Seputar Kaltim

    Bupati Ardiansyah Resmikan Layanan MRI 1,5 Tesla di RSUD Kudungga, Gratis bagi Peserta BPJS

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman. Saat diwawancarai media pada Senin (14/4/2025). di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga. (foto-Lisda/seputarfakta.com).

    Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah dengan meresmikan alat Magnetic Resonance Imaging (MRI) 1,5 Tesla di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga.

    Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengungkapkan bahwa pengadaan alat ini merupakan langkah penting untuk memajukan layanan medis di Kutim. Ia berharap MRI 1,5 Tesla ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dengan mengikuti prosedur medis yang tepat.

    "Saya berharap RSUD Kudungga benar-benar memanfaatkan alat ini untuk kepentingan masyarakat yang membutuhkan, tentunya dengan rujukan dari dokter yang menangani," ujar Ardiansyah saat diwawancarai media pada Senin (14/4/2025).

    Lebih lanjut, Ardiansyah menjelaskan bahwa layanan MRI ini tersedia dengan biaya yang terjangkau melalui BPJS Kesehatan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir tentang biaya pemeriksaan.

    "Biaya mandiri untuk MRI ini sekitar Rp2.800.000, tetapi jika melalui BPJS, pemeriksaan ini gratis. Jadi, pastikan untuk menggunakan BPJS agar tidak perlu membayar sendiri," tegasnya.

    Pengadaan MRI 1,5 Tesla ini menandai kemajuan signifikan dalam ketersediaan alat medis berteknologi tinggi di Kutai Timur, yang sebelumnya hanya memiliki fasilitas lebih sederhana.

    "Kita perlahan-lahan mendapatkan fasilitas medis yang memadai untuk mendukung pemeriksaan kesehatan masyarakat. Kini, kita sudah memiliki MRI generasi terbaru, 1,5 Tesla, yang lebih canggih dibandingkan dengan alat sebelumnya,"jelas Ardiansyah.

    Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk pengembangan fasilitas lainnya di rumah sakit, termasuk pembangunan paviliun dan ruang inap baru yang akan dimulai tahun depan.

    "Tahun depan akan dibangun paviliun di belakang rumah sakit. Pembangunan ini sudah direncanakan meskipun belum dimulai," tutup Ardiansyah.

    Dengan hadirnya MRI 1,5 Tesla ini, Pemkab Kutim berharap dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan di RSUD Kudungga dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan fasilitas medis yang lebih modern.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Bupati Ardiansyah Resmikan Layanan MRI 1,5 Tesla di RSUD Kudungga, Gratis bagi Peserta BPJS

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman. Saat diwawancarai media pada Senin (14/4/2025). di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga. (foto-Lisda/seputarfakta.com).

    Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah dengan meresmikan alat Magnetic Resonance Imaging (MRI) 1,5 Tesla di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga.

    Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengungkapkan bahwa pengadaan alat ini merupakan langkah penting untuk memajukan layanan medis di Kutim. Ia berharap MRI 1,5 Tesla ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dengan mengikuti prosedur medis yang tepat.

    "Saya berharap RSUD Kudungga benar-benar memanfaatkan alat ini untuk kepentingan masyarakat yang membutuhkan, tentunya dengan rujukan dari dokter yang menangani," ujar Ardiansyah saat diwawancarai media pada Senin (14/4/2025).

    Lebih lanjut, Ardiansyah menjelaskan bahwa layanan MRI ini tersedia dengan biaya yang terjangkau melalui BPJS Kesehatan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir tentang biaya pemeriksaan.

    "Biaya mandiri untuk MRI ini sekitar Rp2.800.000, tetapi jika melalui BPJS, pemeriksaan ini gratis. Jadi, pastikan untuk menggunakan BPJS agar tidak perlu membayar sendiri," tegasnya.

    Pengadaan MRI 1,5 Tesla ini menandai kemajuan signifikan dalam ketersediaan alat medis berteknologi tinggi di Kutai Timur, yang sebelumnya hanya memiliki fasilitas lebih sederhana.

    "Kita perlahan-lahan mendapatkan fasilitas medis yang memadai untuk mendukung pemeriksaan kesehatan masyarakat. Kini, kita sudah memiliki MRI generasi terbaru, 1,5 Tesla, yang lebih canggih dibandingkan dengan alat sebelumnya,"jelas Ardiansyah.

    Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk pengembangan fasilitas lainnya di rumah sakit, termasuk pembangunan paviliun dan ruang inap baru yang akan dimulai tahun depan.

    "Tahun depan akan dibangun paviliun di belakang rumah sakit. Pembangunan ini sudah direncanakan meskipun belum dimulai," tutup Ardiansyah.

    Dengan hadirnya MRI 1,5 Tesla ini, Pemkab Kutim berharap dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan di RSUD Kudungga dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan fasilitas medis yang lebih modern.

    (Sf/Rs)