Cari disini...
Seputar Kaltim
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Bupati Running Fest tahun depan disiapkan dengan kategori half marathon jarak 21 Kilometer (Km). Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman mengusulkan jaraknya ditambah menjadi 28 Km.
“Jadi untuk yang half marathon itu sudah masuk dalam agenda tahun depan 21 kilo. Tapi saya mencoba untuk menawarkan ke panitia kalau bisa ditambah sedikit saja menjadi 28,” ujar Ardiansyah.
Menurutnya, jarak tersebut nantinya masih akan dibicarakan bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim dan panitia. Ia menyebut jarak marathon secara penuh mencapai 42 Km, sedangkan half marathon 21 Km.
“Meskipun sebenarnya kalau marathon itu kan 42 kilo ya. Nah, 21 half marathonnya. Tapi kita coba tambah sesuai dengan usia Kutai Timur tahun depan. Tapi nanti kita serahkan ke Dispora dan Pak panitia nantinya,” katanya.
Usulan tersebut disampaikan setelah Bupati Running Fest 2026 diikuti 2.512 pelari di Alun-Alun Bukit Pelangi, Sangatta. Peserta tidak hanya berasal dari Kutim, tetapi juga dari sejumlah kabupaten/kota lain di Kalimantan Timur (Kaltim).
Selain kategori lari untuk peserta dewasa, Bupati Running Fest 2026 juga dirangkai dengan Kids Dash Run untuk anak usia 5 sampai 8 tahun. Ardiansyah mengatakan, kegiatan untuk anak-anak tersebut akan menjadi agenda rutin setiap tahun.
“Itu juga akan jadi agenda rutin juga kita setiap tahun,” tuturnya.
Saat ditanya mengenai antusias masyarakat terhadap olahraga lari, terutama peserta dari luar Kutim, Ardiansyah mengatakan olahraga tersebut kini semakin digemari.
“Memang runners sekarang ini sudah bukan merupakan olahraga yang ditakuti, bahkan justru digemari ya. Jangankan pagi, malam pun mereka lari gitu ya,” ungkapnya.
Ia mencontohkan pelari yang melakukan perjalanan lintas daerah. Ardiansyah mengaku pernah berpapasan dengan pelari yang berlari dari Bontang menuju Sangatta sekitar pukul 04.00 WITA.
“Saya pernah berpapasan jam 4 subuh itu dari Bontang ke Sangatta. Itu luar biasa,” katanya.
Olahraga lari kini semakin digemari, termasuk di Kutim. Agenda lari pun akan terus diberikan ruang untuk dilaksanakan secara rutin setiap tahun. “Makanya kita berikan kesempatan arenanya ya untuk agenda-agenda rutin setiap tahunnya,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Bupati Running Fest tahun depan disiapkan dengan kategori half marathon jarak 21 Kilometer (Km). Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman mengusulkan jaraknya ditambah menjadi 28 Km.
“Jadi untuk yang half marathon itu sudah masuk dalam agenda tahun depan 21 kilo. Tapi saya mencoba untuk menawarkan ke panitia kalau bisa ditambah sedikit saja menjadi 28,” ujar Ardiansyah.
Menurutnya, jarak tersebut nantinya masih akan dibicarakan bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim dan panitia. Ia menyebut jarak marathon secara penuh mencapai 42 Km, sedangkan half marathon 21 Km.
“Meskipun sebenarnya kalau marathon itu kan 42 kilo ya. Nah, 21 half marathonnya. Tapi kita coba tambah sesuai dengan usia Kutai Timur tahun depan. Tapi nanti kita serahkan ke Dispora dan Pak panitia nantinya,” katanya.
Usulan tersebut disampaikan setelah Bupati Running Fest 2026 diikuti 2.512 pelari di Alun-Alun Bukit Pelangi, Sangatta. Peserta tidak hanya berasal dari Kutim, tetapi juga dari sejumlah kabupaten/kota lain di Kalimantan Timur (Kaltim).
Selain kategori lari untuk peserta dewasa, Bupati Running Fest 2026 juga dirangkai dengan Kids Dash Run untuk anak usia 5 sampai 8 tahun. Ardiansyah mengatakan, kegiatan untuk anak-anak tersebut akan menjadi agenda rutin setiap tahun.
“Itu juga akan jadi agenda rutin juga kita setiap tahun,” tuturnya.
Saat ditanya mengenai antusias masyarakat terhadap olahraga lari, terutama peserta dari luar Kutim, Ardiansyah mengatakan olahraga tersebut kini semakin digemari.
“Memang runners sekarang ini sudah bukan merupakan olahraga yang ditakuti, bahkan justru digemari ya. Jangankan pagi, malam pun mereka lari gitu ya,” ungkapnya.
Ia mencontohkan pelari yang melakukan perjalanan lintas daerah. Ardiansyah mengaku pernah berpapasan dengan pelari yang berlari dari Bontang menuju Sangatta sekitar pukul 04.00 WITA.
“Saya pernah berpapasan jam 4 subuh itu dari Bontang ke Sangatta. Itu luar biasa,” katanya.
Olahraga lari kini semakin digemari, termasuk di Kutim. Agenda lari pun akan terus diberikan ruang untuk dilaksanakan secara rutin setiap tahun. “Makanya kita berikan kesempatan arenanya ya untuk agenda-agenda rutin setiap tahunnya,” pungkasnya.
(Sf/Lo)