Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim
Plt Kepala Biro Umum Setdaprov Kaltim, Astri Intan Nirwany. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) akhirnya buka suara menanggapi sorotan publik terkait viralnya anggaran sebesar Rp450 juta untuk jasa laundry (cuci pakaian) Kepala Daerah.
Plt Kepala Biro Umum Setdaprov Kaltim, Astri Intan Nirwany, meluruskan kesalahpahaman yang beredar luas di media sosial.
Ia menegaskan bahwa anggaran ratusan juta tersebut bukan dialokasikan semata-mata untuk mencuci pakaian pribadi gubernur.
Perempuan yang akrab disapa Aci ini menjelaskan, kegaduhan ini bermula dari penamaan nomenklatur dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP).
Pihaknya terpaksa menggunakan judul "Belanja Cuci atau Laundry untuk Kepala Daerah" karena harus menyesuaikan dengan sistem yang ada.
"Penamaan di RUP itu semata-mata karena kami menyesuaikan dengan nomenklatur di Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Padahal peruntukan aslinya adalah untuk item-item perumahtanggaan di enam gedung yang ada di kompleks rumah jabatan," ungkap Aci ditemui di Samarinda, Senin (4/5/2026).
Lebih lanjut, Aci membeberkan bahwa dana sebesar Rp450 juta untuk satu tahun tersebut mencakup biaya cuci dan pemeliharaan kebersihan berskala besar, seperti laundry karpet, gorden, sprei, bed cover, hingga taplak meja jamuan.
Aci menyebut, saat ini mayoritas kegiatan pemerintahan dialihkan dari hotel ke kompleks rumah jabatan. Alhasil, intensitas pemakaian enam gedung tersebut sangat tinggi.
"Otomatis kegiatan seremonial, kedinasan, sosial, keagamaan, hingga organisasi masyarakat dilaksanakan di sana. Masyarakat yang membuat acara juga tidak kami pungut biaya operasional apa pun. Jadi, kebutuhan laundry-nya sangat masif," jelasnya.
Selain untuk gedung pertemuan, alokasi tersebut juga digunakan untuk merawat fasilitas Musala Lamin Etam yang setiap hari dipakai untuk majelis taklim, serta perawatan 22 kamar tamu VIP (Guest House).
Kamar-kamar ini aktif digunakan oleh tamu-tamu negara dan provinsi, termasuk para menteri yang sedang berkunjung ke Kaltim.
"Tamu menteri dan provinsi sering menginap di sana. Jadi setiap hari kita pasti melakukan pergantian laundry sprei dan bed cover," tambahnya.
Meski pagu anggaran ditetapkan sebesar Rp450 juta, Biro Umum memastikan pencairannya dilakukan secara proporsional sesuai kebutuhan riil di lapangan. Penggunaannya pun tidak dipatok harus habis.
"Itu digunakan berdasarkan kebutuhan saja, tidak dilelang atau tender khusus. Karena saat ini semangat kita adalah efisiensi, tentu besaran ini akan kami kaji lagi, bisa jadi realisasinya nanti tidak sampai sebesar itu," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim

Plt Kepala Biro Umum Setdaprov Kaltim, Astri Intan Nirwany. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) akhirnya buka suara menanggapi sorotan publik terkait viralnya anggaran sebesar Rp450 juta untuk jasa laundry (cuci pakaian) Kepala Daerah.
Plt Kepala Biro Umum Setdaprov Kaltim, Astri Intan Nirwany, meluruskan kesalahpahaman yang beredar luas di media sosial.
Ia menegaskan bahwa anggaran ratusan juta tersebut bukan dialokasikan semata-mata untuk mencuci pakaian pribadi gubernur.
Perempuan yang akrab disapa Aci ini menjelaskan, kegaduhan ini bermula dari penamaan nomenklatur dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP).
Pihaknya terpaksa menggunakan judul "Belanja Cuci atau Laundry untuk Kepala Daerah" karena harus menyesuaikan dengan sistem yang ada.
"Penamaan di RUP itu semata-mata karena kami menyesuaikan dengan nomenklatur di Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Padahal peruntukan aslinya adalah untuk item-item perumahtanggaan di enam gedung yang ada di kompleks rumah jabatan," ungkap Aci ditemui di Samarinda, Senin (4/5/2026).
Lebih lanjut, Aci membeberkan bahwa dana sebesar Rp450 juta untuk satu tahun tersebut mencakup biaya cuci dan pemeliharaan kebersihan berskala besar, seperti laundry karpet, gorden, sprei, bed cover, hingga taplak meja jamuan.
Aci menyebut, saat ini mayoritas kegiatan pemerintahan dialihkan dari hotel ke kompleks rumah jabatan. Alhasil, intensitas pemakaian enam gedung tersebut sangat tinggi.
"Otomatis kegiatan seremonial, kedinasan, sosial, keagamaan, hingga organisasi masyarakat dilaksanakan di sana. Masyarakat yang membuat acara juga tidak kami pungut biaya operasional apa pun. Jadi, kebutuhan laundry-nya sangat masif," jelasnya.
Selain untuk gedung pertemuan, alokasi tersebut juga digunakan untuk merawat fasilitas Musala Lamin Etam yang setiap hari dipakai untuk majelis taklim, serta perawatan 22 kamar tamu VIP (Guest House).
Kamar-kamar ini aktif digunakan oleh tamu-tamu negara dan provinsi, termasuk para menteri yang sedang berkunjung ke Kaltim.
"Tamu menteri dan provinsi sering menginap di sana. Jadi setiap hari kita pasti melakukan pergantian laundry sprei dan bed cover," tambahnya.
Meski pagu anggaran ditetapkan sebesar Rp450 juta, Biro Umum memastikan pencairannya dilakukan secara proporsional sesuai kebutuhan riil di lapangan. Penggunaannya pun tidak dipatok harus habis.
"Itu digunakan berdasarkan kebutuhan saja, tidak dilelang atau tender khusus. Karena saat ini semangat kita adalah efisiensi, tentu besaran ini akan kami kaji lagi, bisa jadi realisasinya nanti tidak sampai sebesar itu," pungkasnya.
(Sf/Rs)