Seputar Kaltim

    Bukan Sekadar Tempat Baca, Perpustakaan Kota Balikpapan Diproyeksi jadi Destinasi Wisata Edukasi

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    05 Agustus 2026 pukul 09:42 WITA

    Ruang baca yang tersedia di Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat melalui berbagai program yang menyasar satuan pendidikan, keluarga, hingga masyarakat umum. Salah satu program terbaru yang diluncurkan adalah Anak Literasi Kebanggaan Balikpapan (Alibaba).

    Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispustakar) Kota Balikpapan, Neni mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan minat baca dan literasi melalui berbagai kegiatan yang melibatkan sekolah serta keluarga.

    “Program pemerintah daerah dalam bidang literasi menyasar satuan pendidikan, masyarakat, dan keluarga. Salah satu program baru yang telah diluncurkan adalah Anak Literasi Kebanggaan Balikpapan atau Alibaba,” ucap Neni kepada awak media, Rabu (5/8/2026).

    Selain menjalankan program tersebut, Perpustakaan Kota Balikpapan juga rutin menerima kunjungan wisata edukasi dari berbagai jenjang pendidikan.

    Setiap hari, ruang baca khusus anak di lantai dasar perpustakaan dipenuhi peserta didik dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), hingga Sekolah Dasar (SD). Sementara pada hari Jumat, kunjungan dijadwalkan untuk pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP).

    “Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menanamkan budaya membaca sejak usia dini, sekaligus mengenalkan fasilitas perpustakaan kepada generasi muda,” jelasnya.

    Tak hanya itu, Dispustakar Balikpapan juga memperluas akses literasi melalui penyediaan pojok baca digital di sejumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang tersebar di Kota Balikpapan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat mengakses bahan bacaan di ruang publik.

    Terkait capaian literasi, Neni menjelaskan bahwa Pemkot Balikpapan menggunakan indikator Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) yang diukur oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

    “Untuk tahun 2025, nilai Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat Kota Balikpapan berada pada angka 80. Pengukuran dilakukan oleh Perpustakaan Nasional. Kami bersyukur atas capaian tersebut dan berharap ke depan nilainya dapat terus meningkat,” terangnya.

    Melalui berbagai program yang dijalankan, Pemkot Balikpapan berharap budaya literasi semakin tumbuh di seluruh lapisan masyarakat, sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di kota tersebut.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Bukan Sekadar Tempat Baca, Perpustakaan Kota Balikpapan Diproyeksi jadi Destinasi Wisata Edukasi

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    05 Agustus 2026 pukul 09:42 WITA

    Ruang baca yang tersedia di Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat melalui berbagai program yang menyasar satuan pendidikan, keluarga, hingga masyarakat umum. Salah satu program terbaru yang diluncurkan adalah Anak Literasi Kebanggaan Balikpapan (Alibaba).

    Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispustakar) Kota Balikpapan, Neni mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan minat baca dan literasi melalui berbagai kegiatan yang melibatkan sekolah serta keluarga.

    “Program pemerintah daerah dalam bidang literasi menyasar satuan pendidikan, masyarakat, dan keluarga. Salah satu program baru yang telah diluncurkan adalah Anak Literasi Kebanggaan Balikpapan atau Alibaba,” ucap Neni kepada awak media, Rabu (5/8/2026).

    Selain menjalankan program tersebut, Perpustakaan Kota Balikpapan juga rutin menerima kunjungan wisata edukasi dari berbagai jenjang pendidikan.

    Setiap hari, ruang baca khusus anak di lantai dasar perpustakaan dipenuhi peserta didik dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), hingga Sekolah Dasar (SD). Sementara pada hari Jumat, kunjungan dijadwalkan untuk pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP).

    “Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menanamkan budaya membaca sejak usia dini, sekaligus mengenalkan fasilitas perpustakaan kepada generasi muda,” jelasnya.

    Tak hanya itu, Dispustakar Balikpapan juga memperluas akses literasi melalui penyediaan pojok baca digital di sejumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang tersebar di Kota Balikpapan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat mengakses bahan bacaan di ruang publik.

    Terkait capaian literasi, Neni menjelaskan bahwa Pemkot Balikpapan menggunakan indikator Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) yang diukur oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

    “Untuk tahun 2025, nilai Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat Kota Balikpapan berada pada angka 80. Pengukuran dilakukan oleh Perpustakaan Nasional. Kami bersyukur atas capaian tersebut dan berharap ke depan nilainya dapat terus meningkat,” terangnya.

    Melalui berbagai program yang dijalankan, Pemkot Balikpapan berharap budaya literasi semakin tumbuh di seluruh lapisan masyarakat, sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di kota tersebut.

    (Sf/Rs)