Seputar Kaltim
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (kiri) saat monitoring sekaligus meresmikan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Pastarung di kawasan produktif terpadu Lapas Kelas IIA Tenggarong (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri mendorong pemasaran hasil pertanian dan peternakan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong, melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Pastarung yang berada di kawasan produktif terpadu Lapas, Jalan Mangkuraja, Kelurahan Loa Ipuh.
Upaya ini dilakukan dengan membuka peluang kerja sama pemasaran bersama sejumlah pihak, termasuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Kukar.
Aulia mengatakan hasil produksi warga binaan, seperti telur dan komoditas pertanian berpotensi dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan dapur SPPG.
“Kita akan menghubungkan hasil produksi, misalnya telur dan hasil pertanian dengan dapur-dapur SPPG di Kukar. Kita juga membuka pasar bagi warga sekitar,” ujar Aulia, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, pemasaran tersebut tidak hanya membantu penyerapan hasil produksi, tapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan bahan pangan segar dengan harga yang lebih bersaing.
Aulia mengapresiasi pengembangan SAE Pastarung sebagai sarana pemberdayaan warga binaan. Ia berharap kegiatan produktif yang dijalankan dapat menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Kata dia, Pemkab Kukar siap mendukung kegiatan pemberdayaan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan kebijakan yang dimiliki pemerintah daerah.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu warga binaan menjadi lebih mandiri, produktif serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat ketika kembali menjalani kehidupan di lingkungan masing-masing.
“Kegiatan ini bisa memberikan manfaat yang lebih luas, terutama bagi warga binaan sekaligus mendukung proses pembinaan agar mereka menjadi lebih produktif,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (kiri) saat monitoring sekaligus meresmikan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Pastarung di kawasan produktif terpadu Lapas Kelas IIA Tenggarong (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri mendorong pemasaran hasil pertanian dan peternakan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong, melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Pastarung yang berada di kawasan produktif terpadu Lapas, Jalan Mangkuraja, Kelurahan Loa Ipuh.
Upaya ini dilakukan dengan membuka peluang kerja sama pemasaran bersama sejumlah pihak, termasuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Kukar.
Aulia mengatakan hasil produksi warga binaan, seperti telur dan komoditas pertanian berpotensi dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan dapur SPPG.
“Kita akan menghubungkan hasil produksi, misalnya telur dan hasil pertanian dengan dapur-dapur SPPG di Kukar. Kita juga membuka pasar bagi warga sekitar,” ujar Aulia, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, pemasaran tersebut tidak hanya membantu penyerapan hasil produksi, tapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan bahan pangan segar dengan harga yang lebih bersaing.
Aulia mengapresiasi pengembangan SAE Pastarung sebagai sarana pemberdayaan warga binaan. Ia berharap kegiatan produktif yang dijalankan dapat menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Kata dia, Pemkab Kukar siap mendukung kegiatan pemberdayaan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan kebijakan yang dimiliki pemerintah daerah.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu warga binaan menjadi lebih mandiri, produktif serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat ketika kembali menjalani kehidupan di lingkungan masing-masing.
“Kegiatan ini bisa memberikan manfaat yang lebih luas, terutama bagi warga binaan sekaligus mendukung proses pembinaan agar mereka menjadi lebih produktif,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)