Bus Perusahaan Dibakar Warga Tabang Usai Tabrak Ketua BPD Hingga Tewas

    Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -

    Seputar Kaltim

    19 Desember 2025 09:02 WIB

    Warga bakar bus karyawan usai terlibat tabrak dengan pengendara motor. (Foto: Aan/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Bus karyawan perusahaan hangus dibakar puluhan warga setelah menabrak pengendara roda dua hingga tewas di Kecamatan Tabang, Jumat (19/12/2025). 

    Kecelakaan terjadi di tikungan sebelum kampung desa Long Lalang, bus karyawan PT Antareja Mahada Makmur (AMM) menabrak pengendara motor di jalan poros Desa Tukung Ritan yang mengakibatkan satu orang meninggal di tempat.

    Situasi menjadi tidak kondusif, warga yang geram hingga berujung pada pembakaran bus. 

    Camat Tabang, Rakmadani Hidayat mengatakan korban yang meninggal diidentifikasi sebagai ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Pria tersebut menggunakan kendaraan roda dua merek scoopy.

    “Iya benar yang meninggal itu Ketua BPD, warga geram langsung menggulingkan dan membakar bus itu,” katanya. 

    Insiden itu terjadi sekitar pukul 07.00 WITA. Kondisi bus sedang membawa karyawan. Sementara, saat ini pihak keluarga dan perusahaan PT AMM tengah menjalani mediasi 

    Dirinya mengaku, pihak Pemerintah Kecamatan Tabang juga tengah beberapa kali memberikan teguran kepada beberapa perusahaan agar mengingatkan para supir bus pengangkut karyawan untuk tidak ugal-ugalan di jalan. 

    “Memang beberapa kali kami lihat ada perusahaan yang sering konvoi membawa karyawan. Kami juga sudah menegur perusahaan dan memberikan imbauan keselamatan di lokasi itu. Untuk supir bus sudah ditahan,” ujarnya. 

    Sementara, Warga, Ima mengungkapkan dampak dari insiden ini, puluhan warga mendatangi dan menutup jalan hauling PT AMM menuntut perusahaan untuk bertanggung jawab atas kejadian tersebut. 

    “Iya benar, itu dampak dari insiden tadi pagi, warga marah membakar ban dan menutup jalan hauling yang berada di Jembatan Belayan, berdekatan dengan desa Tukung Ritan,” ungkapnya. 

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Bus Perusahaan Dibakar Warga Tabang Usai Tabrak Ketua BPD Hingga Tewas

    Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -

    Seputar Kaltim

    19 Desember 2025 09:02 WIB

    Warga bakar bus karyawan usai terlibat tabrak dengan pengendara motor. (Foto: Aan/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Bus karyawan perusahaan hangus dibakar puluhan warga setelah menabrak pengendara roda dua hingga tewas di Kecamatan Tabang, Jumat (19/12/2025). 

    Kecelakaan terjadi di tikungan sebelum kampung desa Long Lalang, bus karyawan PT Antareja Mahada Makmur (AMM) menabrak pengendara motor di jalan poros Desa Tukung Ritan yang mengakibatkan satu orang meninggal di tempat.

    Situasi menjadi tidak kondusif, warga yang geram hingga berujung pada pembakaran bus. 

    Camat Tabang, Rakmadani Hidayat mengatakan korban yang meninggal diidentifikasi sebagai ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Pria tersebut menggunakan kendaraan roda dua merek scoopy.

    “Iya benar yang meninggal itu Ketua BPD, warga geram langsung menggulingkan dan membakar bus itu,” katanya. 

    Insiden itu terjadi sekitar pukul 07.00 WITA. Kondisi bus sedang membawa karyawan. Sementara, saat ini pihak keluarga dan perusahaan PT AMM tengah menjalani mediasi 

    Dirinya mengaku, pihak Pemerintah Kecamatan Tabang juga tengah beberapa kali memberikan teguran kepada beberapa perusahaan agar mengingatkan para supir bus pengangkut karyawan untuk tidak ugal-ugalan di jalan. 

    “Memang beberapa kali kami lihat ada perusahaan yang sering konvoi membawa karyawan. Kami juga sudah menegur perusahaan dan memberikan imbauan keselamatan di lokasi itu. Untuk supir bus sudah ditahan,” ujarnya. 

    Sementara, Warga, Ima mengungkapkan dampak dari insiden ini, puluhan warga mendatangi dan menutup jalan hauling PT AMM menuntut perusahaan untuk bertanggung jawab atas kejadian tersebut. 

    “Iya benar, itu dampak dari insiden tadi pagi, warga marah membakar ban dan menutup jalan hauling yang berada di Jembatan Belayan, berdekatan dengan desa Tukung Ritan,” ungkapnya. 

    (Sf/Lo)