Seputar Kaltim

    Bupati Berau Lantik Dua Pj Kakam, Ingatkan Pentingnya Transparansi Keuangan Kampung

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Buniyamin
    22 Januari 2025 pukul 13:43 WITA

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, melantik dua Penjabat (PJ) Kepala Kampung (Kakam), yakni Kampung Tasuk Kecamatan Gunung Tabur dan Kampung Punan Malinau Kecamatan Segah, di Balai Mufakat, Tanjung Redeb. (Foto: Baiq eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas melantik dua Penjabat (PJ) Kepala Kampung (Kakam) di Balai Mufakat, Tanjung Redeb, Rabu (22/1/2025).

    Kedua Pj yang dilantik adalah Kepala Kampung Tasuk, Dahroni dan Kepala Kampung Punan Malinau, Yustinus. Pj kakam baru ini dilantik pasca wafatnya dua kepala kampung sebelumnya.

    Sri Juniarsih Mas menegaskan Pj Kakam  memiliki tanggung jawab untuk memimpin pemerintahan, mengelola pembangunan dan memajukan kemasyarakatan kampung.

    "Saya berharap saudara dapat menjalankan amanah ini dengan kinerja terbaik, profesional dan penuh integritas," kata Bupati Berau, Sri Juniarsih.

    Ia juga meminta PJ kakam tersebut untuk segera berkoordinasi dengan Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), serta lembaga masyarakat lainnya seperti RT, PKK, Posyandu dan Karang Taruna.

    "Kerja sama ini penting untuk mengembangkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki kampung masing-masing," tuturnya.

    Terlebih, kata Sri, Kampung Tasuk dan Punan Malinau sudah berstatus Kampung Maju, sehingga status tersebut bukan hanya dipertahankan, tetapi juga dapat ditingkatkan menjadi Kampung Mandiri atau berprestasi.

    Ia juga menegaskan pentingnya pengelolaan dana transfer seperti Dana Desa, Alokasi Dana Kampung (ADK), bagi hasil pajak dan retribusi daerah serta bantuan keuangan dari kabupaten dan provinsi. 

    Sri mengimbau kepada kedua PJ kepala kampung untuk tetap menjalin koordinasi dengan perangkat daerah agar dana-dana tersebut dikelola secara transparan dan sesuai pedoman pengelolaan keuangan kampung.

    "Koordinasi dengan camat dan perangkat daerah terkait sangat diperlukan. Manfaatkan dana desa secara optimal untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat kampung," ujarnya

    Ia pun mendorong untuk mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki kampung baik sektor hilir, pertanian, perkebunan, serta pariwisata berbasis kearifan lokal.

    "Jangan sampai kita hanya menjadi penonton dalam pengelolaan sumber daya kampung sendiri. Arahkan program pembangunan dengan memanfaatkan peluang dan potensi kampung," pungkasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Bupati Berau Lantik Dua Pj Kakam, Ingatkan Pentingnya Transparansi Keuangan Kampung

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Buniyamin
    22 Januari 2025 pukul 13:43 WITA

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, melantik dua Penjabat (PJ) Kepala Kampung (Kakam), yakni Kampung Tasuk Kecamatan Gunung Tabur dan Kampung Punan Malinau Kecamatan Segah, di Balai Mufakat, Tanjung Redeb. (Foto: Baiq eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas melantik dua Penjabat (PJ) Kepala Kampung (Kakam) di Balai Mufakat, Tanjung Redeb, Rabu (22/1/2025).

    Kedua Pj yang dilantik adalah Kepala Kampung Tasuk, Dahroni dan Kepala Kampung Punan Malinau, Yustinus. Pj kakam baru ini dilantik pasca wafatnya dua kepala kampung sebelumnya.

    Sri Juniarsih Mas menegaskan Pj Kakam  memiliki tanggung jawab untuk memimpin pemerintahan, mengelola pembangunan dan memajukan kemasyarakatan kampung.

    "Saya berharap saudara dapat menjalankan amanah ini dengan kinerja terbaik, profesional dan penuh integritas," kata Bupati Berau, Sri Juniarsih.

    Ia juga meminta PJ kakam tersebut untuk segera berkoordinasi dengan Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), serta lembaga masyarakat lainnya seperti RT, PKK, Posyandu dan Karang Taruna.

    "Kerja sama ini penting untuk mengembangkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki kampung masing-masing," tuturnya.

    Terlebih, kata Sri, Kampung Tasuk dan Punan Malinau sudah berstatus Kampung Maju, sehingga status tersebut bukan hanya dipertahankan, tetapi juga dapat ditingkatkan menjadi Kampung Mandiri atau berprestasi.

    Ia juga menegaskan pentingnya pengelolaan dana transfer seperti Dana Desa, Alokasi Dana Kampung (ADK), bagi hasil pajak dan retribusi daerah serta bantuan keuangan dari kabupaten dan provinsi. 

    Sri mengimbau kepada kedua PJ kepala kampung untuk tetap menjalin koordinasi dengan perangkat daerah agar dana-dana tersebut dikelola secara transparan dan sesuai pedoman pengelolaan keuangan kampung.

    "Koordinasi dengan camat dan perangkat daerah terkait sangat diperlukan. Manfaatkan dana desa secara optimal untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat kampung," ujarnya

    Ia pun mendorong untuk mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki kampung baik sektor hilir, pertanian, perkebunan, serta pariwisata berbasis kearifan lokal.

    "Jangan sampai kita hanya menjadi penonton dalam pengelolaan sumber daya kampung sendiri. Arahkan program pembangunan dengan memanfaatkan peluang dan potensi kampung," pungkasnya.

    (Sf/By)