Seputar Kaltim

    Bupati Kutim Libatkan BAZNAS Tangani Kemiskinan Ekstrem

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    11 Maret 2026 pukul 13:40 WITA

    Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Kutim Berzakat. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) mendorong optimalisasi pemanfaatan zakat untuk membantu percepatan penanganan kemiskinan ekstrem di daerah.

    Peran tersebut kini diperkuat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kutim.

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengatakan BAZNAS dilibatkan untuk mendukung program pengentasan kemiskinan ekstrem yang sebelumnya berada di bawah penanganan Dinas Sosial.

    “BAZNAS mengambil alih tugas dari Dinas Sosial tahun ini terkait dengan miskin ekstrem. Mudah-mudahan selama setahun ini miskin ekstrem di Kutim bisa hilang,” ujar Ardiansyah, Selasa (10/3/2025).

    Menurutnya penguatan peran BAZNAS menjadi langkah strategis mengingat potensi zakat di Kutim cukup besar. Berdasarkan pemetaan indikator dari BAZNAS Republik Indonesia, potensi zakat di daerah tersebut diperkirakan mencapai Rp920,8 miliar.

    "Kalau potensi zakat ini dimaksimalkan, nilainya hampir mencapai Rp1 triliun. Dengan angka tersebut, insyaallah berbagai persoalan sosial di Kutim bisa ditangani,” katanya.

    Ardiansyah juga menekankan pentingnya kesadaran berzakat, terutama bagi ASN. Pemkab Kutim telah menerapkan pemotongan zakat penghasilan sebesar 2,5 persen bagi ASN muslim melalui peraturan bupati.

    “Cukup dengan ASN saja, insyaallah bisa membantu pendidikan, bisa mengurangi risiko stunting, bisa mengurangi kemiskinan ekstrem dan seterusnya,” tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Bupati Kutim Libatkan BAZNAS Tangani Kemiskinan Ekstrem

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    11 Maret 2026 pukul 13:40 WITA

    Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Kutim Berzakat. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) mendorong optimalisasi pemanfaatan zakat untuk membantu percepatan penanganan kemiskinan ekstrem di daerah.

    Peran tersebut kini diperkuat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kutim.

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengatakan BAZNAS dilibatkan untuk mendukung program pengentasan kemiskinan ekstrem yang sebelumnya berada di bawah penanganan Dinas Sosial.

    “BAZNAS mengambil alih tugas dari Dinas Sosial tahun ini terkait dengan miskin ekstrem. Mudah-mudahan selama setahun ini miskin ekstrem di Kutim bisa hilang,” ujar Ardiansyah, Selasa (10/3/2025).

    Menurutnya penguatan peran BAZNAS menjadi langkah strategis mengingat potensi zakat di Kutim cukup besar. Berdasarkan pemetaan indikator dari BAZNAS Republik Indonesia, potensi zakat di daerah tersebut diperkirakan mencapai Rp920,8 miliar.

    "Kalau potensi zakat ini dimaksimalkan, nilainya hampir mencapai Rp1 triliun. Dengan angka tersebut, insyaallah berbagai persoalan sosial di Kutim bisa ditangani,” katanya.

    Ardiansyah juga menekankan pentingnya kesadaran berzakat, terutama bagi ASN. Pemkab Kutim telah menerapkan pemotongan zakat penghasilan sebesar 2,5 persen bagi ASN muslim melalui peraturan bupati.

    “Cukup dengan ASN saja, insyaallah bisa membantu pendidikan, bisa mengurangi risiko stunting, bisa mengurangi kemiskinan ekstrem dan seterusnya,” tutupnya.

    (Sf/Lo)