Seputar Kaltim

    Bupati Kutim Sebut Kelautan Masih Jadi PR, TPI Diharapkan Jadi Pusat Pelelangan Ikan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    06 Agustus 2026 pukul 16:32 WITA

    Ilustrasi aktivitas nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI). (Foto: Ilustrasi AI)

    Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman menyebut sektor kelautan masih menjadi salah satu pekerjaan rumah dalam pembangunan daerah, meski Kutim memiliki potensi sumber daya laut yang melimpah.

    Menurut Ardiansyah, setelah Kutim berdiri pada 1999, pemerintah daerah bersama DPRD menetapkan agribisnis dan agroindustri sebagai grand design pembangunan daerah.

    Kebijakan itu berhasil mendorong perkembangan sektor perkebunan hingga Kutim memiliki kawasan kelapa sawit terluas di Kalimantan Timur (Kaltim). Meski begitu, masih ada tiga sektor yang dinilai belum berkembang optimal, yakni pertanian, peternakan sapi dan kelautan.

    "Kalau kita melihat perjalanan pembangunan, masih ada tiga sektor yang tertinggal, yaitu pertanian, peternakan sapi dan kelautan," ujar Ardiansyah.

    Ia mengatakan, sektor pertanian mulai menunjukkan perkembangan, terutama pada kawasan persawahan. Sementara itu, pengembangan peternakan sapi masih menghadapi berbagai tantangan sehingga membutuhkan upaya yang lebih besar.

    "Nah sekarang kita bicara tentang kelautan. Potensinya luar biasa dan harus kita manfaatkan dengan baik," katanya.

    Untuk mendorong pengembangan sektor kelautan, Ardiansyah mengaku memiliki cita-cita menjadikan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kutim sebagai pusat aktivitas perikanan.

    "Mimpi saya, TPI itu menjadi pusat pendaratan para nelayan sekaligus pusat tempat pelelangan ikan. Jadi bukan hanya tempat pendaratan ikan," katanya.

    Ia menjelaskan, saat pengelolaan sektor kelautan masih menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, berbagai infrastruktur pendukung telah dibangun, termasuk dermaga. Namun, seiring berjalannya waktu, kawasan tersebut mengalami pendangkalan.

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim juga telah menyampaikan rencana memperpanjang dermaga TPI. Hanya saja, kondisi kemampuan anggaran pemerintah provinsi dalam beberapa tahun terakhir menjadi tantangan tersendiri bagi realisasi pembangunan tersebut.

    Meski demikian, Ardiansyah tetap optimistis pengembangan sektor kelautan dapat dilakukan secara bertahap. Ia juga meminta Dinas Perikanan terus memberikan pembinaan dan peningkatan kapasitas kepada nelayan tangkap, nelayan sungai, maupun nelayan laut agar mampu memanfaatkan potensi kelautan Kutim secara lebih optimal.

    "Kita memiliki biota laut yang luar biasa. Yang harus kita lakukan sekarang adalah terus memberikan dorongan, semangat dan meningkatkan kemampuan para nelayan agar potensi itu benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kutim," pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Bupati Kutim Sebut Kelautan Masih Jadi PR, TPI Diharapkan Jadi Pusat Pelelangan Ikan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    06 Agustus 2026 pukul 16:32 WITA

    Ilustrasi aktivitas nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI). (Foto: Ilustrasi AI)

    Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman menyebut sektor kelautan masih menjadi salah satu pekerjaan rumah dalam pembangunan daerah, meski Kutim memiliki potensi sumber daya laut yang melimpah.

    Menurut Ardiansyah, setelah Kutim berdiri pada 1999, pemerintah daerah bersama DPRD menetapkan agribisnis dan agroindustri sebagai grand design pembangunan daerah.

    Kebijakan itu berhasil mendorong perkembangan sektor perkebunan hingga Kutim memiliki kawasan kelapa sawit terluas di Kalimantan Timur (Kaltim). Meski begitu, masih ada tiga sektor yang dinilai belum berkembang optimal, yakni pertanian, peternakan sapi dan kelautan.

    "Kalau kita melihat perjalanan pembangunan, masih ada tiga sektor yang tertinggal, yaitu pertanian, peternakan sapi dan kelautan," ujar Ardiansyah.

    Ia mengatakan, sektor pertanian mulai menunjukkan perkembangan, terutama pada kawasan persawahan. Sementara itu, pengembangan peternakan sapi masih menghadapi berbagai tantangan sehingga membutuhkan upaya yang lebih besar.

    "Nah sekarang kita bicara tentang kelautan. Potensinya luar biasa dan harus kita manfaatkan dengan baik," katanya.

    Untuk mendorong pengembangan sektor kelautan, Ardiansyah mengaku memiliki cita-cita menjadikan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kutim sebagai pusat aktivitas perikanan.

    "Mimpi saya, TPI itu menjadi pusat pendaratan para nelayan sekaligus pusat tempat pelelangan ikan. Jadi bukan hanya tempat pendaratan ikan," katanya.

    Ia menjelaskan, saat pengelolaan sektor kelautan masih menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, berbagai infrastruktur pendukung telah dibangun, termasuk dermaga. Namun, seiring berjalannya waktu, kawasan tersebut mengalami pendangkalan.

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim juga telah menyampaikan rencana memperpanjang dermaga TPI. Hanya saja, kondisi kemampuan anggaran pemerintah provinsi dalam beberapa tahun terakhir menjadi tantangan tersendiri bagi realisasi pembangunan tersebut.

    Meski demikian, Ardiansyah tetap optimistis pengembangan sektor kelautan dapat dilakukan secara bertahap. Ia juga meminta Dinas Perikanan terus memberikan pembinaan dan peningkatan kapasitas kepada nelayan tangkap, nelayan sungai, maupun nelayan laut agar mampu memanfaatkan potensi kelautan Kutim secara lebih optimal.

    "Kita memiliki biota laut yang luar biasa. Yang harus kita lakukan sekarang adalah terus memberikan dorongan, semangat dan meningkatkan kemampuan para nelayan agar potensi itu benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kutim," pungkasnya.

    (Sf/Lo)