Seputar Kaltim

    Butuh Rp20 Miliar, Gubernur Kaltim Siapkan Skema Pendanaan untuk Tuntaskan Gedung Baru Lapas Tenggarong

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    03 Juli 2026 pukul 21:10 WITA

    Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud beserta jajarannya saat meninjau langsung kondisi Lapas Kelas IIA Perempuan Tenggarong (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Tenggarong – Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud memastikan penyelesaian pembangunan gedung baru Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Tenggarong menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah. 

    Pernyataan itu disampaikannya usai meninjau langsung kondisi lapas di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Jumat (3/7/2026).

    Ia menyampaikan kondisi lapas saat ini telah jauh melebihi kapasitas tampung. Bangunan yang semestinya hanya mampu menampung sekitar 135 warga binaan kini dihuni lebih dari 350 orang.

    "Kondisi seperti ini tentu menjadi perhatian kita bersama. Dari sisi kemanusiaan, para warga binaan berhak mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak," ujar Rudy.

    Menurutnya, penyelesaian gedung baru tidak hanya bertujuan mengurangi kepadatan penghuni, tapi juga menjadi solusi bagi ratusan warga binaan perempuan asal Kaltim yang hingga kini masih ditempatkan di lapas lain karena keterbatasan ruang.

    Ia mengungkapkan kebutuhan dana untuk menuntaskan pembangunan diperkirakan mencapai Rp28 miliar. 

    Dari jumlah tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah mengalokasikan hampir Rp8 miliar, sehingga masih diperlukan tambahan sekitar Rp20 miliar.

    "Pemprov Kaltim akan mencari formulasi pembiayaan agar pembangunan ini bisa diselesaikan. Nilainya memang cukup besar, tapi ini menyangkut persoalan kemanusiaan," tegasnya.

    Rudy mengatakan peluang pengalokasian anggaran akan terus diupayakan. Namun karena belum tercantum dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), maka pendanaan kemungkinan baru dapat dimasukkan pada penganggaran tahun depan, kecuali jika tersedia ruang melalui pergeseran anggaran.

    Sementara Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono menyatakan pemerintah daerah telah mendukung pembangunan lapas tersebut sejak awal dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. 

    Ia berharap keterlibatan Pemprov Kaltim dapat mempercepat penyelesaian proyek yang selama ini belum tuntas.

    "Lapas ini melayani warga binaan perempuan dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltim. Karena itu, kami menyambut baik komitmen Pak Gubernur untuk ikut membantu penyelesaiannya," harapnya.

    Di sisi lain, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong, Riva Dilyanti menjelaskan saat ini jumlah penghuni telah mencapai 357 orang, hampir tiga kali lipat dari kapasitas ideal.

    Akibatnya, satu kamar yang semestinya dihuni jauh lebih sedikit kini harus ditempati sekitar 42 hingga 43 warga binaan.

    "Kami ingin Pak Gubernur melihat langsung kondisi di dalam kamar hunian agar mengetahui situasi yang sebenarnya," ungkapnya.

    Riva membayangkan apabila gedung baru selesai dibangun, maka kapasitas lapas diperkirakan meningkat hingga sekitar 700 orang, sehingga seluruh warga binaan perempuan di Kaltim dapat dipusatkan di satu lokasi.

    “Masih ada sekitar 500-600 warga binaan perempuan di Kaltim yang di luar dari Lapas Tenggarong kita,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Butuh Rp20 Miliar, Gubernur Kaltim Siapkan Skema Pendanaan untuk Tuntaskan Gedung Baru Lapas Tenggarong

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    03 Juli 2026 pukul 21:10 WITA

    Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud beserta jajarannya saat meninjau langsung kondisi Lapas Kelas IIA Perempuan Tenggarong (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Tenggarong – Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud memastikan penyelesaian pembangunan gedung baru Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Tenggarong menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah. 

    Pernyataan itu disampaikannya usai meninjau langsung kondisi lapas di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Jumat (3/7/2026).

    Ia menyampaikan kondisi lapas saat ini telah jauh melebihi kapasitas tampung. Bangunan yang semestinya hanya mampu menampung sekitar 135 warga binaan kini dihuni lebih dari 350 orang.

    "Kondisi seperti ini tentu menjadi perhatian kita bersama. Dari sisi kemanusiaan, para warga binaan berhak mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak," ujar Rudy.

    Menurutnya, penyelesaian gedung baru tidak hanya bertujuan mengurangi kepadatan penghuni, tapi juga menjadi solusi bagi ratusan warga binaan perempuan asal Kaltim yang hingga kini masih ditempatkan di lapas lain karena keterbatasan ruang.

    Ia mengungkapkan kebutuhan dana untuk menuntaskan pembangunan diperkirakan mencapai Rp28 miliar. 

    Dari jumlah tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah mengalokasikan hampir Rp8 miliar, sehingga masih diperlukan tambahan sekitar Rp20 miliar.

    "Pemprov Kaltim akan mencari formulasi pembiayaan agar pembangunan ini bisa diselesaikan. Nilainya memang cukup besar, tapi ini menyangkut persoalan kemanusiaan," tegasnya.

    Rudy mengatakan peluang pengalokasian anggaran akan terus diupayakan. Namun karena belum tercantum dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), maka pendanaan kemungkinan baru dapat dimasukkan pada penganggaran tahun depan, kecuali jika tersedia ruang melalui pergeseran anggaran.

    Sementara Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono menyatakan pemerintah daerah telah mendukung pembangunan lapas tersebut sejak awal dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. 

    Ia berharap keterlibatan Pemprov Kaltim dapat mempercepat penyelesaian proyek yang selama ini belum tuntas.

    "Lapas ini melayani warga binaan perempuan dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltim. Karena itu, kami menyambut baik komitmen Pak Gubernur untuk ikut membantu penyelesaiannya," harapnya.

    Di sisi lain, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong, Riva Dilyanti menjelaskan saat ini jumlah penghuni telah mencapai 357 orang, hampir tiga kali lipat dari kapasitas ideal.

    Akibatnya, satu kamar yang semestinya dihuni jauh lebih sedikit kini harus ditempati sekitar 42 hingga 43 warga binaan.

    "Kami ingin Pak Gubernur melihat langsung kondisi di dalam kamar hunian agar mengetahui situasi yang sebenarnya," ungkapnya.

    Riva membayangkan apabila gedung baru selesai dibangun, maka kapasitas lapas diperkirakan meningkat hingga sekitar 700 orang, sehingga seluruh warga binaan perempuan di Kaltim dapat dipusatkan di satu lokasi.

    “Masih ada sekitar 500-600 warga binaan perempuan di Kaltim yang di luar dari Lapas Tenggarong kita,” tandasnya.

    (Sf/Lo)