Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim
Kondisi lapak di Pasar Induk Sangatta yang masih banyak kosong di tengah aktivitas pasar. (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)
Sangatta - Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menyoroti masih adanya pedagang yang tidak menempati lapak resmi yang telah disediakan pemerintah di kawasan Pasar Induk Sangatta.
Ia meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) segera melakukan evaluasi untuk mengetahui penyebab para pedagang enggan menempati lapak tersebut.
“Ada pedagang yang tidak masuk ke lapak. Ini saya minta dievaluasi, ada apa sebenarnya,” ujar Ardiansyah.
Ia menambahkan, jika ada pedagang yang tidak bersedia menempati lapak, maka diminta untuk mengembalikannya kepada pemerintah agar dapat dimanfaatkan oleh pedagang lain yang membutuhkan.
“Kalau memang tidak mau, pastikan diserahkan kembali ke pemerintah, karena banyak yang ingin masuk,” tegasnya.
Di sisi lain, Ardiansyah juga menyinggung keberadaan pasar tumpah yang semakin ramai di sejumlah titik. Ia meminta agar aktivitas tersebut tetap dalam pengawasan dan tidak mengganggu ketertiban, khususnya arus lalu lintas.
“Saya pernah menginstruksikan kalau mereka berjualannya itu di pasar tumpah sekitar sini, tidak ada alasan, harus kembali ke area pasar. Tapi kalau di tempat-tempat lain, ini yang perlu dievaluasi,” katanya.
Ia menegaskan, meski pasar tumpah menjadi bagian dari ekonomi kerakyatan, aktivitas tersebut tidak boleh mengganggu kondisi lalu lintas.
“Yang penting tidak mengganggu kondisi lalu lintas,” tutupnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim

Kondisi lapak di Pasar Induk Sangatta yang masih banyak kosong di tengah aktivitas pasar. (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)
Sangatta - Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menyoroti masih adanya pedagang yang tidak menempati lapak resmi yang telah disediakan pemerintah di kawasan Pasar Induk Sangatta.
Ia meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) segera melakukan evaluasi untuk mengetahui penyebab para pedagang enggan menempati lapak tersebut.
“Ada pedagang yang tidak masuk ke lapak. Ini saya minta dievaluasi, ada apa sebenarnya,” ujar Ardiansyah.
Ia menambahkan, jika ada pedagang yang tidak bersedia menempati lapak, maka diminta untuk mengembalikannya kepada pemerintah agar dapat dimanfaatkan oleh pedagang lain yang membutuhkan.
“Kalau memang tidak mau, pastikan diserahkan kembali ke pemerintah, karena banyak yang ingin masuk,” tegasnya.
Di sisi lain, Ardiansyah juga menyinggung keberadaan pasar tumpah yang semakin ramai di sejumlah titik. Ia meminta agar aktivitas tersebut tetap dalam pengawasan dan tidak mengganggu ketertiban, khususnya arus lalu lintas.
“Saya pernah menginstruksikan kalau mereka berjualannya itu di pasar tumpah sekitar sini, tidak ada alasan, harus kembali ke area pasar. Tapi kalau di tempat-tempat lain, ini yang perlu dievaluasi,” katanya.
Ia menegaskan, meski pasar tumpah menjadi bagian dari ekonomi kerakyatan, aktivitas tersebut tidak boleh mengganggu kondisi lalu lintas.
“Yang penting tidak mengganggu kondisi lalu lintas,” tutupnya.
(Sf/Rs)