Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud saat diwawancarai. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Suasana khidmat usai pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah diwarnai momen mengejutkan saat Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, kembali dicecar pertanyaan mengenai polemik pengadaan mobil dinas senilai Rp8,5 miliar.
Isu ini kembali menjadi sorotan tajam publik usai adanya sentilan dari Presiden Prabowo Subianto terkait kepala daerah yang menghamburkan anggaran untuk kendaraan mewah.
Awalnya, Gubernur Rudy dengan hangat membagikan rasa syukur dan kebahagiaannya usai melaksanakan ibadah Salat Id bersama ribuan masyarakat Kaltim.
Ia menekankan pentingnya menjaga silaturahmi antara pemerintah dan warga.
"Sekali lagi minal aizin wal faizin, mohon maaf lahir batin. Selamat Idulfitri 1447 Hijriah. Taqabbalallahu minna wa minkum," ucap Rudy kepada masyarakat dan awak media yang hadir.
Namun, raut wajah orang nomor satu di Benua Etam itu seketika berubah ketika awak media menyinggung kembali perihal mobil dinas yang disentil oleh Kepala Negara.
"Eh, mobil? Kenapa lagi ya masih ada masalah mobil?" respons Rudy dengan nada kaget, seolah tak menyangka isu tersebut kembali diungkit di momen Lebaran.
Meski demikian, Rudy Mas'ud langsung memberikan klarifikasi tegas untuk menjawab rentetan pertanyaan tersebut.
Ia memastikan bahwa pengadaan kendaraan mewah yang menjadi polemik itu telah resmi dibatalkan dan unitnya dikembalikan kepada pihak penyedia.
"Pertama, dengan mendengarkan banyaknya aspirasi dari masyarakat, menimbang, serta melihat situasi dan kondisi, kami mengembalikan kendaraan Pemprov Kaltim tersebut," tegasnya.
Lebih lanjut, Rudy memastikan bahwa anggaran miliaran rupiah dari pembatalan mobil tersebut akan langsung dialihkan untuk mendanai program-program prioritas yang mendesak dan bersentuhan langsung dengan kebutuhan rakyat Kaltim.
"Dana tersebut seyogianya akan kita pergunakan untuk kegiatan pembangunan, khususnya untuk infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan masyarakat Kalimantan Timur," urainya.
Terkait kendaraan operasional sehari-hari jajaran Pemprov Kaltim pasca-pembatalan ini, Rudy mengaku tidak ambil pusing dan akan memaksimalkan aset yang sudah tersedia.
"Kami mempergunakan kendaraan-kendaraan yang ada saja, baik itu kendaraan pribadi maupun kendaraan warisan masa lalu. Begitu ya, terima kasih," pungkas Rudy menutup wawancara.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud saat diwawancarai. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Suasana khidmat usai pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah diwarnai momen mengejutkan saat Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, kembali dicecar pertanyaan mengenai polemik pengadaan mobil dinas senilai Rp8,5 miliar.
Isu ini kembali menjadi sorotan tajam publik usai adanya sentilan dari Presiden Prabowo Subianto terkait kepala daerah yang menghamburkan anggaran untuk kendaraan mewah.
Awalnya, Gubernur Rudy dengan hangat membagikan rasa syukur dan kebahagiaannya usai melaksanakan ibadah Salat Id bersama ribuan masyarakat Kaltim.
Ia menekankan pentingnya menjaga silaturahmi antara pemerintah dan warga.
"Sekali lagi minal aizin wal faizin, mohon maaf lahir batin. Selamat Idulfitri 1447 Hijriah. Taqabbalallahu minna wa minkum," ucap Rudy kepada masyarakat dan awak media yang hadir.
Namun, raut wajah orang nomor satu di Benua Etam itu seketika berubah ketika awak media menyinggung kembali perihal mobil dinas yang disentil oleh Kepala Negara.
"Eh, mobil? Kenapa lagi ya masih ada masalah mobil?" respons Rudy dengan nada kaget, seolah tak menyangka isu tersebut kembali diungkit di momen Lebaran.
Meski demikian, Rudy Mas'ud langsung memberikan klarifikasi tegas untuk menjawab rentetan pertanyaan tersebut.
Ia memastikan bahwa pengadaan kendaraan mewah yang menjadi polemik itu telah resmi dibatalkan dan unitnya dikembalikan kepada pihak penyedia.
"Pertama, dengan mendengarkan banyaknya aspirasi dari masyarakat, menimbang, serta melihat situasi dan kondisi, kami mengembalikan kendaraan Pemprov Kaltim tersebut," tegasnya.
Lebih lanjut, Rudy memastikan bahwa anggaran miliaran rupiah dari pembatalan mobil tersebut akan langsung dialihkan untuk mendanai program-program prioritas yang mendesak dan bersentuhan langsung dengan kebutuhan rakyat Kaltim.
"Dana tersebut seyogianya akan kita pergunakan untuk kegiatan pembangunan, khususnya untuk infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan masyarakat Kalimantan Timur," urainya.
Terkait kendaraan operasional sehari-hari jajaran Pemprov Kaltim pasca-pembatalan ini, Rudy mengaku tidak ambil pusing dan akan memaksimalkan aset yang sudah tersedia.
"Kami mempergunakan kendaraan-kendaraan yang ada saja, baik itu kendaraan pribadi maupun kendaraan warisan masa lalu. Begitu ya, terima kasih," pungkas Rudy menutup wawancara.
(Sf/Rs)