Seputar Kaltim

    Bupati Kutim Pastikan Inflasi Tetap Terkendali Menjelang Lebaran

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Sekretaris Daerah (Sekda) saat diwawancarai awak media. (Foto-Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menggelar pertemuan daring (Zoom meeting) untuk membahas pengendalian inflasi di wilayah Kutai Timur, yang dilaksanakan di ruang rapat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), pada Senin, 24 Maret 2025.

    Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Sekretaris Daerah (Sekda), menyampaikan bahwa kondisi inflasi di Kutai Timur masih terbilang aman dan dalam keadaan normal.

    “Alhamdulillah, Kutai Timur masih tergolong aman dari inflasi. Inflasi kita dalam keadaan normal dan aman hingga Lebaran,” ujar Mahyunadi kepada awak media.

    Ia memastikan bahwa hingga saat ini belum terdeteksi adanya kenaikan harga yang signifikan. Salah satu faktor yang sering memengaruhi kenaikan harga adalah kekurangan pasokan barang. Namun, Bupati menegaskan bahwa pasokan di Kutai Timur masih cukup dan distribusi barang berjalan lancar.

    “Harga cabai saat ini sudah bertahan, bahkan turun menjadi Rp120.000, setelah sebelumnya sempat mencapai Rp122.000. Hanya saja, harga daging diperkirakan akan naik, bukan karena masalah pasokan, tetapi karena tingginya kebutuhan,” jelasnya.

    Untuk menjaga kestabilan harga dan mencegah beban berlebih pada masyarakat, pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan intervensi jika terjadi kenaikan harga yang meresahkan. Bupati juga mengimbau masyarakat untuk melapor jika ada harga yang dirasa memberatkan, melalui saluran komunikasi seperti WhatsApp atau pasar setempat.

    “Jika ada kenaikan harga yang terlalu tinggi dan meresahkan masyarakat, silakan menghubungi kami. Saya sendiri bisa dihubungi melalui WhatsApp langsung atau bisa juga menyampaikan keluhan melalui pasar,” tambahnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Bupati Kutim Pastikan Inflasi Tetap Terkendali Menjelang Lebaran

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Sekretaris Daerah (Sekda) saat diwawancarai awak media. (Foto-Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menggelar pertemuan daring (Zoom meeting) untuk membahas pengendalian inflasi di wilayah Kutai Timur, yang dilaksanakan di ruang rapat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), pada Senin, 24 Maret 2025.

    Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Sekretaris Daerah (Sekda), menyampaikan bahwa kondisi inflasi di Kutai Timur masih terbilang aman dan dalam keadaan normal.

    “Alhamdulillah, Kutai Timur masih tergolong aman dari inflasi. Inflasi kita dalam keadaan normal dan aman hingga Lebaran,” ujar Mahyunadi kepada awak media.

    Ia memastikan bahwa hingga saat ini belum terdeteksi adanya kenaikan harga yang signifikan. Salah satu faktor yang sering memengaruhi kenaikan harga adalah kekurangan pasokan barang. Namun, Bupati menegaskan bahwa pasokan di Kutai Timur masih cukup dan distribusi barang berjalan lancar.

    “Harga cabai saat ini sudah bertahan, bahkan turun menjadi Rp120.000, setelah sebelumnya sempat mencapai Rp122.000. Hanya saja, harga daging diperkirakan akan naik, bukan karena masalah pasokan, tetapi karena tingginya kebutuhan,” jelasnya.

    Untuk menjaga kestabilan harga dan mencegah beban berlebih pada masyarakat, pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan intervensi jika terjadi kenaikan harga yang meresahkan. Bupati juga mengimbau masyarakat untuk melapor jika ada harga yang dirasa memberatkan, melalui saluran komunikasi seperti WhatsApp atau pasar setempat.

    “Jika ada kenaikan harga yang terlalu tinggi dan meresahkan masyarakat, silakan menghubungi kami. Saya sendiri bisa dihubungi melalui WhatsApp langsung atau bisa juga menyampaikan keluhan melalui pasar,” tambahnya.

    (Sf/Rs)