Seputar Kaltim

    Bupati PPU Sebut Waru Bisa Jadi Penopang Kebutuhan Air Bersih Daerah

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    17 Juni 2026 pukul 13:47 WITA

    Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) mulai mengoptimalkan potensi sumber air baku di Kecamatan Waru untuk memperluas layanan air bersih. 

    Padahal, kapasitas air yang tersedia disebut jauh lebih besar dibanding pemanfaatan saat ini. Berdasarkan perhitungan neraca air Balai Wilayah Sungai (BWS), Embung Waru memiliki potensi sekitar 300 liter per detik dan Bendung Waru mencapai 500 liter per detik. Namun hingga kini pemanfaatannya baru sekitar 30 liter per detik.

    Bupati PPU, Mudyat Noor mengatakan ketersediaan air baku di Waru menjadi salah satu peluang untuk menjawab kebutuhan air bersih di daerah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan sumber di sejumlah wilayah.

    "Sebetulnya di Penajam agak kesulitan bahan baku terutama air bersih. Lalu potensi di Kecamatan Waru itu luar biasa, standarnya bisa memenuhi hingga 100 persen di Kabupaten PPU," kata Mudyat usai peresmian Instalasi Pengolahan Air (IPA) Waru, Senin (15/6/2026).

    Menurutnya, pemerintah daerah mendorong agar potensi tersebut tidak hanya tersedia sebagai cadangan, tetapi dapat dimanfaatkan lebih optimal untuk memperluas pelayanan air bersih bagi masyarakat.

    Mudyat menyebut cakupan layanan di Kecamatan Waru saat ini telah menjangkau hampir seluruh wilayah. Tersisa, Desa Api-Api masih menjadi pekerjaan rumah karena membutuhkan perhitungan lanjutan terkait jarak jaringan dan jumlah pelanggan potensial.

    "Bukan berarti tidak bisa, tetapi menunggu waktu yang tepat sesuai perhitungan teknis dan kebutuhan layanan," ujarnya.

    Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT), Abdul Rasyid mengatakan peningkatan kapasitas IPA Waru dari 20 liter per detik menjadi 30 liter per detik membuka peluang penambahan sekitar 1.000 Sambungan Rumah (SR) baru.

    Rinciannya, sebanyak 200 SR dialokasikan untuk Desa Bangun Mulya, 400 SR di Kelurahan Waru dan 400 SR di Desa Sesulu. Saat ini jumlah pelanggan eksisting di wilayah layanan tersebut mencapai sekitar 1.600 pelanggan.

    Rasyid menegaskan penambahan sambungan dengan sistem reguler dilakukan berdasarkan pendaftaran pelanggan dan kuota yang telah disiapkan. Masyarakat yang mengalami keterbatasan biaya juga diberikan opsi pembayaran secara bertahap.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Bupati PPU Sebut Waru Bisa Jadi Penopang Kebutuhan Air Bersih Daerah

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    17 Juni 2026 pukul 13:47 WITA

    Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) mulai mengoptimalkan potensi sumber air baku di Kecamatan Waru untuk memperluas layanan air bersih. 

    Padahal, kapasitas air yang tersedia disebut jauh lebih besar dibanding pemanfaatan saat ini. Berdasarkan perhitungan neraca air Balai Wilayah Sungai (BWS), Embung Waru memiliki potensi sekitar 300 liter per detik dan Bendung Waru mencapai 500 liter per detik. Namun hingga kini pemanfaatannya baru sekitar 30 liter per detik.

    Bupati PPU, Mudyat Noor mengatakan ketersediaan air baku di Waru menjadi salah satu peluang untuk menjawab kebutuhan air bersih di daerah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan sumber di sejumlah wilayah.

    "Sebetulnya di Penajam agak kesulitan bahan baku terutama air bersih. Lalu potensi di Kecamatan Waru itu luar biasa, standarnya bisa memenuhi hingga 100 persen di Kabupaten PPU," kata Mudyat usai peresmian Instalasi Pengolahan Air (IPA) Waru, Senin (15/6/2026).

    Menurutnya, pemerintah daerah mendorong agar potensi tersebut tidak hanya tersedia sebagai cadangan, tetapi dapat dimanfaatkan lebih optimal untuk memperluas pelayanan air bersih bagi masyarakat.

    Mudyat menyebut cakupan layanan di Kecamatan Waru saat ini telah menjangkau hampir seluruh wilayah. Tersisa, Desa Api-Api masih menjadi pekerjaan rumah karena membutuhkan perhitungan lanjutan terkait jarak jaringan dan jumlah pelanggan potensial.

    "Bukan berarti tidak bisa, tetapi menunggu waktu yang tepat sesuai perhitungan teknis dan kebutuhan layanan," ujarnya.

    Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT), Abdul Rasyid mengatakan peningkatan kapasitas IPA Waru dari 20 liter per detik menjadi 30 liter per detik membuka peluang penambahan sekitar 1.000 Sambungan Rumah (SR) baru.

    Rinciannya, sebanyak 200 SR dialokasikan untuk Desa Bangun Mulya, 400 SR di Kelurahan Waru dan 400 SR di Desa Sesulu. Saat ini jumlah pelanggan eksisting di wilayah layanan tersebut mencapai sekitar 1.600 pelanggan.

    Rasyid menegaskan penambahan sambungan dengan sistem reguler dilakukan berdasarkan pendaftaran pelanggan dan kuota yang telah disiapkan. Masyarakat yang mengalami keterbatasan biaya juga diberikan opsi pembayaran secara bertahap.

    (Sf/Lo)