Cari disini...
Seputar Kaltim
Bus sekolah berbasis listrik melayani siswa SMAN 2 Sangatta Utara saat uji coba di depan Kantor Bupati Kutim, Sangatta. (Foto:Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) meluncurkan program angkutan bus sekolah berbasis listrik yang mulai diuji coba untuk melayani siswa SMA Negeri 2 Sangatta Utara, Senin (5/5/2026).
Pengadaan bus listrik sekolah merupakan salah satu dari 50 program unggulan Bupati Kutim yang telah direncanakan sejak 2024 dan mulai direalisasikan pada 2026.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono menyampaikan pengadaan bus tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub).
"Program ini merupakan bentuk kolaborasi. Disdikbud berperan menangani penerima manfaat, yaitu siswa, sedangkan pelaksanaan teknis, termasuk operasional, berada di Dinas Perhubungan,” ujar Mulyono.
Ia menjelaskan, pada tahap awal, program ini masih dalam uji coba dengan satu unit bus listrik yang akan mulai beroperasi pada 7 Mei 2026. Bus tersebut diperuntukkan bagi siswa SMA Negeri 2 Sangatta Utara, yang selama ini belum terlayani angkutan umum.
“Pemilihan sekolah ini karena tidak dilalui jalur angkutan umum. Ke depan, jika program ini berjalan lancar, akan ditambah untuk melayani sekolah lain yang juga tidak dilalui angkutan umum. Ini yang menjadi prioritas,” jelasnya.
Mulyono menambahkan, seluruh biaya operasional, termasuk pengemudi ditanggung oleh Dishub. Rute layanan dimulai dari kawasan Hotel Pinang di Jalan Yos Sudarso hingga SMA Negeri 2 Sangatta Utara dan akan terus dievaluasi.
“Rute akan terus dievaluasi agar efektif dan tidak menghambat proses pembelajaran di sekolah,” tambahnya.
Sementara Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi peluncuran program tersebut. Ia mengatakan program ini masih dalam tahap uji coba sehingga perlu evaluasi, termasuk kesiapan sarana pendukung seperti sistem pengisian daya.
“Ini masih uji coba. Kita akan melihat kesiapan fasilitasnya, termasuk pengisian listrik dan operasional di lapangan,” kata Ardiansyah.
Ia juga menyebut, saat ini rute yang dilayani masih terbatas satu jalur, yakni dari kawasan Jalan Yos Sudarso menuju SMA Negeri 2 Sangatta Utara dan kembali melalui jalur yang sama.
Ke depan, pemerintah daerah membuka peluang penambahan armada dan perluasan rute, termasuk ke wilayah selatan Sangatta.
“Mungkin juga perlu dipikirkan lagi bus listrik berikutnya untuk rute yang selatan, karena kondisi juga seperti itu,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bus sekolah berbasis listrik melayani siswa SMAN 2 Sangatta Utara saat uji coba di depan Kantor Bupati Kutim, Sangatta. (Foto:Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) meluncurkan program angkutan bus sekolah berbasis listrik yang mulai diuji coba untuk melayani siswa SMA Negeri 2 Sangatta Utara, Senin (5/5/2026).
Pengadaan bus listrik sekolah merupakan salah satu dari 50 program unggulan Bupati Kutim yang telah direncanakan sejak 2024 dan mulai direalisasikan pada 2026.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono menyampaikan pengadaan bus tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub).
"Program ini merupakan bentuk kolaborasi. Disdikbud berperan menangani penerima manfaat, yaitu siswa, sedangkan pelaksanaan teknis, termasuk operasional, berada di Dinas Perhubungan,” ujar Mulyono.
Ia menjelaskan, pada tahap awal, program ini masih dalam uji coba dengan satu unit bus listrik yang akan mulai beroperasi pada 7 Mei 2026. Bus tersebut diperuntukkan bagi siswa SMA Negeri 2 Sangatta Utara, yang selama ini belum terlayani angkutan umum.
“Pemilihan sekolah ini karena tidak dilalui jalur angkutan umum. Ke depan, jika program ini berjalan lancar, akan ditambah untuk melayani sekolah lain yang juga tidak dilalui angkutan umum. Ini yang menjadi prioritas,” jelasnya.
Mulyono menambahkan, seluruh biaya operasional, termasuk pengemudi ditanggung oleh Dishub. Rute layanan dimulai dari kawasan Hotel Pinang di Jalan Yos Sudarso hingga SMA Negeri 2 Sangatta Utara dan akan terus dievaluasi.
“Rute akan terus dievaluasi agar efektif dan tidak menghambat proses pembelajaran di sekolah,” tambahnya.
Sementara Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi peluncuran program tersebut. Ia mengatakan program ini masih dalam tahap uji coba sehingga perlu evaluasi, termasuk kesiapan sarana pendukung seperti sistem pengisian daya.
“Ini masih uji coba. Kita akan melihat kesiapan fasilitasnya, termasuk pengisian listrik dan operasional di lapangan,” kata Ardiansyah.
Ia juga menyebut, saat ini rute yang dilayani masih terbatas satu jalur, yakni dari kawasan Jalan Yos Sudarso menuju SMA Negeri 2 Sangatta Utara dan kembali melalui jalur yang sama.
Ke depan, pemerintah daerah membuka peluang penambahan armada dan perluasan rute, termasuk ke wilayah selatan Sangatta.
“Mungkin juga perlu dipikirkan lagi bus listrik berikutnya untuk rute yang selatan, karena kondisi juga seperti itu,” pungkasnya.
(Sf/Lo)