Seputar Fakta

    Seputar Kaltim

    Buku Tak Terpakai Bisa Bermanfaat, Dispustakar Balikpapan Ajak Warga Berdonasi Lewat Sikumas

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    06 November 2026 pukul 14:36 WITA

    Dispustakar Kota Balikpapan mengajak masyarakat berbagi bahan bacaan untuk memperluas akses literasi. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Buku-buku yang sudah tidak digunakan di rumah dapat kembali memberikan manfaat bagi orang lain. Melalui program Donasi Buku Masyarakat (Sikumas), Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispustakar) Kota Balikpapan mengajak masyarakat berbagi bahan bacaan untuk memperluas akses literasi.

    Program ini menjadi wadah bagi warga yang ingin menyumbangkan buku, baik baru maupun bekas, selama kondisinya masih layak baca.

    “Buku yang terkumpul nantinya akan disalurkan kembali ke masyarakat, terutama melalui pojok baca dan taman baca masyarakat di berbagai wilayah Balikpapan,” ucap Kepala Dispustakar Balikpapan, Neny Dwi Winahyu kepada media, Jumat (6/11/2026).

    Ia mengatakan, masyarakat dapat menyumbangkan buku kapan saja karena donasi diterima setiap hari. Untuk menampung sumbangan tersebut, Dispustakar telah menyediakan fasilitas khusus berupa bank buku.

    “Setiap hari ada saja warga yang melakukan donasi buku. Jadi, konsepnya dari masyarakat untuk masyarakat,” ujarnya.

    Neny menjelaskan, setiap buku yang diterima terlebih dahulu didata dan dipilah. Buku yang belum dimiliki perpustakaan serta sesuai dengan kebutuhan koleksi akan dimanfaatkan sebagai tambahan bahan bacaan.

    Sementara itu, buku yang tidak masuk dalam koleksi perpustakaan tetap akan disalurkan kepada pihak yang membutuhkan.

    “Kami juga akan salurkan ke lingkungan RT dan sekolah sebagai edukasi membaca,” terangnya.

    Jenis buku yang dapat disumbangkan cukup beragam, mulai dari buku fiksi seperti novel, cerita pendek, cerita anak, dan komik. Masyarakat juga dapat mendonasikan buku nonfiksi, seperti pengetahuan umum, ensiklopedia, kamus, hingga buku bertema hobi.

    Meski demikian, terdapat sejumlah ketentuan dalam donasi. Dispustakar tidak menerima buku hasil fotokopi maupun buku yang mengandung unsur pornografi, ujaran kebencian, serta konten bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

    “Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, buku dapat diserahkan langsung ke Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan,” ajaknya.

    Caranya cukup sederhana. Pendonor hanya perlu mengisi data di bagian resepsionis dengan mencantumkan nama, alamat, dan jumlah buku yang disumbangkan. Selanjutnya, buku dapat ditempatkan di bank buku yang telah disediakan.

    “Melalui program Sikumas, Dispustakar berharap buku-buku yang sebelumnya hanya tersimpan atau tidak lagi digunakan pemiliknya, dapat kembali dibaca dan dimanfaatkan orang lain,” paparnya.

    Selain memperluas akses terhadap bahan bacaan, gerakan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan budaya berbagi pengetahuan, sekaligus meningkatkan minat literasi masyarakat di Kota Balikpapan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Buku Tak Terpakai Bisa Bermanfaat, Dispustakar Balikpapan Ajak Warga Berdonasi Lewat Sikumas

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    06 November 2026 pukul 14:36 WITA

    Dispustakar Kota Balikpapan mengajak masyarakat berbagi bahan bacaan untuk memperluas akses literasi. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Buku-buku yang sudah tidak digunakan di rumah dapat kembali memberikan manfaat bagi orang lain. Melalui program Donasi Buku Masyarakat (Sikumas), Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispustakar) Kota Balikpapan mengajak masyarakat berbagi bahan bacaan untuk memperluas akses literasi.

    Program ini menjadi wadah bagi warga yang ingin menyumbangkan buku, baik baru maupun bekas, selama kondisinya masih layak baca.

    “Buku yang terkumpul nantinya akan disalurkan kembali ke masyarakat, terutama melalui pojok baca dan taman baca masyarakat di berbagai wilayah Balikpapan,” ucap Kepala Dispustakar Balikpapan, Neny Dwi Winahyu kepada media, Jumat (6/11/2026).

    Ia mengatakan, masyarakat dapat menyumbangkan buku kapan saja karena donasi diterima setiap hari. Untuk menampung sumbangan tersebut, Dispustakar telah menyediakan fasilitas khusus berupa bank buku.

    “Setiap hari ada saja warga yang melakukan donasi buku. Jadi, konsepnya dari masyarakat untuk masyarakat,” ujarnya.

    Neny menjelaskan, setiap buku yang diterima terlebih dahulu didata dan dipilah. Buku yang belum dimiliki perpustakaan serta sesuai dengan kebutuhan koleksi akan dimanfaatkan sebagai tambahan bahan bacaan.

    Sementara itu, buku yang tidak masuk dalam koleksi perpustakaan tetap akan disalurkan kepada pihak yang membutuhkan.

    “Kami juga akan salurkan ke lingkungan RT dan sekolah sebagai edukasi membaca,” terangnya.

    Jenis buku yang dapat disumbangkan cukup beragam, mulai dari buku fiksi seperti novel, cerita pendek, cerita anak, dan komik. Masyarakat juga dapat mendonasikan buku nonfiksi, seperti pengetahuan umum, ensiklopedia, kamus, hingga buku bertema hobi.

    Meski demikian, terdapat sejumlah ketentuan dalam donasi. Dispustakar tidak menerima buku hasil fotokopi maupun buku yang mengandung unsur pornografi, ujaran kebencian, serta konten bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

    “Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, buku dapat diserahkan langsung ke Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan,” ajaknya.

    Caranya cukup sederhana. Pendonor hanya perlu mengisi data di bagian resepsionis dengan mencantumkan nama, alamat, dan jumlah buku yang disumbangkan. Selanjutnya, buku dapat ditempatkan di bank buku yang telah disediakan.

    “Melalui program Sikumas, Dispustakar berharap buku-buku yang sebelumnya hanya tersimpan atau tidak lagi digunakan pemiliknya, dapat kembali dibaca dan dimanfaatkan orang lain,” paparnya.

    Selain memperluas akses terhadap bahan bacaan, gerakan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan budaya berbagi pengetahuan, sekaligus meningkatkan minat literasi masyarakat di Kota Balikpapan.

    (Sf/Rs)