Seputar Kaltim

    Buka Festival Budaya Kutai Adat Lawas, Akhmad Taufik Ingin Nutuk Beham Mendunia

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    17 Mei 2024 pukul 18:26 WITA

    Asisten 1 Bidang Pemerintah dan Kesra Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kutai Kartanegara (Kukar) Akhmad Taufik Hidayat. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Pesta masyarakat Kutai Adat Lawas, Nutuk Beham di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kutai Kartanegara (Kukar) resmi buka, Jumat (17/4/2024).

    Kukar merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan kekayaan sumber daya alam, ragam budaya yang unik dan berkarakter, yang menjadi warisan tak benda bagi generasi dimasa mendatang.

    Ini diungkapkan oleh Asisten 1 Bidang Pemerintah dan Kesra Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kutai Kartanegara (Kukar) Akhmad Taufik Hidayat setelah membuka Festival Budaya Kutai Adat Lawas.

    Ia bahwa tradisi Nutuk Beham merupakan salah satu adat istiadat dan kebudayaan yang ada di Kukar. "Nutuk Beham ini harus mendunia, tradisi ini dilaksanakan secara turun temurun, sebagai kearifan lokal masyarakat Kutai Adat Lawas di Desa Kedang Ipil," katanya.

    Taufik menyebut tujuan upacara sakral Nutuk Beham ini adalah komunikasi kepada leluhur atas panen yang sudah dihasilkan dan sebagai ungkapan syukur masyarakat Suku Kutai Adat Lawas, sekaligus bentuk harapan untuk keberhasilan panen di tahun mendatang.

    Dalam upaya pelestarian budaya yang berkelanjutan, Pemkab Kukar sangat mendukung pelaksanaan kegiatan yang bernuansa seni budaya dan adat istiadat khas Kutai. "Kita tidak saja memiliki kekayaan budaya tak benda, tetapi juga peninggalan berupa benda kuno dan keterampilan dalam membuat kerajinan, yang diturunkan secara turun temurun," ungkapnya.

    Taufik juga meminta agar semua masyarakat Kukar senantiasa menjaga dan melestarikan kebudayaan peninggalan leluhur, serta memaknai nilai-nilai murni yang terkandung didalamnya sebagai pelajaran berharga.

    Ia berharap agar upacara budaya seperti ini terus dilaksanakan dengan lebih baik, lebih meriah serta dipromosikan dan dikemas dengan lebih menarik lagi. "Karena ini agenda setiap tahun, maka saat pelaksanaannya harus ada perubahan, kami ingin budaya langka yang ada di Desa Kedang Ipil ini juga harus dipromosikan dengan baik," tutupnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Buka Festival Budaya Kutai Adat Lawas, Akhmad Taufik Ingin Nutuk Beham Mendunia

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    17 Mei 2024 pukul 18:26 WITA

    Asisten 1 Bidang Pemerintah dan Kesra Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kutai Kartanegara (Kukar) Akhmad Taufik Hidayat. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Pesta masyarakat Kutai Adat Lawas, Nutuk Beham di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kutai Kartanegara (Kukar) resmi buka, Jumat (17/4/2024).

    Kukar merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan kekayaan sumber daya alam, ragam budaya yang unik dan berkarakter, yang menjadi warisan tak benda bagi generasi dimasa mendatang.

    Ini diungkapkan oleh Asisten 1 Bidang Pemerintah dan Kesra Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kutai Kartanegara (Kukar) Akhmad Taufik Hidayat setelah membuka Festival Budaya Kutai Adat Lawas.

    Ia bahwa tradisi Nutuk Beham merupakan salah satu adat istiadat dan kebudayaan yang ada di Kukar. "Nutuk Beham ini harus mendunia, tradisi ini dilaksanakan secara turun temurun, sebagai kearifan lokal masyarakat Kutai Adat Lawas di Desa Kedang Ipil," katanya.

    Taufik menyebut tujuan upacara sakral Nutuk Beham ini adalah komunikasi kepada leluhur atas panen yang sudah dihasilkan dan sebagai ungkapan syukur masyarakat Suku Kutai Adat Lawas, sekaligus bentuk harapan untuk keberhasilan panen di tahun mendatang.

    Dalam upaya pelestarian budaya yang berkelanjutan, Pemkab Kukar sangat mendukung pelaksanaan kegiatan yang bernuansa seni budaya dan adat istiadat khas Kutai. "Kita tidak saja memiliki kekayaan budaya tak benda, tetapi juga peninggalan berupa benda kuno dan keterampilan dalam membuat kerajinan, yang diturunkan secara turun temurun," ungkapnya.

    Taufik juga meminta agar semua masyarakat Kukar senantiasa menjaga dan melestarikan kebudayaan peninggalan leluhur, serta memaknai nilai-nilai murni yang terkandung didalamnya sebagai pelajaran berharga.

    Ia berharap agar upacara budaya seperti ini terus dilaksanakan dengan lebih baik, lebih meriah serta dipromosikan dan dikemas dengan lebih menarik lagi. "Karena ini agenda setiap tahun, maka saat pelaksanaannya harus ada perubahan, kami ingin budaya langka yang ada di Desa Kedang Ipil ini juga harus dipromosikan dengan baik," tutupnya.

    (Sf/By)