Seputar Kaltim

    Bukan Kehabisan BBM, 4  Truk DLH PPU Diparkir untuk Efisiensi

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    03 Mei 2026 pukul 12:23 WITA

    Dump truck DLH PPU terparkir di halaman kantor, operasionalnya dihentikan sementara untuk menekan penggunaan BBM. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Kenaikan harga BBM jenis dexlite berdampak pada operasional pengangkutan sampah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU bahkan harus mengurangi jumlah armada yang beroperasi.

    Dari total 16 truk, empat unit untuk sementara diparkir di halaman kantor. 

    Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH PPU, Kamaruddin, mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk menekan beban biaya bahan bakar agar tetap mencukupi hingga akhir tahun.

    "Bukan karena kehabisan BBM, tapi dalam rangka efisiensi. Kami antisipasi supaya anggaran cukup sampai akhir tahun," ungkap Kamaruddin, Senin lalu.

    Pembatasan operasional armada roda empat, kata dia, mulai diberlakukan sejak 20 April 2026, berselang dua hari setelah pemerintah pusat mengumumkan kenaikan harga BBM non-subsidi, termasuk dexlite.

    Sebagai gantinya, DLH memaksimalkan kendaraan roda tiga yang menggunakan pertamax. Di lapangan, pola pengangkutan juga diubah dengan menggabungkan beberapa titik pengambilan dalam satu rute.

    "Pengangkutan tetap terlayani dengan baik. Kita siasati dengan penggabungan titik dan tambahan armada roda tiga, totalnya ada empat unit," jelasnya.

    Kamaeuddin menegaskan, kondisi ini bukan disebabkan gangguan distribusi BBM. Seluruh pasokan masih dalam kondisi normal.

    "Distribusi tidak ada kendala. Ini murni antisipasi karena beban anggaran cukup berat," katanya.

    Terkait kebutuhan bahan bakar, ia menyebut konsumsi tiap kendaraan tidak bisa disamakan, bergantung pada jarak tempuh dan frekuensi pengangkutan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Bukan Kehabisan BBM, 4  Truk DLH PPU Diparkir untuk Efisiensi

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    03 Mei 2026 pukul 12:23 WITA

    Dump truck DLH PPU terparkir di halaman kantor, operasionalnya dihentikan sementara untuk menekan penggunaan BBM. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Kenaikan harga BBM jenis dexlite berdampak pada operasional pengangkutan sampah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU bahkan harus mengurangi jumlah armada yang beroperasi.

    Dari total 16 truk, empat unit untuk sementara diparkir di halaman kantor. 

    Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH PPU, Kamaruddin, mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk menekan beban biaya bahan bakar agar tetap mencukupi hingga akhir tahun.

    "Bukan karena kehabisan BBM, tapi dalam rangka efisiensi. Kami antisipasi supaya anggaran cukup sampai akhir tahun," ungkap Kamaruddin, Senin lalu.

    Pembatasan operasional armada roda empat, kata dia, mulai diberlakukan sejak 20 April 2026, berselang dua hari setelah pemerintah pusat mengumumkan kenaikan harga BBM non-subsidi, termasuk dexlite.

    Sebagai gantinya, DLH memaksimalkan kendaraan roda tiga yang menggunakan pertamax. Di lapangan, pola pengangkutan juga diubah dengan menggabungkan beberapa titik pengambilan dalam satu rute.

    "Pengangkutan tetap terlayani dengan baik. Kita siasati dengan penggabungan titik dan tambahan armada roda tiga, totalnya ada empat unit," jelasnya.

    Kamaeuddin menegaskan, kondisi ini bukan disebabkan gangguan distribusi BBM. Seluruh pasokan masih dalam kondisi normal.

    "Distribusi tidak ada kendala. Ini murni antisipasi karena beban anggaran cukup berat," katanya.

    Terkait kebutuhan bahan bakar, ia menyebut konsumsi tiap kendaraan tidak bisa disamakan, bergantung pada jarak tempuh dan frekuensi pengangkutan.

    (Sf/Rs)