Seputar Kaltim

    Bupati PPU Gagas Sekolah Inovasi Desa, Model Baru Pengetahuan dan Kreativitas

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    29 Oktober 2025 pukul 16:14 WITA

    Bupati PPU, Mudyat Noor (Dok: Humassetkabppu)

    Penajam - Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor menggagas sekolah inovasi desa sebagai model baru pembangunan berbasis pengetahuan dan kreativitas.

    Program pembelajaran dan pendampingan jangka panjang ini dirancang untuk melahirkan desa-desa mandiri, kreatif dan berdaya saing di tengah pesatnya perkembangan wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

    “Kita harus satu kesatuan agar tujuan pembangunan desa bisa tercapai,” ujarnya, Rabu (29/10/2025).

    Program yang akan berjalan selama satu setengah hingga dua tahun ini lebih menekankan pada proses pendampingan intensif bagi setiap desa. 

    Di dalamnya, para kepala desa, perangkat hingga masyarakat akan dibimbing untuk mengembangkan potensi lokal, mengelola sumber daya dengan kreatif dan membangun karakter kewirausahaan.

    Melalui program ini, pemerintah daerah ingin mengubah paradigma lama desa yang hanya berfokus pada administrasi dan rutinitas birokrasi. 

    Kini setiap aparatur desa diharapkan mampu berpikir layaknya seorang entrepreneur atau wirausahawan yang bisa melihat peluang, berani berinovasi dan dapat menciptakan nilai tambah bagi masyarakatnya.

    “Kalau jiwanya hanya administratif, maka desa akan jalan di tempat. Tapi kalau punya jiwa entrepreneur, desa bisa melompat lebih jauh,” ujarnya.

    Pendekatan ini juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran desa di sekitar kawasan IKN.

    Ia berharap desa-desa di PPU tidak hanya menjadi wilayah penopang, tapi juga ikut menumbuhkan ekosistem ekonomi baru yang mandiri dan berkelanjutan.

    “Kita menyebutnya sekolah agar semangatnya belajar bersama. Ini bukan sekadar pelatihan singkat, tapi proses panjang menuju desa yang benar-benar berdaya,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Bupati PPU Gagas Sekolah Inovasi Desa, Model Baru Pengetahuan dan Kreativitas

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    29 Oktober 2025 pukul 16:14 WITA

    Bupati PPU, Mudyat Noor (Dok: Humassetkabppu)

    Penajam - Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor menggagas sekolah inovasi desa sebagai model baru pembangunan berbasis pengetahuan dan kreativitas.

    Program pembelajaran dan pendampingan jangka panjang ini dirancang untuk melahirkan desa-desa mandiri, kreatif dan berdaya saing di tengah pesatnya perkembangan wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

    “Kita harus satu kesatuan agar tujuan pembangunan desa bisa tercapai,” ujarnya, Rabu (29/10/2025).

    Program yang akan berjalan selama satu setengah hingga dua tahun ini lebih menekankan pada proses pendampingan intensif bagi setiap desa. 

    Di dalamnya, para kepala desa, perangkat hingga masyarakat akan dibimbing untuk mengembangkan potensi lokal, mengelola sumber daya dengan kreatif dan membangun karakter kewirausahaan.

    Melalui program ini, pemerintah daerah ingin mengubah paradigma lama desa yang hanya berfokus pada administrasi dan rutinitas birokrasi. 

    Kini setiap aparatur desa diharapkan mampu berpikir layaknya seorang entrepreneur atau wirausahawan yang bisa melihat peluang, berani berinovasi dan dapat menciptakan nilai tambah bagi masyarakatnya.

    “Kalau jiwanya hanya administratif, maka desa akan jalan di tempat. Tapi kalau punya jiwa entrepreneur, desa bisa melompat lebih jauh,” ujarnya.

    Pendekatan ini juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran desa di sekitar kawasan IKN.

    Ia berharap desa-desa di PPU tidak hanya menjadi wilayah penopang, tapi juga ikut menumbuhkan ekosistem ekonomi baru yang mandiri dan berkelanjutan.

    “Kita menyebutnya sekolah agar semangatnya belajar bersama. Ini bukan sekadar pelatihan singkat, tapi proses panjang menuju desa yang benar-benar berdaya,” tandasnya.

    (Sf/Lo)