.
Namun, Perumda AMDT mengalami beberapa kendala dalam memberikan layanan air bersih kepada masyarakat, salah satunya adalah minimnya ketersediaan air baku. “Selain keterbatasan air baku, ada beberapa jaringan perpipaan yang belum tersedia untuk menjangkau masyarakat,” ungkapnya.
“Nilai anggaran yang kita asumsikan itu dialokasikan untuk pembangunan instalasi pengolahan baru di wilayah prioritas dan berdekatan dengan sumber air baku, seperti Kelurahan Jenebora dan wilayah sekitarnya, sekaligus meningkatkan kapasitas di unit Maridan dan Waru,” tambahnya.
Langkah ini dilakukan untuk mendukung program Bupati dan Wakil Bupati PPU terpilih yang menginginkan seluruh masyarakat bisa menikmati air bersih. “Perumda AMDT sebagai perusahaan milik daerah pasti mendukung visi dan misi dari kepala daerah terpilih, yaitu Pak Mudyat Noor-Abdul Waris Muin,” jelas Abdul Rasyid.
Untuk memastikan kondisi air tetap aman dikonsumsi masyarakat, Perumda AMDT rutin melakukan pembersihan air di Water Treatment Plant (WTP) enam bulan sekali.
“Ada beberapa unit Intalasi Pengolahan Air (IPA) yang kita bersihkan, yaitu unit Lawe-lawe dengan kapasitas 165 liter per detik, unit Babulu 10 liter per detik, unit Sotek 20 liter per detik, unit Waru 20 liter per detik, unit Maridan 10 liter per detik, unit Sepaku 30 liter per detik dan unit Ibu Kota Nusantara (IKN) 50 liter per detik,” tandasnya.
(Sf/By)