Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, saat menyampaikan sambutan dalam FGD Asosiasi Guru Motivator Literasi Indonesia (AGUMLI) Kabupaten Kutim. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Penguatan literasi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono menekankan, pentingnya pengembangan enam literasi dasar dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Enam literasi dasar tersebut meliputi baca-tulis, numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewargaan. Pengembangannya memerlukan program yang saling mendukung agar keenam aspek tersebut dapat diperkuat secara menyeluruh.
Mulyono menilai, Disdikbud dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan memiliki peran yang saling berkaitan dalam pengembangan literasi. Untuk itu, kedua instansi perlu berkoordinasi agar program yang dijalankan dapat saling melengkapi.
“Kalau pendidikan dan perpustakaan ini saudara kandung. Enggak ada bedanya. Artinya, kegiatan literasi ini tugasnya Dinas Pendidikan dan juga tugasnya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan,” ujar Mulyono saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Asosiasi Guru Motivator Literasi Indonesia (AGULI) di Kabupaten Kutim.
Ia juga menekankan perlunya keterlibatan guru, pihak swasta dan masyarakat dalam pengembangan literasi. Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab instansi pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan berbagai pihak.
Setiap pihak yang terlibat perlu memahami peran dan tanggung jawab masing-masing. Dengan begitu, program yang dijalankan memiliki arah yang jelas dan tidak tumpang tindih.
“Yang terpenting adalah apa yang harus dikerjakan,” tegasnya.
Ia berharap koordinasi antara pemerintah, lembaga pendidikan dan berbagai pihak terkait dapat memperkuat pengembangan literasi, sekaligus mendukung kemajuan pendidikan di Kutim.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, saat menyampaikan sambutan dalam FGD Asosiasi Guru Motivator Literasi Indonesia (AGUMLI) Kabupaten Kutim. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Penguatan literasi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono menekankan, pentingnya pengembangan enam literasi dasar dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Enam literasi dasar tersebut meliputi baca-tulis, numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewargaan. Pengembangannya memerlukan program yang saling mendukung agar keenam aspek tersebut dapat diperkuat secara menyeluruh.
Mulyono menilai, Disdikbud dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan memiliki peran yang saling berkaitan dalam pengembangan literasi. Untuk itu, kedua instansi perlu berkoordinasi agar program yang dijalankan dapat saling melengkapi.
“Kalau pendidikan dan perpustakaan ini saudara kandung. Enggak ada bedanya. Artinya, kegiatan literasi ini tugasnya Dinas Pendidikan dan juga tugasnya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan,” ujar Mulyono saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Asosiasi Guru Motivator Literasi Indonesia (AGULI) di Kabupaten Kutim.
Ia juga menekankan perlunya keterlibatan guru, pihak swasta dan masyarakat dalam pengembangan literasi. Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab instansi pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan berbagai pihak.
Setiap pihak yang terlibat perlu memahami peran dan tanggung jawab masing-masing. Dengan begitu, program yang dijalankan memiliki arah yang jelas dan tidak tumpang tindih.
“Yang terpenting adalah apa yang harus dikerjakan,” tegasnya.
Ia berharap koordinasi antara pemerintah, lembaga pendidikan dan berbagai pihak terkait dapat memperkuat pengembangan literasi, sekaligus mendukung kemajuan pendidikan di Kutim.
(Sf/Lo)