Cari disini...
Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
Seputar Kaltim
PJU di Jalan Ponegoro, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang terlalu berdekatan di Jalan Diponegoro, tepat di depan Kantor Kejaksaan Negeri Berau, mendapat perhatian dari Bupati Berau. Ia menilai bahwa kondisi ini mencerminkan kurangnya koordinasi dan sinkronisasi dalam perencanaan antarinstansi atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yang terlibat.
Penempatan lampu yang berdempetan tersebut dianggap tidak hanya membuang anggaran, tetapi juga mengurangi estetika kota. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa pembangunan infrastruktur yang seharusnya efisien malah berpotensi menjadi pemborosan.
Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Berau, Noorhasani, mengonfirmasi bahwa setiap pemasangan PJU sudah melalui tahapan perencanaan teknis. Namun, ia mengakui adanya tumpang tindih kewenangan antara Dishub dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), yang menyebabkan beberapa lampu terpasang berdekatan.
"PJU yang kami pasang tentu ada perencanaannya. Tapi ada juga lampu yang dipasang oleh Dinas PUPR, terutama saat perbaikan jalan, termasuk lampu hias yang bentuk dan tingginya menyerupai PJU," ujar Noorhasani.
Ia pun menyampaikan bahwa kelemahan dalam koordinasi antarinstansi ini juga menyebabkan beberapa PJU terpasang tidak sesuai dengan rencana yang seharusnya. Situasi yang sama juga pernah terjadi di lokasi lain, seperti di kawasan Jalan Murjani II, di mana terdapat berbagai jenis PJU yang dipasang dari berbagai sumber, mulai dari milik Dishub, PJU Tenaga Surya (TS), hingga lampu dari CSR perusahaan dan PUPR.
"Saat pelaksanaan di lapangan, sama-sama terpasang. Akhirnya ya seperti yang terlihat sekarang," katanya.
Sebagai langkah perbaikan, Dishub Berau berencana untuk melakukan evaluasi terhadap pemasangan PJU setelah aset tersebut diserahterimakan dari Dinas PUPR dan memasuki masa pemeliharaan.
"Kalau sudah menjadi tanggung jawab kami, tentu akan kami hitung ulang. Itu akan kami evaluasi lagi yang tidak tepat posisinya akan kami pindahkan," tambahnya.
Sementara itu, Noorhasani mengatakan untuk jalur Bandara Kalimarau, sebagian besar lampu penerangan masih menggunakan produk lama dari PUPR. Beberapa titik sudah diperbaiki dan mulai menyala, meski masih ada beberapa titik yang tidak berfungsi secara optimal, terutama di bagian tengah jalur tersebut.
"Dari arah bandara dan Raja Alam sudah menyala, tinggal bagian tengah yang masih mati atau kedap-kedip. Keterbatasan anggaran juga jadi kendala. Tapi bertahap sudah kami perbaiki," tandasnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
Seputar Kaltim

PJU di Jalan Ponegoro, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang terlalu berdekatan di Jalan Diponegoro, tepat di depan Kantor Kejaksaan Negeri Berau, mendapat perhatian dari Bupati Berau. Ia menilai bahwa kondisi ini mencerminkan kurangnya koordinasi dan sinkronisasi dalam perencanaan antarinstansi atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yang terlibat.
Penempatan lampu yang berdempetan tersebut dianggap tidak hanya membuang anggaran, tetapi juga mengurangi estetika kota. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa pembangunan infrastruktur yang seharusnya efisien malah berpotensi menjadi pemborosan.
Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Berau, Noorhasani, mengonfirmasi bahwa setiap pemasangan PJU sudah melalui tahapan perencanaan teknis. Namun, ia mengakui adanya tumpang tindih kewenangan antara Dishub dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), yang menyebabkan beberapa lampu terpasang berdekatan.
"PJU yang kami pasang tentu ada perencanaannya. Tapi ada juga lampu yang dipasang oleh Dinas PUPR, terutama saat perbaikan jalan, termasuk lampu hias yang bentuk dan tingginya menyerupai PJU," ujar Noorhasani.
Ia pun menyampaikan bahwa kelemahan dalam koordinasi antarinstansi ini juga menyebabkan beberapa PJU terpasang tidak sesuai dengan rencana yang seharusnya. Situasi yang sama juga pernah terjadi di lokasi lain, seperti di kawasan Jalan Murjani II, di mana terdapat berbagai jenis PJU yang dipasang dari berbagai sumber, mulai dari milik Dishub, PJU Tenaga Surya (TS), hingga lampu dari CSR perusahaan dan PUPR.
"Saat pelaksanaan di lapangan, sama-sama terpasang. Akhirnya ya seperti yang terlihat sekarang," katanya.
Sebagai langkah perbaikan, Dishub Berau berencana untuk melakukan evaluasi terhadap pemasangan PJU setelah aset tersebut diserahterimakan dari Dinas PUPR dan memasuki masa pemeliharaan.
"Kalau sudah menjadi tanggung jawab kami, tentu akan kami hitung ulang. Itu akan kami evaluasi lagi yang tidak tepat posisinya akan kami pindahkan," tambahnya.
Sementara itu, Noorhasani mengatakan untuk jalur Bandara Kalimarau, sebagian besar lampu penerangan masih menggunakan produk lama dari PUPR. Beberapa titik sudah diperbaiki dan mulai menyala, meski masih ada beberapa titik yang tidak berfungsi secara optimal, terutama di bagian tengah jalur tersebut.
"Dari arah bandara dan Raja Alam sudah menyala, tinggal bagian tengah yang masih mati atau kedap-kedip. Keterbatasan anggaran juga jadi kendala. Tapi bertahap sudah kami perbaiki," tandasnya.
(Sf/Rs)