Seputar Kaltim

    Bupati PPU Resmikan IPA Waru, Bidik 1.000 Sambungan Air Bersih Baru

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    15 Juni 2026 pukul 18:18 WITA

    Bupati Penajam Paser Utara bersama jajaran perangkat daerah meninjau fasilitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) Unit Waru usai diresmikan di Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru, Senin (15/6/2026). (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai menambah daya dorong layanan air bersih dari wilayah Waru. Instalasi Pengolahan Air (IPA) Unit Waru resmi ditingkatkan kapasitasnya menjadi 30 liter per detik atau tiga kali lebih besar dibanding sebelumnya yang hanya 20 liter per detik. Tambahan kapasitas itu diproyeksikan membuka sekitar 1.000 sambungan rumah (SR) baru.

    Peresmian dilakukan Bupati PPU Mudyat Noor di IPA Unit Waru, Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru, Senin (15/6/2026), bersamaan dengan revitalisasi bangunan dan penataan kawasan unit serta penyerahan sertifikat halal LPH LPPOM Provinsi Kalimantan Timur.

    Mudyat mengatakan peningkatan kapasitas produksi bukan sekadar penambahan fasilitas, tetapi diarahkan untuk memperluas jangkauan pelayanan air bersih yang kebutuhan dan tekanannya terus meningkat seiring pertumbuhan kawasan.

    "Peningkatan ini tentu akan memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan semakin mengoptimalkan cakupan pelayanan di Kecamatan Waru," ujarnya.

    Tambahan produksi dari IPA Waru disebut menjadi ruang baru untuk memperluas jaringan pelayanan. Namun Mudyat mengakui belum semua wilayah dapat langsung terlayani. Kawasan Api-Api masih membutuhkan pengembangan sistem tersendiri.

    "Pastinya ini menjadi perhatian pemda untuk terus diupayakan secara bertahap dan berkelanjutan oleh Perumda Air Minum Danum Taka bersama unsur pendukung lainnya," katanya.

    Ia menambahkan, peningkatan kapasitas ini juga disiapkan untuk menopang pengembangan kawasan pesisir Benuo Taka seperti Saloloang, Tanjung Tengah, Pantai Corong dan wilayah sekitarnya yang dinilai memiliki peluang tumbuh lebih besar ke depan.

    "Wilayah-wilayah tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang, sehingga perlu didukung dengan infrastruktur dasar yang memadai dan perlahan program pengembangan lanjutan dapat dilaksanakan," ucapnya.

    Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) Abdul Rasyid menyebut proyek yang diresmikan mencakup peningkatan kapasitas unit produksi Waru menjadi 30 liter per detik serta revitalisasi kawasan perkantoran dan gudang operasional.

    Menurut dia, tambahan kapasitas ini menjadi salah satu modal untuk mengejar target cakupan layanan air bersih PPU yang saat ini masih berada di angka 42 persen dan ditargetkan mencapai 80 persen pada 2029.

    "Diprioritaskan pada tiga desa di Kecamatan Waru dengan potensi 1.000 SR baru. Ke depan kami berupaya melakukan interkoneksi dengan jaringan Penajam yang ada di Petung yang menyalurkan air bersih ke pesisir, perpipaan masih terus dilakukan," ujarnya.

    Rasyid juga menyebut air produksi PDAM kini telah mengantongi sertifikat halal dari tujuh unit IPA.

    Ia menegaskan persoalan layanan air bersih di Waru bukan terletak pada ketersediaan sumber air. Menurutnya, tantangan utama justru masih pada pembangunan jaringan dan infrastruktur distribusi.

    "Penghitungan neraca air BWS embung Waru itu 300 liter per detik, sementara Bendung Waru kapasitas 500 liter per detik. Jadi sebenarnya Waru tidak defisit, tapi defisit infrastruktur. Mudahan fiskal PPU membaik sehingga cakupan layanan 80 persen di 2029 bisa terlampaui," tutup Rasyid.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Bupati PPU Resmikan IPA Waru, Bidik 1.000 Sambungan Air Bersih Baru

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    15 Juni 2026 pukul 18:18 WITA

    Bupati Penajam Paser Utara bersama jajaran perangkat daerah meninjau fasilitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) Unit Waru usai diresmikan di Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru, Senin (15/6/2026). (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai menambah daya dorong layanan air bersih dari wilayah Waru. Instalasi Pengolahan Air (IPA) Unit Waru resmi ditingkatkan kapasitasnya menjadi 30 liter per detik atau tiga kali lebih besar dibanding sebelumnya yang hanya 20 liter per detik. Tambahan kapasitas itu diproyeksikan membuka sekitar 1.000 sambungan rumah (SR) baru.

    Peresmian dilakukan Bupati PPU Mudyat Noor di IPA Unit Waru, Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru, Senin (15/6/2026), bersamaan dengan revitalisasi bangunan dan penataan kawasan unit serta penyerahan sertifikat halal LPH LPPOM Provinsi Kalimantan Timur.

    Mudyat mengatakan peningkatan kapasitas produksi bukan sekadar penambahan fasilitas, tetapi diarahkan untuk memperluas jangkauan pelayanan air bersih yang kebutuhan dan tekanannya terus meningkat seiring pertumbuhan kawasan.

    "Peningkatan ini tentu akan memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan semakin mengoptimalkan cakupan pelayanan di Kecamatan Waru," ujarnya.

    Tambahan produksi dari IPA Waru disebut menjadi ruang baru untuk memperluas jaringan pelayanan. Namun Mudyat mengakui belum semua wilayah dapat langsung terlayani. Kawasan Api-Api masih membutuhkan pengembangan sistem tersendiri.

    "Pastinya ini menjadi perhatian pemda untuk terus diupayakan secara bertahap dan berkelanjutan oleh Perumda Air Minum Danum Taka bersama unsur pendukung lainnya," katanya.

    Ia menambahkan, peningkatan kapasitas ini juga disiapkan untuk menopang pengembangan kawasan pesisir Benuo Taka seperti Saloloang, Tanjung Tengah, Pantai Corong dan wilayah sekitarnya yang dinilai memiliki peluang tumbuh lebih besar ke depan.

    "Wilayah-wilayah tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang, sehingga perlu didukung dengan infrastruktur dasar yang memadai dan perlahan program pengembangan lanjutan dapat dilaksanakan," ucapnya.

    Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) Abdul Rasyid menyebut proyek yang diresmikan mencakup peningkatan kapasitas unit produksi Waru menjadi 30 liter per detik serta revitalisasi kawasan perkantoran dan gudang operasional.

    Menurut dia, tambahan kapasitas ini menjadi salah satu modal untuk mengejar target cakupan layanan air bersih PPU yang saat ini masih berada di angka 42 persen dan ditargetkan mencapai 80 persen pada 2029.

    "Diprioritaskan pada tiga desa di Kecamatan Waru dengan potensi 1.000 SR baru. Ke depan kami berupaya melakukan interkoneksi dengan jaringan Penajam yang ada di Petung yang menyalurkan air bersih ke pesisir, perpipaan masih terus dilakukan," ujarnya.

    Rasyid juga menyebut air produksi PDAM kini telah mengantongi sertifikat halal dari tujuh unit IPA.

    Ia menegaskan persoalan layanan air bersih di Waru bukan terletak pada ketersediaan sumber air. Menurutnya, tantangan utama justru masih pada pembangunan jaringan dan infrastruktur distribusi.

    "Penghitungan neraca air BWS embung Waru itu 300 liter per detik, sementara Bendung Waru kapasitas 500 liter per detik. Jadi sebenarnya Waru tidak defisit, tapi defisit infrastruktur. Mudahan fiskal PPU membaik sehingga cakupan layanan 80 persen di 2029 bisa terlampaui," tutup Rasyid.

    (Sf/Rs)