Cari disini...
Seputar Kaltim
Penandatanganan nota kesepahaman Perumdam Tirta Kencana dengan stakeholder terkait di Hotel Mercure Samarinda, Rabu (8/1/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan akses air bersih bagi seluruh masyarakat sebagai hak dasar yang wajib dipenuhi. Ia menargetkan cakupan layanan air bersih di Samarinda mencapai 100 persen sebelum 2029.
Saat ini, kapasitas air bersih eksisting mencapai 3.400 liter per-detik. Dengb begitu, Samarinda masih membutuhkan tambahan 2.200 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan. Untuk itu, pemerintah kota menargetkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) minimal satu unit setiap tahun.
“Pelayanan air bersih prima adalah hal mutlak karena ini menyangkut pemenuhan hak dasar masyarakat,” ujar Andi Harun dalam kegiatan pemaparan rencana bisnis Perumdam Tirta Kencana selama lima tahun kedepan di Hotel Mercure Samarinda, Rabu (8/1/2024) siang.
Pria dengan sapaan akrab AH itu menyebutkan kebutuhan anggaran untuk mencapai target tersebut mencapai Rp2 triliun. Ia meminta rencana bisnis disusun dengan skema pembiayaan yang jelas.
"Harus dihitung bantuan dari provinsi, pemerintah pusat, pemerintah kota, hingga kerja sama dengan pihak lain. Jika ada bantuan yang meleset, harus ada rencana cadangan," tegasnya.
Meski mencatat keuntungan Rp103 miliar pada tahun ini, ia mengakui masih ada kekurangan dalam pelayanan Perumdam Tirta Kencana, termasuk respons pegawai terhadap keluhan pelanggan.
“Ada yang lambat merespons atau bahkan marah-marah. Tapi ini bagian dari proses pembenahan. Kami terus mengevaluasi dan memperbaiki kekurangan ini,” katanya.
Ia juga menyinggung masalah kualitas air di beberapa wilayah yang masih kotor atau menguning. Dikatakannya perbaikan sedang berjalan. "Ada wilayah yang sudah bagus, tapi ada juga yang masih kurang. Kami pastikan evaluasi terus dilakukan agar pelayanan semakin membaik,” tambahnya.
Andi Harun optimistis upaya perbaikan akan menunjukkan hasil signifikan pada tahun depan. “Kami akan terus bekerja keras agar masyarakat dapat menikmati layanan air bersih yang lebih baik,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Direktur Utama Perumdam Tirta Kencana, Nor Wahid Hasyim menyampaikan, dalam lima tahun anggara ini pihaknya berencana akan menambah 20 titik terminal air.
Beberapa di antaranya berada di kawasan Batu Cermin, Batu Besaung, Berambai, Tanah Merah, Lubuk Sawah, Loa Buah dan Bantuas.
"Untuk program peningkatan cakupan layanan kita akan optimalisasi IPA, penambahan kapasitas, rehabilitasi jaringan perpipaan, pengembangan jaringan juga penambahan jumlah pelanggan," singkat Wahid.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Penandatanganan nota kesepahaman Perumdam Tirta Kencana dengan stakeholder terkait di Hotel Mercure Samarinda, Rabu (8/1/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan akses air bersih bagi seluruh masyarakat sebagai hak dasar yang wajib dipenuhi. Ia menargetkan cakupan layanan air bersih di Samarinda mencapai 100 persen sebelum 2029.
Saat ini, kapasitas air bersih eksisting mencapai 3.400 liter per-detik. Dengb begitu, Samarinda masih membutuhkan tambahan 2.200 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan. Untuk itu, pemerintah kota menargetkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) minimal satu unit setiap tahun.
“Pelayanan air bersih prima adalah hal mutlak karena ini menyangkut pemenuhan hak dasar masyarakat,” ujar Andi Harun dalam kegiatan pemaparan rencana bisnis Perumdam Tirta Kencana selama lima tahun kedepan di Hotel Mercure Samarinda, Rabu (8/1/2024) siang.
Pria dengan sapaan akrab AH itu menyebutkan kebutuhan anggaran untuk mencapai target tersebut mencapai Rp2 triliun. Ia meminta rencana bisnis disusun dengan skema pembiayaan yang jelas.
"Harus dihitung bantuan dari provinsi, pemerintah pusat, pemerintah kota, hingga kerja sama dengan pihak lain. Jika ada bantuan yang meleset, harus ada rencana cadangan," tegasnya.
Meski mencatat keuntungan Rp103 miliar pada tahun ini, ia mengakui masih ada kekurangan dalam pelayanan Perumdam Tirta Kencana, termasuk respons pegawai terhadap keluhan pelanggan.
“Ada yang lambat merespons atau bahkan marah-marah. Tapi ini bagian dari proses pembenahan. Kami terus mengevaluasi dan memperbaiki kekurangan ini,” katanya.
Ia juga menyinggung masalah kualitas air di beberapa wilayah yang masih kotor atau menguning. Dikatakannya perbaikan sedang berjalan. "Ada wilayah yang sudah bagus, tapi ada juga yang masih kurang. Kami pastikan evaluasi terus dilakukan agar pelayanan semakin membaik,” tambahnya.
Andi Harun optimistis upaya perbaikan akan menunjukkan hasil signifikan pada tahun depan. “Kami akan terus bekerja keras agar masyarakat dapat menikmati layanan air bersih yang lebih baik,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Direktur Utama Perumdam Tirta Kencana, Nor Wahid Hasyim menyampaikan, dalam lima tahun anggara ini pihaknya berencana akan menambah 20 titik terminal air.
Beberapa di antaranya berada di kawasan Batu Cermin, Batu Besaung, Berambai, Tanah Merah, Lubuk Sawah, Loa Buah dan Bantuas.
"Untuk program peningkatan cakupan layanan kita akan optimalisasi IPA, penambahan kapasitas, rehabilitasi jaringan perpipaan, pengembangan jaringan juga penambahan jumlah pelanggan," singkat Wahid.
(Sf/Rs)