Cari disini...
Seputar Kaltim
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)
Sangatta - Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor koperasi melalui peluncuran aksi perubahan SIGAP (Sistem Informasi Gerak Cepat dan Tepat). Ia menyebut sistem ini akan membantu pemerintah daerah mendapatkan data koperasi yang lebih akurat dan cepat.
Ardiansyah menyampaikan, perkembangan koperasi di Kutim dalam dua tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan. Dari sekitar 1.450 koperasi, kini 500 koperasi sudah berstatus sehat, meningkat jauh dibandingkan tahun 2021–2022.
“Dalam waktu singkat, dua sampai tiga tahun ini, kita mampu memperbaiki kinerja koperasi secara bertahap. Ini sejalan dengan arahan Presiden yang memfokuskan pembangunan ekonomi kerakyatan melalui koperasi,” ujar Ardiansyah.
Ia menambahkan, Salah satu program nasional yang kini berjalan adalah Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Program ini sudah berada pada tiga tahap, yaitu yang sudah beroperasi, yang sedang dibangun, dan yang masih dipersiapkan.
Menurut Ardiansyah, KDMP akan berbentuk gerai seperti toko modern, tetapi ditempatkan di desa. Barang-barang di dalamnya sebagian berasal dari subsidi pemerintah, sementara sebagian besar dipasok oleh masyarakat desa.
“Sebagian barang berasal dari skema subsidi pembiayaan, tetapi lainnya dipasok dari masyarakat. Kecuali produk khusus seperti obat-obatan dan pupuk, gerai KDMP akan memanfaatkan potensi lokal. Jadi dikelola oleh masyarakat, untuk masyarakat. Inilah roh koperasi sebagai soko guru ekonomi Indonesia,” pungkasnya.
Ardiansyah berharap peluncuran SIGAP dapat mendukung pendirian KDMP di Kutim sekaligus memperkuat ekonomi desa.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)
Sangatta - Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor koperasi melalui peluncuran aksi perubahan SIGAP (Sistem Informasi Gerak Cepat dan Tepat). Ia menyebut sistem ini akan membantu pemerintah daerah mendapatkan data koperasi yang lebih akurat dan cepat.
Ardiansyah menyampaikan, perkembangan koperasi di Kutim dalam dua tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan. Dari sekitar 1.450 koperasi, kini 500 koperasi sudah berstatus sehat, meningkat jauh dibandingkan tahun 2021–2022.
“Dalam waktu singkat, dua sampai tiga tahun ini, kita mampu memperbaiki kinerja koperasi secara bertahap. Ini sejalan dengan arahan Presiden yang memfokuskan pembangunan ekonomi kerakyatan melalui koperasi,” ujar Ardiansyah.
Ia menambahkan, Salah satu program nasional yang kini berjalan adalah Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Program ini sudah berada pada tiga tahap, yaitu yang sudah beroperasi, yang sedang dibangun, dan yang masih dipersiapkan.
Menurut Ardiansyah, KDMP akan berbentuk gerai seperti toko modern, tetapi ditempatkan di desa. Barang-barang di dalamnya sebagian berasal dari subsidi pemerintah, sementara sebagian besar dipasok oleh masyarakat desa.
“Sebagian barang berasal dari skema subsidi pembiayaan, tetapi lainnya dipasok dari masyarakat. Kecuali produk khusus seperti obat-obatan dan pupuk, gerai KDMP akan memanfaatkan potensi lokal. Jadi dikelola oleh masyarakat, untuk masyarakat. Inilah roh koperasi sebagai soko guru ekonomi Indonesia,” pungkasnya.
Ardiansyah berharap peluncuran SIGAP dapat mendukung pendirian KDMP di Kutim sekaligus memperkuat ekonomi desa.
(Sf/Rs)