Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi produk UMKM. (Foto: Ilustrasi AI)
Sangatta – Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menilai Dinas Koperasi dan UMKM masih lambat menjalankan program pengembangan koperasi dan UMKM yang menjadi prioritas pemerintah daerah.
Meski demikian, Ardiansyah menyebut pembinaan koperasi di Kutim mulai menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, jumlah koperasi di Kutim sebelumnya tercatat hampir mencapai 1.500 hingga 2.000 unit, baik koperasi plasma yang bermitra dengan perusahaan maupun koperasi mandiri.
Namun, dari jumlah tersebut hanya sebagian kecil yang aktif. Dalam kurun satu hingga dua tahun terakhir, jumlah koperasi sehat di Kutim meningkat menjadi hampir 500 unit.
“Dulu hanya puluhan koperasi yang sehat, sekarang sudah hampir 500 koperasi sehat. Saya meminta program UMKM dan koperasi yang dibuat oleh Bupati dan Wakil Bupati segera dijalankan,” ujar Ardiansyah.
Ia mengatakan pelaksanaan program UMKM dan koperasi di tingkat OPD masih belum maksimal. Ia menilai hingga kini belum ada aturan maupun laporan berkala terkait perkembangan UMKM di Kutim yang disampaikan kepada kepala daerah.
“Sampai sekarang belum ada aturan yang dibuat, terutama untuk UMKM. Berapa jumlah UMKM di Kutim, berapa yang sehat, berapa yang berjalan baik, itu belum secara periodik masuk ke bupati informasinya,” tegasnya.
Karena itu, Ardiansyah mengaku tengah menyiapkan dashboard khusus di ruang kerjanya untuk memantau langsung perkembangan program koperasi dan UMKM yang dijalankan OPD terkait.
“Saya sedang mempersiapkan dashboard sendiri di ruang bupati untuk memantau apa yang sudah dikerjakan dinas terkait program ini,” katanya.
Selain itu, Ardiansyah juga menyoroti program nasional Koperasi Merah Putih yang saat ini mulai dibangun pemerintah pusat di tingkat desa dan kelurahan.
Menurutnya, program tersebut harus disambut serius melalui koordinasi yang cepat dan tepat agar pelaksanaannya berjalan optimal di daerah.
Saat ini, pembangunan Koperasi Merah Putih di Kutim disebut telah berjalan di 115 titik dengan progres mencapai sekitar 80 persen.
Ardiansyah berharap seluruh persiapan operasional dapat segera dituntaskan agar koperasi tersebut mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di Kutim.
“Semoga nanti saat operasionalnya kita sudah siap. Karena kegiatan Koperasi Merah Putih ini untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Kutim,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi produk UMKM. (Foto: Ilustrasi AI)
Sangatta – Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menilai Dinas Koperasi dan UMKM masih lambat menjalankan program pengembangan koperasi dan UMKM yang menjadi prioritas pemerintah daerah.
Meski demikian, Ardiansyah menyebut pembinaan koperasi di Kutim mulai menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, jumlah koperasi di Kutim sebelumnya tercatat hampir mencapai 1.500 hingga 2.000 unit, baik koperasi plasma yang bermitra dengan perusahaan maupun koperasi mandiri.
Namun, dari jumlah tersebut hanya sebagian kecil yang aktif. Dalam kurun satu hingga dua tahun terakhir, jumlah koperasi sehat di Kutim meningkat menjadi hampir 500 unit.
“Dulu hanya puluhan koperasi yang sehat, sekarang sudah hampir 500 koperasi sehat. Saya meminta program UMKM dan koperasi yang dibuat oleh Bupati dan Wakil Bupati segera dijalankan,” ujar Ardiansyah.
Ia mengatakan pelaksanaan program UMKM dan koperasi di tingkat OPD masih belum maksimal. Ia menilai hingga kini belum ada aturan maupun laporan berkala terkait perkembangan UMKM di Kutim yang disampaikan kepada kepala daerah.
“Sampai sekarang belum ada aturan yang dibuat, terutama untuk UMKM. Berapa jumlah UMKM di Kutim, berapa yang sehat, berapa yang berjalan baik, itu belum secara periodik masuk ke bupati informasinya,” tegasnya.
Karena itu, Ardiansyah mengaku tengah menyiapkan dashboard khusus di ruang kerjanya untuk memantau langsung perkembangan program koperasi dan UMKM yang dijalankan OPD terkait.
“Saya sedang mempersiapkan dashboard sendiri di ruang bupati untuk memantau apa yang sudah dikerjakan dinas terkait program ini,” katanya.
Selain itu, Ardiansyah juga menyoroti program nasional Koperasi Merah Putih yang saat ini mulai dibangun pemerintah pusat di tingkat desa dan kelurahan.
Menurutnya, program tersebut harus disambut serius melalui koordinasi yang cepat dan tepat agar pelaksanaannya berjalan optimal di daerah.
Saat ini, pembangunan Koperasi Merah Putih di Kutim disebut telah berjalan di 115 titik dengan progres mencapai sekitar 80 persen.
Ardiansyah berharap seluruh persiapan operasional dapat segera dituntaskan agar koperasi tersebut mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di Kutim.
“Semoga nanti saat operasionalnya kita sudah siap. Karena kegiatan Koperasi Merah Putih ini untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Kutim,” pungkasnya.
(Sf/Lo)