Seputar Kaltim

    BUMD Kaltim Dinilai Sakit Kronis, Pengamat Sarankan Amputasi

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    22 Desember 2024 pukul 19:27 WITA

    Pengamat Ekonomi dan Kebijakan Publik dari Universitas Mulawarman, Purwadi. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pengamat Ekonomi dan Kebijakan Publik, Purwadi, mengkritik tajam kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kalimantan Timur (Kaltim). Menurutnya, kondisi sejumlah BUMD di Kaltim sudah sangat memprihatinkan dan ibarat penyakit jantung stadium akhir.

    “Dari delapan BUMD, tiga di antaranya berantakan. Bahkan situasi sudah dari zaman dulu. Penyakit lama penyakit begitu. Harusnya yang jadi benalu diamputasi saja,” tegas Purwadi saat dihubungi di Samarinda, Minggu (22/10/2024).

    Purwadi mencontohkan PT Agro Kaltim Utama yang dinilai tidak memiliki kinerja yang signifikan. “PT Agro Kaltim Utama selama ini kerjakan apa? Dulu Pj pernah bikin evaluasi enggak ada hasil. Ini terlambat. Kemarin ngapain aja. 15 tahun ngapain aja. Itu APBD rakyat loh. Kalau memang enggak beres diamputasi dan dibubarkan,” ujarnya.

    Selain itu, Purwadi juga menyoroti masalah pengelolaan BUMD yang seringkali tidak profesional. Menurutnya, banyak direktur BUMD yang merupakan titipan partai politik dan tidak memiliki kompetensi yang memadai.

    “Direktur rata-rata titipan orang parpol engga fair. Titipan parpol engga profesional enggak punya rencana bisnis. Jadi politik balas budi dulu pernah jadi tim sukses. Kalau ganti pimpinan ganti koper aja,” kritiknya.

    Purwadi juga menyayangkan lemahnya pengawasan DPRD terhadap kinerja BUMD. “Kalau dari saya apa kerja DPRD pengawasannya mana jangan acc aja pernyataan modal ga punya bisnis plan,” ujarnya.

    Menanggapi rencana Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik, untuk merekrut calon Direksi dan Komisaris secara terbuka, Purwadi menilai langkah tersebut sudah terlambat. “Pemprov terlambat, penyakit sudah ibarat penyakit jantung stadium 7,” katanya.

    Purwadi menyarankan agar Pemprov Kaltim segera mengambil tindakan tegas terhadap BUMD yang tidak produktif dengan cara membubarkannya. “Bubarkan saja perusda bermasalah,” tukasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    BUMD Kaltim Dinilai Sakit Kronis, Pengamat Sarankan Amputasi

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    22 Desember 2024 pukul 19:27 WITA

    Pengamat Ekonomi dan Kebijakan Publik dari Universitas Mulawarman, Purwadi. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pengamat Ekonomi dan Kebijakan Publik, Purwadi, mengkritik tajam kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kalimantan Timur (Kaltim). Menurutnya, kondisi sejumlah BUMD di Kaltim sudah sangat memprihatinkan dan ibarat penyakit jantung stadium akhir.

    “Dari delapan BUMD, tiga di antaranya berantakan. Bahkan situasi sudah dari zaman dulu. Penyakit lama penyakit begitu. Harusnya yang jadi benalu diamputasi saja,” tegas Purwadi saat dihubungi di Samarinda, Minggu (22/10/2024).

    Purwadi mencontohkan PT Agro Kaltim Utama yang dinilai tidak memiliki kinerja yang signifikan. “PT Agro Kaltim Utama selama ini kerjakan apa? Dulu Pj pernah bikin evaluasi enggak ada hasil. Ini terlambat. Kemarin ngapain aja. 15 tahun ngapain aja. Itu APBD rakyat loh. Kalau memang enggak beres diamputasi dan dibubarkan,” ujarnya.

    Selain itu, Purwadi juga menyoroti masalah pengelolaan BUMD yang seringkali tidak profesional. Menurutnya, banyak direktur BUMD yang merupakan titipan partai politik dan tidak memiliki kompetensi yang memadai.

    “Direktur rata-rata titipan orang parpol engga fair. Titipan parpol engga profesional enggak punya rencana bisnis. Jadi politik balas budi dulu pernah jadi tim sukses. Kalau ganti pimpinan ganti koper aja,” kritiknya.

    Purwadi juga menyayangkan lemahnya pengawasan DPRD terhadap kinerja BUMD. “Kalau dari saya apa kerja DPRD pengawasannya mana jangan acc aja pernyataan modal ga punya bisnis plan,” ujarnya.

    Menanggapi rencana Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik, untuk merekrut calon Direksi dan Komisaris secara terbuka, Purwadi menilai langkah tersebut sudah terlambat. “Pemprov terlambat, penyakit sudah ibarat penyakit jantung stadium 7,” katanya.

    Purwadi menyarankan agar Pemprov Kaltim segera mengambil tindakan tegas terhadap BUMD yang tidak produktif dengan cara membubarkannya. “Bubarkan saja perusda bermasalah,” tukasnya.

    (Sf/Rs)