Bus Rapid Transit Bakal Hadir di Samarinda, Dinas Perhubungan Matangkan Konsepnya

    Seputarfakta.com - Tria -

    Seputar Kaltim

    20 Juni 2024 03:30 WIB

    Bus Rapid Transit (BRT). (Foto: Intelligent Transport/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Dinas Perhubungan Kota Samarinda tengah mematangkan konsep transportasi massal yang akan segera dihadirkan di kota ini. 

    Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu menyampaikan salah satu transportasi utama yang sedang dibahas adalah Bus Rapid Transit (BRT).

    "Kami akan melakukan studi tiru untuk menentukan pilihan terbaik dari tiga produk bus listrik, yaitu BYD, INKA, dan MAB. Nantinya, hasil studi ini akan kami sampaikan kepada Wali Kota," ungkap Manalu, Rabu (19/6/2024).

    Sistem BRT sendiri akan terdiri dari trayek utama dan feeder, yang nantinya akan menghubungkan jalan-jalan lingkungan perumahan dengan trayek utama untuk memudahkan penumpang. 

    Untuk saat ini, anggaran masih dalam tahap pembahasan. Target pengerjaan untuk skytrain sendiri diharapkan dapat tercapai pada tahun 2029 atau 2030, sementara BRT menjadi prioritas utama yang bakal diusulkan dalam anggaran perubahan 2024 ini. 

    "Memang, kereta api memiliki biaya awal yang tinggi, tetapi biaya perawatannya lebih rendah dibandingkan dengan transportasi jalan raya, yang meskipun biayanya tidak sebesar kereta api, namun biaya pemeliharaannya meningkat setiap tahun. Prinsip ini yang harus dipahami dalam sistem transportasi," jelasnya. 

    Untuk rute skytrain, direncanakan akan menghubungkan bandara APT Pranoto dengan Big Mall, serta jalur lingkar luar menuju Ibu Kota Negara (IKN).

    "Dalam analisis finansial, skytrain memang tidak layak, tetapi secara ekonomi sangat layak untuk pertumbuhan dan perkembangan ekonomi daerah. Oleh karena itu, meskipun dari sisi bisnis kurang menguntungkan, kami melihat potensi ekonominya sangat besar," tambahnya. 

    Untuk meningkatkan permintaan dari masyarakat, jadwal skytrain harus disinkronkan dengan jadwal keberangkatan pesawat, dengan fokus utama melayani transportasi dari dan ke bandara. 

    Mengingat kereta cepat tidak cocok untuk jarak pendek, skytrain menjadi solusi ideal dengan konstruksi semi-skyline, yang mencakup perlintasan sebidang dan jalur di atas. 

    “Ini bertujuan agar tetap ekonomis dan dapat membangun kegiatan ekonomi masyarakat setempat,” beber Manalu. 

    Terakhir ia mengatakan jika BRT sudah beroperasi, nantinya akan diintegrasikan dengan skytrain agar sistem transportasi massal di Samarinda lebih efisien dan saling terhubung.


    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Bus Rapid Transit Bakal Hadir di Samarinda, Dinas Perhubungan Matangkan Konsepnya

    Seputarfakta.com - Tria -

    Seputar Kaltim

    20 Juni 2024 03:30 WIB

    Bus Rapid Transit (BRT). (Foto: Intelligent Transport/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Dinas Perhubungan Kota Samarinda tengah mematangkan konsep transportasi massal yang akan segera dihadirkan di kota ini. 

    Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu menyampaikan salah satu transportasi utama yang sedang dibahas adalah Bus Rapid Transit (BRT).

    "Kami akan melakukan studi tiru untuk menentukan pilihan terbaik dari tiga produk bus listrik, yaitu BYD, INKA, dan MAB. Nantinya, hasil studi ini akan kami sampaikan kepada Wali Kota," ungkap Manalu, Rabu (19/6/2024).

    Sistem BRT sendiri akan terdiri dari trayek utama dan feeder, yang nantinya akan menghubungkan jalan-jalan lingkungan perumahan dengan trayek utama untuk memudahkan penumpang. 

    Untuk saat ini, anggaran masih dalam tahap pembahasan. Target pengerjaan untuk skytrain sendiri diharapkan dapat tercapai pada tahun 2029 atau 2030, sementara BRT menjadi prioritas utama yang bakal diusulkan dalam anggaran perubahan 2024 ini. 

    "Memang, kereta api memiliki biaya awal yang tinggi, tetapi biaya perawatannya lebih rendah dibandingkan dengan transportasi jalan raya, yang meskipun biayanya tidak sebesar kereta api, namun biaya pemeliharaannya meningkat setiap tahun. Prinsip ini yang harus dipahami dalam sistem transportasi," jelasnya. 

    Untuk rute skytrain, direncanakan akan menghubungkan bandara APT Pranoto dengan Big Mall, serta jalur lingkar luar menuju Ibu Kota Negara (IKN).

    "Dalam analisis finansial, skytrain memang tidak layak, tetapi secara ekonomi sangat layak untuk pertumbuhan dan perkembangan ekonomi daerah. Oleh karena itu, meskipun dari sisi bisnis kurang menguntungkan, kami melihat potensi ekonominya sangat besar," tambahnya. 

    Untuk meningkatkan permintaan dari masyarakat, jadwal skytrain harus disinkronkan dengan jadwal keberangkatan pesawat, dengan fokus utama melayani transportasi dari dan ke bandara. 

    Mengingat kereta cepat tidak cocok untuk jarak pendek, skytrain menjadi solusi ideal dengan konstruksi semi-skyline, yang mencakup perlintasan sebidang dan jalur di atas. 

    “Ini bertujuan agar tetap ekonomis dan dapat membangun kegiatan ekonomi masyarakat setempat,” beber Manalu. 

    Terakhir ia mengatakan jika BRT sudah beroperasi, nantinya akan diintegrasikan dengan skytrain agar sistem transportasi massal di Samarinda lebih efisien dan saling terhubung.


    (Sf/Rs)