Seputar Kaltim
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, bersama sejumlah kepala perangkat daerah terkait turun langsung meninjau lokasi kebakaran di Belakang Pasar SAD. (Foto: Prokopim Berau)
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menyiapkan food court di lantai dua Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) sebagai tempat berjualan sementara bagi pedagang makanan siap saji yang kehilangan lapak akibat kebakaran, Rabu (4/11/2026) malam.
Langkah tersebut disiapkan agar para pedagang yang terdampak bisa kembali menjalankan aktivitas usahanya sembari menunggu penanganan dan penataan kawasan pascakebakaran.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, bersama sejumlah kepala perangkat daerah terkait turun langsung meninjau lokasi kebakaran. Dalam kunjungan itu, ia didampingi Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Kepala DLHK, Kepala Dinas Sosial, serta Kepala UPT Pasar SAD.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 19.10 WITA tersebut berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 WITA. Sebanyak 29 kios dan empat rumah dilaporkan terdampak. Api dengan cepat melalap bangunan semi permanen maupun permanen yang diduga dipicu korsleting listrik pada salah satu kios. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Saat meninjau lokasi, Sri Juniarsih menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa kepada para pedagang yang terdampak. Ia juga berdialog langsung dengan sejumlah pedagang serta menyerahkan bantuan santunan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah.
Ia mengatakan, pemerintah daerah telah meminta perangkat daerah terkait untuk segera menyiapkan langkah penanganan. DLHK diminta melakukan pembersihan sisa material kebakaran setelah proses olah tempat kejadian perkara (TKP) selesai, sedangkan Diskoperindag diminta menyiapkan pemanfaatan food court di lantai dua.
"Saya sudah mencatat perangkat daerah terkait untuk mencari solusi agar para pedagang ini bisa kembali beraktivitas. Salah satunya dengan memanfaatkan food court di lantai dua. Mari bersama-sama kita hidupkan kembali kawasan tersebut agar bisa digunakan dan memberikan manfaat bagi para pedagang," jelasnya.
Menurutnya, kawasan yang terdampak kebakaran merupakan aset pemerintah daerah. Karena itu, penanganan pascakebakaran juga akan menjadi momentum untuk melakukan penataan kembali Pasar SAD agar aktivitas perdagangan bisa berjalan lebih tertib.
"Pasar ini perlu kita tata kembali. Dahulu aktivitas perdagangan di dalam pasar cukup ramai, tetapi sekarang sebagian aktivitas malah bergeser ke luar. Kita akan mencari solusi bersama para pedagang agar lapak yang telah disediakan pemerintah dapat kembali dimanfaatkan," katanya.
Selain itu, penertiban aktivitas pasar subuh yang berlangsung melebihi waktu operasional serta pengembalian fungsi kawasan parkir sesuai peruntukannya juga menjadi perhatian pemerintah daerah.
Sri pun turut melakukan evaluasi terhadap fasilitas keselamatan di kawasan pasar, terutama hidran yang dilaporkan sudah lama tidak berfungsi dan jangkauannya belum mencakup seluruh area pasar. Oleh karena itu, ia berencana membenahi fasilitas pendukung tersebut sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan mencegah terjadinya kebakaran serupa.
"Kami berharap selain membantu pedagang kembali berjualan, penataan Pasar SAD juga dapat menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat," tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, bersama sejumlah kepala perangkat daerah terkait turun langsung meninjau lokasi kebakaran di Belakang Pasar SAD. (Foto: Prokopim Berau)
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menyiapkan food court di lantai dua Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) sebagai tempat berjualan sementara bagi pedagang makanan siap saji yang kehilangan lapak akibat kebakaran, Rabu (4/11/2026) malam.
Langkah tersebut disiapkan agar para pedagang yang terdampak bisa kembali menjalankan aktivitas usahanya sembari menunggu penanganan dan penataan kawasan pascakebakaran.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, bersama sejumlah kepala perangkat daerah terkait turun langsung meninjau lokasi kebakaran. Dalam kunjungan itu, ia didampingi Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Kepala DLHK, Kepala Dinas Sosial, serta Kepala UPT Pasar SAD.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 19.10 WITA tersebut berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 WITA. Sebanyak 29 kios dan empat rumah dilaporkan terdampak. Api dengan cepat melalap bangunan semi permanen maupun permanen yang diduga dipicu korsleting listrik pada salah satu kios. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Saat meninjau lokasi, Sri Juniarsih menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa kepada para pedagang yang terdampak. Ia juga berdialog langsung dengan sejumlah pedagang serta menyerahkan bantuan santunan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah.
Ia mengatakan, pemerintah daerah telah meminta perangkat daerah terkait untuk segera menyiapkan langkah penanganan. DLHK diminta melakukan pembersihan sisa material kebakaran setelah proses olah tempat kejadian perkara (TKP) selesai, sedangkan Diskoperindag diminta menyiapkan pemanfaatan food court di lantai dua.
"Saya sudah mencatat perangkat daerah terkait untuk mencari solusi agar para pedagang ini bisa kembali beraktivitas. Salah satunya dengan memanfaatkan food court di lantai dua. Mari bersama-sama kita hidupkan kembali kawasan tersebut agar bisa digunakan dan memberikan manfaat bagi para pedagang," jelasnya.
Menurutnya, kawasan yang terdampak kebakaran merupakan aset pemerintah daerah. Karena itu, penanganan pascakebakaran juga akan menjadi momentum untuk melakukan penataan kembali Pasar SAD agar aktivitas perdagangan bisa berjalan lebih tertib.
"Pasar ini perlu kita tata kembali. Dahulu aktivitas perdagangan di dalam pasar cukup ramai, tetapi sekarang sebagian aktivitas malah bergeser ke luar. Kita akan mencari solusi bersama para pedagang agar lapak yang telah disediakan pemerintah dapat kembali dimanfaatkan," katanya.
Selain itu, penertiban aktivitas pasar subuh yang berlangsung melebihi waktu operasional serta pengembalian fungsi kawasan parkir sesuai peruntukannya juga menjadi perhatian pemerintah daerah.
Sri pun turut melakukan evaluasi terhadap fasilitas keselamatan di kawasan pasar, terutama hidran yang dilaporkan sudah lama tidak berfungsi dan jangkauannya belum mencakup seluruh area pasar. Oleh karena itu, ia berencana membenahi fasilitas pendukung tersebut sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan mencegah terjadinya kebakaran serupa.
"Kami berharap selain membantu pedagang kembali berjualan, penataan Pasar SAD juga dapat menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat," tandasnya.
(Sf/Rs)